
"ayolah maha hanya kali ini saja, aku merasa bersalah padamu" , "ya udah deh, aku suruh sopir nya pulang dulu ya" maha segera mengambil ponsel nya, iya meng hubungi sopirnya agar pulang terlebih dahulu.
"mau makan apa?" tanya Alex, "apa aja deh kak" , "ibu hamil biasanya gak suka yang amis amis ya?" , "gak juga sih kak, Maha gak terlalu memilih makanan, baby nya gak begitu rewel, misalkan mual juga masih bisa ditahan"
"Oliver sibuk sekali ya?" , "yah begitulah kira-kira kak, soalnya kalau pulang pasti diatas jam sepuluh sedangkan maha jam sembilan aja udah ngantuk berat"
Alex pun memilih berhenti di restoran Italia langganan nya, Alex dan Maha berjalan beriringan. Maha tetap menjaga jarak ketika berjalan dengan Alex dia tidak ingin terfoto paparazi yang iseng dan bisa bisa membuat skandal untuk nya dan Alex.
maha segera meraih buku menu yang diberikan oleh pelayan "kak boleh maha memesan semua makanan disini" ucap maha , karena dia memang pecinta dengan masakan Itali, lidahnya cocok dengan masakan itu.
maha pun memesan beberapa makanan yang ada di menu "Miss saya pesan lasagna, pasta carbonara, classic tiramisu dan gelato" , "baik nyonya ditunggu" , "saya kopi hitam tanpa gula" , "baik tuan ada yang lain" , "tidak itu dulu" , "permisi silahkan ditunggu pesanannya" pelayanan itu pun pamitan.
"berapa usia kandungan mu" , "oh.. 19 Minggu kak hampir lima bulan, oh ya kak Elma dan si kecil Marbella apa kabar?" tanyaku, "mereka baik baik saja kemungkinan bulan depan mereka kemari aku ingin mengenal kan Marbella pada negri cantik ini" , "kak Alex menetap disini" , "tentu tidak Maha, hanya saja proyek kali ini agak lama mungkin bisa sampai setahun disini" , "oh...."
mereka berdua pun menyantap makanan yang sudah dihidangkan, sebenarnya bukan mereka maha lah yang menyantap hidangan makanan karena Alex hanya minum, Alex memperhatikan bagaimana cara Maha makan, membuat ia tersenyum. "makan belepotan gini aja bisa bikin gemas bagaimana bila aku bisa menikmati nya" batin Alex.
*******
sementara itu di rumah sakit, sepeninggalan Maha, dokter Hannah menghubungi Oliver.
*ya dokter bagaimana keadaan maha dan juga baby ku* , *dia sehat dan aktif sekali* dokter Hannah mengirim gambar hasil USG maha kepada Oliver. *apa jenis kelamin nya Dok* , * kemungkinan besar laki laki, tapi saya belum yakin seratus persen, karena baby nya malu malu gak mau memperlihatkan **** ***** nya* , *hahahaha... apa maha sudah pulang dok* , *mungkin masih antri obat* , *terimakasih dokter atas infonya* ,
*oh.. ya pak Oliver sebaik nya anda menyempatkan waktu untuk menemani maha memeriksa kandungan, beri dia semangat, pasti sangat berat bagi Maha hamil disaat ia belum siap bahkan ia hamil sebelum melakukan hubungan suami istri*
*baik dokter akan saya coba untuk lebih memperhatikan Maha*
__ADS_1
dokter Hannah pun mengakhiri panggilan telepon nya.
*******
Oliver segera menyelesaikan pekerjaan nya yang sedari tadi malas malasan ia mengecek nya, namun sekarang dengan semangat ia menyelesaikan pekerjaan nya.
ia ingin bergegas kembali ke rumah, ia harus berani mulai bicara dengan Maha bagaimana pun demi baby mereka. Oliver mampir di sebuah toko bunga ia membeli buket bunga mawar merah dan putih. mungkin langkah awal nya untuk meminta maaf, atau ia membelikan cincin, coklat untuk Maha. ahhhhh mengapa dia jadi seperti ABG yang sedang jatuh cinta. Oliver tersenyum sendiri menatap buket bunga yang kini ia taruh di dasbor mobil.
Ketika ingin masuk ke pekarangan rumah, ia melihat sebuah mobil tidak asing baginya, ya itu mobil milik Alex, untuk apa dia kemari batin Oliver.
Betapa terkejutnya oliver melihat siapa yang dibukakan pintu oleh Alex. Maha keluar dari mobil Alex dengan tertawa terbahak-bahak. mereka tampak asik berbincang bincang. Oliver merasakan sakit di ulu hatinya. ia benar benar marah melihat maha dekat dengan Alex, apa sekarang maha mau balas dendam karena kemarin ia mabuk di antarkan Oleh Alisia.
Tidak aku tidak boleh kalah dari Alex, ia sudah merebut Alisia tidak akan pernah aku biarkan Alex merebut Maha dariku, maha milikku seorang. Oliver memajukan mobilnya ia memasuki halaman rumah mensejajarkan mobil nya dengan mobil Alex.
padahal nyata nyata kejadian Alex tidur dengan Alisia belum mereka selesai kan bahkan tidak ada niatan sedikit pun dari Alex untuk minta maaf. Sekarang dengan beraninya dia mengantarkan Maha pulang.
"ayo Lex mampir dulu, makan malam bersama" , "oh.. maafkan aku Oliver aku baru saja makan malam bersama Maha, kapan kapan saja aku mampir kemari lagi, aku pamit dulu ya Maha, oliver" , Maha menatap Oliver dengan perasaan bersalah, tidak biasa nya Oliver pulang lebih awal.
"maafkan aku oliver, aku tidak tau kamu pulang awal" , "tidak apa apa sayang, ayo kita masuk" ia menyerahkan buket bunga kepada maha dan mencium kening Maha.
oliver pun memeluk pinggang Maha dan mengajak nya masuk, ia menghiraukan keberadaan Alex, dan dengan sengaja memperlihatkan kemesraan didepan Alex ia ingin memperlihatkan bahwa wanita yang ia peluk saat ini adalah miliknya seorang.
Alex menatap berang ke arah Oliver, apa apaan maksud nya pamer kemesraan, batin Alex, ia pun segera masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan kediaman Oliver, dengan wajah merah padam menahan emosi.
Disisi lain Maha kebingungan dengan perlakuan Oliver, sampai di dalam rumah Oliver belum juga melepaskan pelukannya. bahkan Oliver membawa maha sampai ke kamar mereka.
__ADS_1
"o.. Oliver untuk apa buket bunganya" , "tentu saja untuk mu, selamat atas kelulusan mu, maaf kalau terlambat" , "kamu tau hari ini aku sidang" , "iya.. dan maaf aku tidak bisa hadir" , "oh... tidak apa-apa, aku tau kamu sibuk" , "mau aku siapkan air panas untuk mandi" , "tidak usah, duduk dan istirahat lah aku tidak mau kamu kelelahan"
Maha hanya menurut walaupun ia bingung dengan perlakuan Oliver. yang dirasakan begitu manis. Oliver segera memasuki kamar mandi, sedangkan Maha menyiapkan pakaian ganti untuk Oliver, setelah itu ia turun untuk membuat makan malam untuk Oliver.
"ibu ngapain" tanya Nora, seperti nya para maid dan penjaga sudah selesai makan malam. "oh ya Nora kamu masak apa, tolong panas kan makanan nya untuk Oliver ya" , "baik Bu"
Sementara dikamar Oliver yang selesai mandi segera berganti pakaian rumahan yang disiapkan Maha, "apa dia sudah tidak marah padaku, kenapa dia biasa saja ketika kuperlakukan seperti itu tadi" batin Oliver, ia segera keluar kamar untuk mencari Maha.
"apa yang sedang kamu siapkan Maha?" , "bukan nya tadi kamu ingin makan, aku menyuruh Nora untuk memanaskan makanan" , "tunggu lah sebentar" ucap maha lagi.
maha menyiapkan makan malam untuk Oliver dia menuangkan beberapa masakan yang dimasak para koki.
Oliver terlihat makan dengan lahapnya, ditemani maha yang sedang asyik dengan es cream Nya. terdengar suara bel dari pintu, Nora yang sedang dibelakang segera berjalan dengan cepat membukakan pintu.
Oliver selesai makan, ia mengajak maha ke ruang tamu untuk melihat siapa tamu nya.
"tuan maaf ada nona Alisia datang mencari tuan" , "Maha pun melepaskan tangan oliver yang berada di pinggang nya, ia bergegas naik ke kamar "aku ke kamar dulu Oliver, permisi" , "tu..tunggu dulu Maha temani aku" , "tidak oliver perut ku mual... " maha bergegas naik keatas menuju kamar nya.
___________________________________________
Jangan lupa like 👍🏻 setelah membaca 😍😍
dan juga tekan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
mari beramal dengan Vote mu 😘😘😘 yang banyakkkk 😅😅😅
__ADS_1