
"ayolah Alisia mengapa di otakmu hanya ada ************ saja, kamu itu perempuan seharusnya akulah sebagai laki laki yang meminta itu" ,
"Oliver aku mencintaimu sayang" Alisia pun memeluk manja tubuhOliver mengganggu aktivitas Oliver yang fokus dengan pekerjaan nya.
*********
Sebulan setelah resmi bercerai maha dan Oliver menyiapkan acara pernikahan mereka. acara akan diadakan di Jerman ditempat kediaman keluarga Dalmiro, atas permintaan maha dan juga Maharani karena Maharani mengetahui perjanjian surat pernikahan putrinya, sebenarnya Maharani begitu menentang hal itu, ia menginginkan putri satu-satunya menikah sekali seumur hidupnya namun apa boleh buat itu keinginan putri nya.
"apa kamu yakin dengan keputusan mu nak" ucap Maharani yang sudah sehat seperti sedia kala
"iya mama, mama tenang saja, maha tidak ingin menjadi aib untuk mama"
"maafkan mama nak gara gara mama kamu harus menjual dirimu"
"stop ma jangan bicara seperti itu, maha tidak menjual diri Maha, maha hanya menyewakan rahim maha untuk wanita malang yang tidak bisa hamil, ini bukan salah mama ini semua takdir dari Tuhan yang harus maha jalani untuk menolong Mama" Maharani memeluk tubuh putri nya, ia begitu cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih.
Mr and Mrs Dalmiro sempat memarahi Oliver karena acara pernikahan itu hanya dilakukan secara sederhana tidak untuk publik. namun karena permintaan calon menantu nya yang beralasan tidak ingin kelelahan melayani tamu undangan akhirnya kedua orang tua itu pun hanya meng iyakan. walaupun ada rasa kecewa dihati mereka mengingat mereka benar benar telah menyayangi calon menantu nya apalagi ada cucu dalam rahim tersebut.
********
Seminggu setelah acara pernikahan mereka, akhirnya maha mengutarakan keinginannya untuk kembali ke negara nya dan melanjutkan kuliah nya. karena hanya tinggal tiga bulan lagi menurut perhitungan mama Maharani wisudanya pada waktu usia kandungan Maha kelak tujuh bulan kurang mungkin belum begitu terlihat, jadi maha benar benar akan mengejar wisuda tahun ini.
__ADS_1
"Oliver aku ingin segera pulang, aku harus mengejar ketinggalan mata kuliah ku" , "haruskan mengejar kelulusan tahun ini" , "aku sudah memperhitung kan nya, aku harus bisa lulus tahun ini, kemungkinan sebelum usia nya tujuh bulan aku sudah wisuda" ucap maha ia mengusap perut nya sendiri.
Oliver menatap perut maha ingin sekali ia mengusap perut maha yang sudah terlihat sedikit membuncit, namun ia tidak berani mengingat maha yang benar-benar menjaga jarak darinya, bahkan mereka yang terlihat tidur sekamar sebenarnya tidak. Oliver tidur di sofa meskipun tiap bangun tidur badannya terasa pegal semua namun ia mengalah demi anaknya.
"baiklah kita bicara kan ini pada mom and dad, ayo kita turun sarapan dulu" , seperti yang mereka rencanakan Oliver memeluk pinggang maha ketika keluar kamar untuk menunjukkan kepada orang tua nya bahwa mereka sudah saling menerima.
"good morning dad, mom" sapa Oliver mengecup kedua pipi orang tuanya, maha juga melakukan hal yang sama. Oliver segera menarik salah satu kursi yang berada di dekat mommy nya dan mempersilahkan maha duduk disana, sedangkan ia mengambil duduk diseberang maha duduk dekat dengan Daddy nya.
Oliver memulai membuka pembicaraan mereka disela sela sarapan. "dad, mom kami besok harus kembali ke Indo, maha ingin mengejar ketinggalan mata kuliah nya selama dua bulan ini"
"ohh.. my sweet heart mom pasti akan merindukan mu" , "maha juga akan selalu merindukanmu Mon, mom and dad bisa berkunjung nanti"
"hah..." maha melongo mendengar penuturan ayah mertua nya
"no..no..no... dad maha tidak mau tinggal di mansion Daddy disana, menyeramkan kalau maha harus tinggal disana sendiri apalagi Oliver akan sibuk dengan pekerjaan nya, maha akan tinggal dirumah maha saja"
"benar itu dad, Oliver akan menghubungi hanz agar membeli apartemen saja" , "mengapa kalian tidak ingin tinggal di mansion itu tidak ada yang kalian tutupi kan" , "apa maksud Daddy bicara seperti itu?" , "Daddy tidak akan pernah memaafkan mu jika sampai terjadi sesuatu pada menantu dan juga cucu daddy" ,
"Oliver akan selalu menjaga istri serta anak Oliver Daddy, maha tidak terbiasa dengan suasana rumah yang besar dan sepi, dirumah ini saja maha merasa tidak nyaman karena terlalu besar, apalagi di sana walaupun tidak sebesar mansion ini tapi tetap saja hanya aku dan maha yang menghuni nya para maid akan sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing"
"ya sudahlah kalau keputusan kalian seperti itu, dad and mom hanya mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua"
__ADS_1
********
Sepulang dari Jerman maha memilih kembali kerumah Mama nya terlebih dahulu, sedangkan Oliver menemui Alisia.
"sayang kamu yakin akan tinggal bertiga, mama sebenarnya tidak setuju dengan keputusan mu itu akan menyakiti mu nak"
"mengapa harus sakit ma, maha baik baik saja ma, lagipula kita menikah hanya status ma, tidak ada cinta diantara kami" , "mama tidak yakin nak kadang cinta itu datang disaat kita terbiasa dengan seseorang, sampai saat nya tiba mama tidak ingin kamu menyesalinya nak"
"mama tenang saja maha dan oliver jarang bertemu, kami akan sibuk dengan urusan masing masing ma, kami bertemu malam hari di waktu kami akan beristirahat dan tidur"
"terserah padamu nak, semoga anakmu tidak ingin selalu dekat dengan Daddy nya" , "kok mama ngomong nya gitu" , "tau gak dulu waktu Mama hamil kamu, mama tidak akan pernah bisa tidur kalau perut mama tidak dielus elus papa mu" terlihat mata mama yang berkaca kaca ketika mengingat kenangan tentang papa.
"maha akan baik baik saja mama, mama tidak perlu khawatir ini keputusan maha, Oliver juga berjanji tidak akan menyentuh maha, mama maafkan maha bukan maksud maha bermain main dengan pernikahan maha, mungkin ini takdir yang harus maha jalani"
"mama mendoakan mu nak semoga kelak kamu mendapatkan suami yang benar benar menyayangi mu sayang"
"terima kasih mama, maha ingin fokus dengan kuliah maha dulu dan juga baby ini" ucap maha ia menunjuk ke arah perut nya yang sedikit buncit itu "maha tidak akan menyerahkan anak ini kepada Oliver maupun Alisia. anak ini akan maha serahkan hak asuhnya kepada Mr and Mrs Dalmiro ataupun kepada mama, biarlah Oliver dan Alisia memiliki anak mereka sendiri, maha tidak ingin anak maha mempunyai ibu tiri seperti Alisia"
___________________________________________
Terima kasih atas dukungan like dan vote nya kepada Mahabbah dan Oliver 🙏🙏
__ADS_1