Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Terlalu baik


__ADS_3

ketika didalam taksi ia membuka ponsel milik nya, Maha mendapati satu pesan dari oliver. ia tersenyum ketika membuka pesan tersebut.


*datanglah malam ini di rumah makan favorit kita, aku meninggalkan berkas surat perceraian kita, tanda tangani lah dan bawa lah berkas itu*


*******


"ma.. maha pergi dulu ya" , "hati hati nak, kamu harus kuat!!" , "tenang saja mama, maha baik baik saja, bukannya ini keinginan maha, berpisah dengan oliver, lagi pula Oliver kan hanya bertahan untuk anak yang maha kandung, sekarang dia tidak ada, sudah sepantasnya kami bercerai bukan?"


Maharani tersenyum kemudian memeluk putri semata wayangnya. 'mama akan membawa mu pergi jauh setelah ini nak' batin Maharani.


maha segera menaiki taksi pesanan nya, menuju rumah makan favorit mereka, entah apa yang ada di otak oliver apakah dengan mereka berpisah dirumah makan favorit mereka itu akan menjadi kenangan yang harus dilupakan.


maha segera turun dari taksi, ia berjalan masuk ke rumah makan, "nona maha anda sudah ditunggu tuan oliver" ucap pelayan yang ada di depan pintu. "ditempat biasa?" tanya ku, "iya nona betul sekali, mari saya antar" , "tidak perlu aku bisa sendiri, terima kasih" ucapku aku pun berlalu dan berjala ke meja favorit kami.


belum sampai di meja itu, aku melihat seorang wanita dengan dres pendek memperlihatkan lekuk tubuh nya berjalan ke arah yang aku tuju.


'bukan kah itu Alisia, mengapa ia disini?' batin Maha, maha mengikuti Alisia ternyata ia juga menuju ke arah meja kami, Oliver sudah duduk di sana, dengan hiasan lilin dan juga sebuah buket bunga mawar merah dan putih ukuran jumbo, bunga favorit ku.

__ADS_1


apa maksud nya ini posisi duduk oliver yang membelakangi ku membuat nya tidak tahu kedatangan ku.


Alisia datang ia langsung menciumi pipi oliver, oliver sendiri dengan segera berdiri dan Alisia memeluk tubuh oliver. 'jadi ini yang ingin ia perlihatkan, oliver benar benar akan kembali pada Alisia setelah bercerai dengan ku, pantas saja Alisia tidak pernah masuk penjara, dan oliver selalu melindunginya, padahal wanita jahat itu sudah membunuh anak kami.


Tanpa terasa air mata maha mengalir di sudut matanya. 'aku baik baik saja, aku akan baik baik saja, aku harus kuat' batin Maha, ia segera membalikkan tubuhnya, dan menghampiri seorang pramusaji yang datang membawa minuman, 'lihat saja bahkan para pelayan sudah menyiapkan minuman setelah wanita itu datang.


"mbak.. saya minta tolong berikan amplop ini kepada tuan oliver" ucap Maha, "baik nona kebetulan saya akan mengantarkan minuman ini" ucap pramusaji tersebut


*******


Maha sampai dirumah, saat itu ia melihat ada satu koper lumayan besar milik Maharani ada di ruang tamu.


"kamu sudah kembali sayang" , "ma itu koper untuk apa?" tanya maha, "kita akan pergi dari rumah ini, saatnya kita kembali ke rumah papa mu, mama menyayangkan keputusan Oliver, padahal Oliver bilang apapun yang terjadi ia akan bertahan dengan mu selamanya, ia juga mengatakan bila ia mencintai dan menyayangi mu"


"mama tidak usah percaya perkataan oliver, ia berkali-kali mengatakan cinta dan sayang tapi berkali kali juga ia menyakiti hati Maha, di rumah makan itu maha sudah janjian dengan alisia, wanita itu ada disana sebelum maha datang, maha akan mengikuti mama kemanapun mama pergi" ucap maha ia memeluk tubuh Maharani dan menangis sesenggukan.


'arata kamu harus bertanggung jawab untuk semua penderitaan yang dialami putri kita' batin Maharani, "ayo kemasi barang barang mu, bawa seperlunya saja, kalau ada yang tertinggal beni akan mengirimkan nya" ucap Maharani.

__ADS_1


maha berjalan menuju kamar nya, ia mengepak pakaian miliknya, dan memasukkan beberapa potong baju yang biasa ia gunakan. kemudian keluar dari kamar dan menemui Maharani.


"sudah siap" ucap Maharani, maha mengangguk kan kepala nya, ia menyeret keluar koper milik nya. diluar sudah ada mobil yang menunggu mereka.


"kita kemana ma?" , "kamu akan tau sendiri" ucap Maharani. mereka segera menuju bandara.


*******


sementara itu di restoran Oliver menunggu kedatangan Maha, ia memegang sebuah buket bunga mawar merah dan putih kesukaan istrinya itu. malam ini mereka akan bercerai.


Oliver menangkap suara langkah sepatu, namun tiba tiba ia mendapat kan sebuah ciuman di pipi, ia segera berdiri tau tau wanita itu memeluk tubuh nya.


"aku merindukan mu sayang" ucap Alisia. ia melirik kearah luar pintu dimana maha melihat ia dan oliver berpelukan, ia memberikan senyum nya pada Maha.


Oliver terkejut mendapati Alisia yang sedang memeluk tubuh nya bukan Maha.


"Alisia apa yang kamu lakukan disini" teriak Oliver ia mendorong tubuh Alisia, "aku tau hari ini kalian bercerai, aku tau waktu Hanz mengurus surat perceraian kalian di Jerman, kamu masih mencintaiku dan menginginkan ku oliver!! aku tau itu"

__ADS_1


"wanita gila tidak tahu diri, berkali kali kamu menyakiti Maha, aku selalu mengampuni mu, tampaknya aku memang terlalu baik padamu" ucap oliver.


__ADS_2