
"siapa yang tidak bertanggung jawab, seharusnya kamu berkaca dahulu, apa kaca dirumah mu masih kurang besar hah?" tanya Maharani ia merenggangkan pelukan Arata, dan berusaha sekuat tenaga untuk menahannya dengan kedua telapak tangan nya saat Arata dengan kokoh memeluk tubuh nya erat.
Arata memcium bibir istrinya dengan gemas, ia tidak ingin mulut wanita di hadapan nya ini terus terusan saja mengomel.
"astaga papa apa yang kau lakukan ada Haru disini" byboy tertawa cekikikan melihat betapa paniknya sang mommy yang berusaha menutupi kedua matanya.
"mom.. kenapa mata by ditutup sih by gak bisa lihat" maha geram sekali melihat kelakuan papa nya yang benar benar sok romantis tidak mengingat usia.
Maha meminta Oliver menggendong tubuh byboy kemudian ia pun masuk ke kamar nya Dengan di Ikuti oleh Oliver setelah maha meminta nya untuk mengikuti nya. Oliver segera mengekori tubuh Maha.
"sayang kau membawaku ke kamar mu?" tanya oliver ia menatap sekeliling kamar Maha yang besar sekali sama seperti kamar mereka dahulu ketika berada di mansion milik keluarga Dalmiro.
"seperti nya sebentar lagi aku akan jadi almarhum, dibacok papa mu" ucap oliver, ia mengingat kejadian horor barusan saat Arata mengacungkan samudera milik nya.
__ADS_1
Maha menatap malas ke arah Oliver setelah mendengar perkataan oliver. 'kamu pikir aku akan membiarkan lagi kau meninggalkanku dan juga byboy, apalagi mungkin diperut ku sudah ada bayi karena kita melakukan nya pada waktu masa subur ku, dan kamu berkali kali menumpahkan ****** mu dirahimku' ucap Maha, namun hanya dalam hati saja, karena ia terlalu gengsi.
maha merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sedangkan byboy tengah asik belajar bersama Oliver, terlihat Oliver dengan sabar mengajari segala hal yang ingin diketahui oleh byboy, ia sesekali melirik maha yang tidur dengan posisi memunggungi mereka.
----------------------------------------------------------------------
sudah dua bulan sejak Oliver berpamitan kembali ke negara tempat kelahiran Maha, selama itu pula oliver hanya menanyakan kabar nya dan juga Byboy hanya beberapa kali dapat dihitung menggunakan jari.
hari ini maha merasa tubuhnya benar-benar lemas apalagi sedari pagi ia bolak balik ke kamar mandi, semua makanan yang masuk ke dalam mulutnya selalu ia Muntah kan lagi, sehabis mengantar byboy ke sekolah Kepala nya terasa berdenyut denyut.
"entah lah ma, badan ku rasanya lemas sekali dan kepala ku pusing..." maha berhenti ia mengingat ingat seperti nya ia sudah terlambat datang bulan, ia segera beranjak dari tempat tidur nya. ia meraih kalender duduk diatas nakas. astaga ini sudah lebih dari sebulan bahkan aku sudah terlambat dua Minggu lebih. ia mengingat ingat kejadian dirumah Oliver, sekarang ia ingat betul bahwa mereka melakukan hubungan suami istri ketika ia sedang masa subur, matilah aku, batin Maha.
Bila papa tau ia pasti akan membunuh Oliver, "maaaa.... " ucap maha ia menatap wajah cantik Ibu nya dengan wajah berkaca kaca, Maharani menatap bingung apalagi ketika maha memegang kalender. kini ia mengerti dan senyum bahagia merekah di kedua sudut bibirnya.
__ADS_1
"kamu hamil sayang" tanya Maharani, ia mengusap kedua pipi maha yang telah menjatuhkan bulir bulir bening dari kedua sudut matanya. maha mengangguk ragu ragu.
"maha belum tau ma" ucap maha ia menundukkan kepalanya. "kita ke dokter kandungan, ayo!!" Maharani menarik tangan Maha. maha pun turun dari ranjang nya dan mengikuti langkah kaki sang Mama ia menarik tas selempang dan juga handphone miliknya.
"kalian tergesa gesa mau kemana?" tanya Arata, melihat kedua wanita nya berjalan keluar rumah dengan langkah kaki yang panjang.
"ke dokter kandungan" jawab Maharani cuek, ia kemudian memerintahkan sopir pribadi nya untuk menyiapkan mobil.
Arata yang terkejut dengan jawaban Maharani segera berdiri dari duduknya dan berjalan cepat menyusul kedua wanita nya.
"mengapa ke dokter kandungan? si..siapa yang hamil" tanya Arata, apa kah istri nya tengah hamil diusia nya yang sudah setengah abad, ia Astaga apakah sprema ku begiy topcer hingga membuah kan hasil, ahhh.. tentu saja aku kan masih hebat dan perkasa, Arata tersenyum senyum sendiri membayangkan ia memiliki seorang bayi lagi.
Maharani menatap wajah suaminya yang senyum senyum sendiri seperti orang gila. lalu ia mencubit pinggang suami nya. "apa yang sedang kau bayangkan dasar aki aki mesum!!" teriak Maharani.
__ADS_1
"kau hamil sayang" tanya Arata dia memegang kedua pundak istri nya dan menciumi seluruh wajah istrinya, kemudian beralih ke bibir merah milik istri nya, lama ia menyesapinya. maha yang masih berada di antara mereka, hanya memutar matanya malas menatap sembarang tempat. kedua orang tua yang ia sayangi tersebut memang masih sangat romantis hanya saja mereka tidak tau tempat dan waktu. apalagi papa nya benar benar budak cinta sang Mama.
Ia pun menarik nafas panjang, ia merindukan suami mesum nya juga.