
"apa putraku baik baik saja dokter" tanya Mrs Dalmiro, "putra anda baik baik saja, hanya menunggu ia sadar" , "terima kasih dokter"
flashback
Hanz mengikuti jejak oliver melalui GPS yang terpasang di mobil serta arloji tuannya.
beberapa bodyguard keluarga Dalmiro juga selalu siaga.
ketika melihat ada kejanggalan rute jalan yang dilalui menyimpang, Hanz segera memerintahkan para bodyguard mencari keberadaan oliver untung saja saat itu sungai tidak dalam karena air sungai yang surut.
hingga memudahkan pencarian Oliver, sedang kan Oliver sendiri sebelum jatuh ke sungai, ia langsung menggunakan kursi lontar darurat hingga dia terlempar hingga ke pinggiran sungai.
(yahhh... emang pesawat Thor... )
(eelah.. Bambang suka suka author lah mau nulis gimana, yang penting asyik)
"maha.." kata pertama yang ia ucapkan ketika sadar, Mrs Dalmiro begitu bahagia melihat putra nya sadar. Mr. Dalmiro beserta Hanz sedang mencari keberadaan Maha dan juga Maharani yang hilang seperti ditelan bumi.
"bagaimana keadaan mu nak?" , "mom.. aku ada dimana? dan dimana istri ku?"
__ADS_1
"kamu ada di rumah sakit nak" , "Maha... ada dimana mom?" , "tenang saja, dad sedang berusaha mencari keberadaan istri mu"
"maha salah paham lagi mom, mengapa aku selalu menyakiti hati nya mom!! berapa lama aku dirumah sakit?" , "ini hari ke lima mu nak, tenang kita pasti bisa menemukan istri mu"
*******
"perkenalkan tuan Ryu ini istriku Maharani dan juga putriku Mahabbah" ucap Arata mengenal kan Maharani dan juga Maha. Arata mengajak Maharani beserta Maha menghadiri acara anniversary pernikahan Ryu Yashuhiro.
"lihatlah bagaimana mungkin anda tiba tiba memiliki istri dan putri sebesar ini? tanpa tercium organisasi Yakuza" ucap Ryu
"hahahaha...." Arata tertawa puas, "tentu saja aku menyembunyikan mereka" ucap nya lagi.
"Ryuzaki kemari kau anak nakal" ,ucap Ryu memanggil putra sulung nya. "ya Chichi ada apa" , "kemarilah temani putri tuan Arata berjalan jalan" , "pa..ma.." bisik Maha.
"tuan.. putri ku seperti nya terlalu takut dan pemalu dengan orang baru" , "hime... bagaimana kamu bisa jadi gadis penakut, papa mu orang penting di negara ini, jadi jangan pernah menjadi seorang penakut, akan banyak orang yang melindungi mu, dan putra ku pasti bisa menjagamu dengan baik" ucap Ryu, dia begitu menyukai Maha.
"aku akan menjadi kan nya menantuku" bisik Ryu kepada Arata, Arata tertawa "biarkan mereka saling mengenal tuan"
"hai.. kenalkan aku Ryuzaki" , "Maha" , "mau jalan jalan?" maha menatap ke arah Maharani yang pinggang nya tidak pernah lepas dari pelukan papanya. Maharani mengangguk, mengisyaratkan semua nya baik baik saja.
__ADS_1
Maha mengikuti langkah kaki Ryuzaki, "kau masih sekolah?" tanya Ryuzaki. "tidak aku fresh graduate, sarjana" , "wowww... seperti nya kamu masih begitu muda, berapa usiamu" , "dua puluh tahun" , 'jurusan apa yang kau ambil?" , "manajemen keuangan" , "kau ingin bekerja" , "seperti nya iya, papa meminta ku untuk bekerja membantu nya di perusahaan nya"
"tidak ku sangka ojisan Arata memiliki anak gadis sebesar mu, aku sudah mengenal paman sejak umur lima belas tahun" , "ya papa meninggalkan kami ketika aku berumur sepuluh tahun jadi kami terpisah selama sepuluh tahun" , "tidak tidak ojisan pasti memiliki alasan hingga meninggal kan kalian, aku lihat ojisan begitu posesif kepada obasan, lihat lah tangannya tidak pernah melepas kan pinggang obasan" ucap Ryuzaki ia menunjuk ke arah papa yang memeluk pinggang mama. aku tersenyum melihat kemesraan kedua orang tua ku.
"hai.. tidak kusangka senyuman mu sungguh menawan" ucap Ryuzaki ia menatap kearah wajah Maha, seketika wajah maha memerah menahan malu.
"seperti nya anda perayu ulung tuan" ucap maha tanpa berani menatap kearah wajah Ryuzaki. 'oliver apa yang sedang kamu lakukan sekarang? apa kamu sudah menikah w wanita jahat itu?' batin Maha, wajah nya kembali ditekuk, kepala nya benar benar pusing sekali.
"hai hime... Kenapa wajah mu pucat, apa kau tidak enak badan" , "ah.. kepala ku sedikit pusing, aku tidak begitu menyukai keramaian, aku ingin kembali ke papa dan mama" , "baiklah hime aku akan mengantar kan mu ke ojisan dan obasan"
"wajah mu pucat sekali sayang ada apa?" tanya Maharani" , "kepala ku pusing ma, aku ingin pulang" , "sayang maha ingin pulang" ucap Maharani, "ada apa nak, oh.. tunggu wajahmu pucat sekali, kalian tunggu lah sebentar aku akan berpamitan pada tuan Ryu.
*******
lima tahun berlalu.
"sofu sofu.. lihat lah aku mendapatkan piala lagi" , terlihat anak laki laki berumur empat tahun berlarian mendekati Arata. "oh mago ku memang yang terbaik" , "by.. apa yang kamu lakukan bajumu kotor semua" teriak maha dari dapur, ia melihat tubuh putra nya penuh dengan lumpur, "mom... see aku mendapat piala besar sekali, aku menang judo mom"
"Minggu lalu kamu baru saja menjuarai Aikido, Minggu depan apalagi?, katakan pada mom kegiatan apa yang kamu sembunyikan dari mom" , "mom aku laki laki aku belajar beladiri agar bisa melindungi mu mom" , "tidak perlu merayu mom, sekarang bersih kan badanmu, lihat lah Ryu kau terlalu memanjakan nya" ucap Maha, Ryuzaki tertawa cekikikan.
__ADS_1
sedangkan Arata ia malah tertawa terbahak-bahak "papa.. mengapa papa malah membela Ryu, aku putri mu pa" , "tentu saja kau putriku satu satunya, dan haru adalah cucuku satu satunya" , "papa jangan ajari kekerasan pada by" , "dia anak laki laki hime jadi wajar ia berlatih bela diri" , "pa.. umur nya baru empat tahun, papa mengajarinya terlalu dini" , "hime.. tidak ada kata dini untuk penerus Yakuza" , "aku tidak bicara padamu Ryu jadi diamlah"