Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Keberadaan Maha


__ADS_3

"mommy.. mommy.." , "by.. adik bayi sedang tidur, kamu jangan berisik" , "haru... kamu tidak memberikan obasan ciuman selamat" , "no no no... haru Ingin mencium adik bayi" , "haru obasan akan menangis jika kamu tidak... " cup.. satu buah ciuman dipipi dari haru diberikan kepada Ryoko kakak perempuan Ryuzaki.


"hahahaha..." Ryoko tertawa cekikikan melihat mulut haru yang sudah kerucut seperti gunung Fuji. "hadiah apa yang kamu bawa untuk mei" , "apa haru harus memberi hadiah mom?" tanya bocah kecil itu.


"seharusnya kamu membelikan hadiah untuk mei chan" , "haru lupa obasan, haru akan membeli nya besok pulang sekolah, hai Mei Chan apa yang kamu inginkan?" tanya haru pada bayi mungil yang digendong oleh mommy nya.


bukannya bisa menjawab malah suara tangisan yang haru dengar dari bayi mungil tersebut, "hahaha..." Ryoko yang mendengar perkataan haru hanya tertawa, apalagi ketika bayi nya menangis setelah mendengar ucapan haru. Ryoko tertawa terbahak-bahak, ia memegang perutnya bekas operasi Caesar karena sakit akibat terlalu banyak tertawa.


"Astaga Maha anakmu benar benar membuat semua orang senang berada di dekat nya, kapan kau akan mencari pengganti Daddy nya?" , "no no no.. haru tidak mau Daddy baru, haru mau bertemu Daddy haru"


"tidak semudah itu mencari pengganti nya" , "bagaimana dengan Ryuzaki" , "hahahaha... kak kamu ingin menjodohkan ku dengan adik gila mu itu, aku belum siap di bunuh para gadis korban Ryuzaki"


"suami mu dulu pastilah tampan sekali, lihat lah haru sama sekali tidak ada mirip mirip nya dengan mu" ucap Ryoko.

__ADS_1


"itulah aku juga heran aku yang mengandung nya selama sembilan bulan lebih, bahkan merawat nya hingga sebesar dan sepintar ini, Kenapa tidak ada gen ku sama sekali"


"sifat penyayang keluarga pada haru adalah gen paling banyak darimu, yakin tidak akan mempertimbangkan Ryuzaki" , "tidak terima kasih"... hahahaha.. kedua ibu muda tersebut tertawa terbahak bahak, membuat bayi kecil yang digendong maha menangis sejadi jadinya.


"berikan padaku, aku akan memberikan asi untuk nya" maha kemudian meletakkan bayi mungil tersebut ke tempat tidur sebelah ibu nya. "kalau begitu aku pulang dulu kak!!" , "mengapa buru buru??" , "aku harus mampir ke tempat butik obasan" , "bukannya butik itu ia berikan padamu" , "aku tidak berhak kak, itu milik Midori!" , "tapi bukannya paman Arata sudah membeli nya" , "tidak kak, papa hanya memberikan suntikan dana saja, setelah butik bibi Kirei juga dipermainkan paman Ryota, ah sudahlah jangan bergosip, baiklah aku pulang dulu kak, besok aku akan mampir lagi setelah menjemput by pulang sekolah" maha menciumi pipi merah milik bayi perempuan mungil yang sedang meminum asi itu, "hati hati maha"


"by.. ayo pulang" maha mencari keberadaan putranya dimana lagi kalau bukan di kamar, Ryuzaki, "kau akan kembali hime" , "iya Ryu aku harus ke butik obasan Kirei"


"ayo aku antar" , "tidak usah, ada sopir yang akan menjemput" , "biarkan sopir menjemput kalian di butik"


akhirnya maha mengalah karena akan percuma jika ia berdebat dengan Ryuzaki. sudah lima tahun Ryuzaki mendekati Maha. walaupun Ryuzaki tau jika maha memiliki anak dari suaminya terdahulu.


Ryuzaki tidak pernah perduli, apalagi ia begitu menyukai haru anak kecil yang selalu bersama nya selama empat tahun ini. sebenarnya Ryuzaki sudah bertunangan dengan Midori Putri dari bibi Kirei, adik dari papa Arata, namun Ryuzaki tidak begitu peduli dengan Midori, padahal mereka sudah bersama sebelum Maha datang.

__ADS_1


Ryuzaki menyayangi Midori karena menganggap nya sebagai adik, namun akhirnya Ryuzaki dijodohkan dengan Midori setelah mengetahui maha telah menikah dan mengandung, walaupun paman Ryu tidak pernah peduli karena menyukai maha semenjak mengenal maha. Ryuzaki mulai menyukai Midori beberapa bulan terakhir ini.


karena maha yang selalu menolak, hati kecil nya masih mengharapkan Oliver mencarinya, walaupun rasa sakit hati nya jika mengingat oliver lebih memilih Alisia wanita jahat itu.


maha selalu mengenal kan sosok oliver Dimata Haru sebagai Daddy nya, karena maha masih memiliki potret potret kebersamaan mereka.


"turunkan aku disini aku akan membeli cake terlebih dahulu" , "aku antar" , "Ryuuuu" , "himeeee" , "hentikan bodoh" , "hahahaha...." Ryuzaki tertawa terbahak bahak.


akhirnya mereka turun di Depan toko kue yang menjual cheese cake kesukaan Maha yang sekarang menurun pada anak laki laki nya siapa lgi jika bukan haru.


Setelah membeli beberapa potong cake maha keluar bersama Ryuzaki yang sudah keluar terlebih dahulu bersama haru"


mereka bertiga berjalan menyebrangi jalan yang saat itu lampu hijau khusus untuk penyebrang, disaat bersamaan mobil yang ditumpangi oliver dan juga Hanz berhenti Walaupun tidak di Depan.

__ADS_1


"tuan itu nona maha" teriak Hanz, Oliver seketika langsung keluar dari mobil, ia mengejar maha yang berjalan memasuki butik dimana kemarin Hanz berbelanja pesanan Diandra.


"Ryu... aku ke akan ke toilet dulu, ayo by kamu belum buang air kecil dari tadi" , " mom aku tidak ingin buang air kecil" , "by jangan suka menahannya, ayo" , maha menarik tangan haru, ia tahu putra nya suka sekali menahan buang air kecil, ia harus dipaksa, maha berjalan kesamping ke arah kamar mandi, oliver mengikuti maha hingga masuk ke butik namun oliver kehilangan jejak, apa lagi sikap ramah tamah pramuniaga di toko ini, menghambat nya. ia melangkah kan kaki ke dalam mencari cari keberadaan Maha


__ADS_2