Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
kebakaran 2


__ADS_3

"jangan panik sayang, ambil kunci mobil, aku akan menggendong mama ke mobil" Oliver menggendong Maharani berjalan keluar, maha segera menyusul ia setengah berlari mengejar kaki suaminya.


"sayang jangan lari, kamu hamil besar" teriak Oliver ia terkejut melihat maha yang setengah berlari mendahului nya.


*******


"dokter bagaimana keadaan mama" tanya Maha, kepada dokter muda dihadapan nya. "maaf ibu, ibu Maharani terkena gejala stroke darah nya tinggi sekali diatas 200, apa ibu Maharani pernah mengalami hal ini sebelum nya" tanya sang dokter.


"mama tidak pernah hipertensi, selama ini mama malah lebih sering anemia jika kelelahan" , "apakah ada masalah berat yang sedang dipikirkan beliau, oh.. maaf sebelumnya bukannya kami sebagai dokter ingin ikut campur masalah pribadi, kami hanya perlu untuk mendiagnosa penyebab pemicu nya hipertensi beliau"


"tidak apa-apa dokter, mama baru saja mendengar kabar kalau pabrik mebel nya kebakaran, saat ini suami saya sedang berada di TKP" , "Astaga saya turut berduka atas musibah ini nyonya" , "terima kasih dokter"


"bila ibu Maharani sudah sadar saya harap anda bisa menghibur dan memberikan masukan masukkan positif, agar tekanan darah nya tidak semakin tinggi"


"terima kasih dok, atas sarannya, kalau begitu saya permisi dulu" maha segera berjalan keluar dari ruangan dokter tersebut dan kembali ke ruang rawat inap, Maharani sudah sadar ketika maha sampai kamar inap. Maharani sedang diperiksa tensinya oleh perawat.

__ADS_1


"ibu.. jangan mikir yang buruk buruk ya berfikir positif biar tekanan darah nya cepat turun" ucap perawat tersebut lembut, ia pun berpamitan untuk melanjutkan tugasnya lagi.


Maha segera mendudukkan tubuhnya di kursi dekat ranjang Maharani, "bagaimana perasaan mama" ucap Maha ia menggenggam erat tangan mamanya.


"sudah lebih baik" ucap Maharani suaranya terdengar cedal dan ia berucap dengan terbata bata. "semua akan baik-baik saja, mama berfikir positif saja ya ma"


"yang mama fikirkan adalah bagaimana nasib karyawan karyawati mama, mereka semua berkeluarga dan banyak yang menjadi tulang punggung keluarga"


"maha akan meminta Oliver memberi mereka pekerjaan sementara, jadi mama tenang saja ya!!, mama harus semangat untuk sembuh, maha akan bantu usaha mama kembali. okk!!"


Maharani tersenyum ia berusaha menggerakkan tangan kanannya yang dipegang maha namun terasa sulit. "apa yang terjadi dengan mama, kenapa sulit digerakkan" , "gejala stroke mama, tidak parah masih bisa sembuh normal jadi mama harus semangat untuk sembuh ya"


"uncle Ben" ucap Maha, Beny sahabat Maharani sekaligus bos maha ketika ia bekerja sebagai penyanyi di cafe milik Beny.


"Astaga Rani apa yang terjadi" ucap Beny ia mendekati Maharani sebelum nya ia memeluk Maha yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. Beny mencintai Maharani, namun Maharani sudah menganggap Beny sebagai kakak, jadilah mereka berteman. Beny seorang duda ditinggal mati isterinya yang meninggal sewaktu akan melahirkan, sedangkan anaknya juga ikut meninggal didalam kandungan istrinya.

__ADS_1


"aku baik baik saja Ben" jawab mama ia tersenyum melihat wajah sahabat nya yang begitu khawatir dengan kondisi nya.


"maha tolong telepon oliver atau Ilham, mama ingin tahu bagaimana keadaan pabrik" , "ma Kita tunggu kabar dari oliver ya ma" , "mama bilang telpon ya telpon, mama benar benar tidak tenang" beny menatap maha ia pun mengangguk.


dengan terpaksa maha menghubungi Oliver, ia sebenarnya tidak ingin mama nya tahu keadaan pabrik mebel nya, karena memang semua rata dengan tanah, untung saja letak pabrik didalam perkebunan, dan jauh dari pemukiman warga, jadi tidak ada korba lain selain pabrik mebel milik Mama.


namun karena letaknya yang jauh di dalam perkebunan dan harus melewati perumahan warga jadi penasaran kebakaran kesulitan untuk masuk gang pemukiman warga ditambah dengan warga yang tidak ingin ketinggalan untuk melihat kebakaran jadilah jalan penuh dan membuat sulitnya mencari jalan masuk ke dalam area pabrik.


beruntung nya 5 korban dapat diselamatkan, hanya ada satu orang yang terluka parah akibat bakar dan sudah dilarikan ke rumah sakit.


*******


ceklek.. suara pintu kamar terbuka, terlihat Oliver masuk, dan di ikuti Ilham di belakang nya. Oliver mendekati maha ia memberikan kecupan di pucuk kepala istri lalu mencium tangan mertua nya.


"mama tenang saja semua baik baik saja, biar oliver yang urus semua nya" ucap oliver, Maharani tersenyum ia kemudian menangis melihat Ilham, "ibu tenang saja tidak ada korban jiwa jadi ibu jangan berfikir yang tidak perlu dipikirkan" ucap Ilham ia mendekati Maharani yang sudah seperti ibu kedua baginya.

__ADS_1


"ibu hanya memikirkan nasib karyawan ibu, mungkin untuk tiga bulan ke depan aku masih bisa membayar gaji mereka dengan tabungan ku, tapi setelah itu aku tidak tau, dan untuk memulai lagi dari awal akan membutuhkan waktu" ucap Maharani.


"mama jangan difikirkan semua oliver yang urus, mama fokus dengan kesembuhan mama, karena sebentar lagi cucu mama akan lahir" ucap oliver.


__ADS_2