Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Dia dimana


__ADS_3

Satu Minggu berlalu namun maha masih enggan membuka matanya, ia masih terlelap di dunia lain. Oliver sudah seperti orang gila, wajah nya benar benar kusut, ia sudah mencari tahu peristiwa penyebab terjadinya kecelakaan maha, dilihat dari cctv memang ada yang terakhir keluar kemudian memasang plat tulisan sedang dibersihkan, namun tidak terlihat wajah nya karena tertutup.


"selamat pagi sayang kok gak bangun bangun kenapa sih, udah siang Lo!! gak mau buatin sarapan untuk suami tampan mu ini? hmmm?" Oliver berusaha berbicara dengan Maha, hampir setiap waktu ia menemani Maha, terkadang menjenguk Maharani.


saat ini Maharani bergantian dijaga oleh uncle Ben dan ibu Maryam. jadi Oliver bisa lebih lama menemani istri nya. Oliver lebih memilih tidur di rumah sakit dari pada dirumah, dad and mom sudah kembali ke Jerman.


ia kembangkan ke rumah Hanya untuk mandi dan berganti pakaian saja. setelah itu ia akan kembali ke rumah sakit. pekerjaan kantor sudah ia serahkan kepada Hanz, ia hanya datang satu Minggu sekali dan memberikan tugas selama satu Minggu berikutnya.


saking lelahnya ia tertidur dengan kepalanya ia sandarkan di tepi ranjang Maha dengan tangan nya masih menggenggam tangan Maha.


dalam mimpi nya ia bertemu dengan Maha, begitu nyata, Maha memanggil manggil namanya. ia terkejut dan langsung terbangun saat ia melihat mata maha yang sudah terbuka.


"Oliver" ucap Maha, "sayang kamu sudah sadar, ya Tuhanku aku benar-benar bahagia" oliver segera menekan tombol darurat.


dokter jaga pun datang bersama perawat.

__ADS_1


ia memaksa keadaan Maha, "Bagaimana perasaan ibu?" , "seperti melayang layang dan lemas" , "tidak apa-apa, berarti tubuh ibu sudah merespon" , "baby.. oliver, anakku" maha meraba perut nya yang rata, "apa aku sudah melahirkan?" , tanya Maha, ia tersenyum menatap ke mata Oliver. Oliver hanya mengangguk kan kepala nya.


bagaimana cara nya untuk menjelaskan kepada Maha bila baby mereka sudah tiada bahkan sebelum dilahirkan. "sungguh?? bolehkah aku melihat nya Oliver, dokter suster boleh kah saya melihat bayi saya" , "kamu harus sehat dulu sayang, bila sudah sehat dan bisa berjalan kita akan berjumpa dengan anak kita" ucap oliver untuk mengalihkan perhatian maha.


"apa dia baik baik saja" tanya maha seolah ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya, ia menatap dalam ke mata Oliver berusaha mencari kebenaran di mata itu.


"dokter apa anak saya baik baik saja" , "nyonya tenang saja, asal nyonya sembuh dan sehat secepatnya" , "oh.. baiklah aku tidak sabar ingin menggendong nya" ucap maha ia tersenyum membayangkan wajah anaknya.


"Oliver apa kamu memotretnya??" tanya Maha lagi, "i.. i.. iya ada sebentar ya, dokter bagaimana keadaan istri saya?" , "tampak nya nyonya Maha ada semangat untuk cepat sembuh, sungguh keajaiban anda sembuh dari koma langsung terlihat segar" ucap dokter, " kami akan memindahkan ke ruang rawat inap.


satu Minggu berlalu Maha sudah diperbolehkan pulang, ia begitu ceria ketika akan kembali. banyak sekali pertanyaan nya tentang bayinya. Oliver memang sempat memotret bayi nya sewaktu ia gendong. Untung lah dengan foto itu Maha tidak terlalu banyak bertanya.


diperjalanan pulang oliver bertanya kepada Maha. "aku benar benar tidak sabar ingin menggendong nya" ucap Maha, "ah apa ia semakin tampan seperti mu" tanya nya lagi penuh semangat, karena foto yang oliver perlihatkan adalah foto bayi merah yang baru saja lahir "owww... ternyata istri ku mengakui jika suaminya tampan" ledek oliver.


"ahhhh... aku khilaf, kutarik kata kata ku lagi, apa ia tampan seperti opa nya" , "ah.. yang benar saja Maha, aku Dady nya" oliver berusaha memberikan candaan pada Maha "apapun yang terjadi kamu harus sabar ya" , "apa yang terjadi oliver" , "tidak apa apa sayang, oh.. iya mama menunggu mu dirumah, mama sudah bisa berjalan pelan pelan "ya Tuhan betapa banyak kebahagiaan yang engkau berikan kepadaku" ucap Maha.

__ADS_1


"Oliver.. kita kemana? ini bukan arah menuju rumah" , "iya kita akan menjumpai bayi kita" , "loh.. dia tidak dirumah" maha menatap oliver penuh selidik, "Oliver apa yang terjadi?" , Oliver berhenti didepan jalan menuju ke pemakaman. ia menakup kedua belah pipi Maha, ia menciumi kening Maha.


"aku mencintaimu Maha dan akan selalu mencintaimu, kamu milikku selamanya" ucap oliver, ia menatap wajah Maha dengan mata nanar menahan buliran air diujung pelupuk matanya.


ia pun mengajak Maha turun dari mobil, menuntunnya berjalan ke arah pemakaman. "mereka berhenti disalah satu makan yang dengan gundukan tanah yang belum kering dan padat.


"i..i..ini makam siapa" tanya Maha, ia menatap Oliver dan melihat air mata suaminya sudah jatuh bercucuran, "maafkan aku tidak jujur padamu, putra kita sudah meninggal ketika dalam kandungan"


"tidak.. tidak.. oliver... kamu menipuku kan, dia masih hidup kan" , "dimana dia oliver katakan, dimana dia??" ucap Maha ia menguncang guncang tubuh oliver berharap laki laki itu memberikan Jawaban atas pertanyaan nya.


___________________________________________


maaf kalau cerita ku tidak sesuai dengan harapan readers... ikuti saja alurnya, saya menulis anda membaca. 😉😉😉


gak akan kecewa kok, jangan lupa Rate ⭐⭐⭐⭐⭐, like and coment.

__ADS_1


__ADS_2