
"lalu apakah kamu sudah menerimaku" ucap oliver, ia menaik turunkan alisnya, "jangan bermimpi" , "bukan kah kau dengan suka rela melayani ku" , "kau.. yang memaksaku" , "hei.. bukankah kau yang paling menikmati nya" , Oliver makin menggila menggoda Maha, yang memalingkan wajahnya ke arah lain.
"ayo sweetie aku hanya membutuhkan pengakuan mu saja, untuk papa aku rasa asalkan kau membantu ku papa akan setuju" , "aku heran mengapa kau tidak pernah merasa bersalah sama sekali padaku, apa kah kau memang senang mempermainkan ku" ucap Maha.
"sweetie jangan pernah berfikir atau mengatakan hal itu lagi, tidak tahu kah kau betapa aku seperti orang gila selama lima tahun terakhir ini disaat kehilangan mu"
"aku berusaha mencari mu diseluruh Indonesia bahkan sampai ke suku pedalaman dan hutan"
"kau mencari ku di hutan?? kau pikir aku orang hutan" , "hei kau bukan orang hutan nyonya tapi kau seekor singa" ,ucap oliver.
"tahukah kau mom sampai ingin mengajak ku ke acara rekan nya hanya untuk menjodohkan ku" lanjut oliver, "malam itu setelah Kita resmi bercerai aku juga ingin melamar mu secara resmi dan mengumumkan pada dunia kita akan menikah"
"kau berbohong malam itu aku datang tapi aku melihat kau bermesraan dengan wanita jahat itu"
"sweetie... aku tidak tau itu Alisia, aku pikir kau yang datang dan memcium ku, aku terkejut ketika melihat ternyata itu Alisia dan ketika aku berdiri ia malah memelukku, aku mendorong tubuh nya menjauh dari ku"
"bukankah kau membalas pelukan nya??" tanya Maha, "aku?? aku membalas pelukan nya?? sayang aku tidak sebodoh itu untuk mengulangi kesalahan yang sama, dan percaya kepada nya!!"
"a..aku.. aku tidak percaya" , ucap Maha, "bagaimana mungkin kau percaya karena kau hanya melihat sepotong kejadian tanpa melihat kelanjutan dari cerita nya!!" balas oliver. "aku mencintaimu Maha sungguh aku mencintaimu bahkan sebelum kamu sadar bila aku mencintaimu"
__ADS_1
"papa tidak akan memaafkan mu karena telah menelantarkan ku dan juga Byboy" , "mengapa kamu tidak kembali saat tau dirimu hamil Byboy" tanya oliver.
ia kini memeluk tubuh Maha yang masih polos tanpa menggunakan sehelai benang pun hanya ada selimut sebagai pembatas.
"untuk apa aku kembali" ,...
"mommmmm... dadddddd...." , "Astaga Byboy aku belum menggunakan pakaian ku" ucap maha ia kelabakan mencari pakaian nya yang entah dibuang kemana oleh oliver.
Oliver tersenyum menatap maha yang kelabakan, "berbaring lah, aku yang akan mengurus Byboy" oliver mengecup kening Maha lalu ia beranjak dari ranjang dan membawa nampan yang sudah kosong hanya menyisakan piring dan gelas.
"hai.. boy!!" , "Daddy dimana mom??" , "mom tidur lagi, mommy lelah ayo kamu tidur bersama dengan daddy"
"by ingin melihat mommy" , "ok tunggu sebentar" oliver menyerahkan nampan ditangan nya dan memberikan nya pada maid yang mengikuti byboy.
Oliver menggendong tubuh byboy ke kamar sebelah nya, dan ia menidurkan anak itu diatas ranjang yang sebelumnya ditempat i oleh byboy tidur.
tidak butuh waktu lama byboy sudah terlelap dalam tidurnya. Oliver menyelimuti tubuh kecil itu lalu meninggalkan nya disana.
Oliver turun kembali menuju tempat dimana Hanz masih setia menunggu nya.
__ADS_1
"Hanz kau tidur lah terlebih dahulu, aku akan menemui azura" ucap oliver, ia menepuk pundak sekertaris setia nya itu.
*******
"azura sebaiknya kalian kembali, maha dan byboy tidur di rumah ini" ucap oliver ia duduk disebelah azura yang duduk di kursi yang tersedia sekitar taman.
"tidak bisa, bila saya kembali tanpa nona dan tuan muda kecil maka tuan Arata akan memarahi saya" ucap azura ia berdiri menegakkan tubuh nya ketika Oliver duduk disebelah nya.
"mereka berdua baik baik saja, mereka lebih berharga dari pada nyawaku sendiri, aku akan menjaga mereka" , "tidak tuan terima kasih, tapi maaf saya tidak bisa kembali sendiri an tanpa nona dan tuan muda kecil"
*******
sementara itu dikediaman Arata, tampak Arata memasang wajah garang ia benar benar marah mengetahui anak dan cucunya tidak kembali dan bahkan menginap di rumah laki laki yang dianggap nya tidak bertanggung jawab.
"sayang berhenti lah mondar-mandir seperti setrika an" ucap Maharani kepalanya benar benar pusing melihat suaminya yang berjalan mondar mandir di depan nya.
"tidak kah kau khawatir jika maha dan haru bersama laki laki tidak bertanggung jawab itu" ucap Arata ia berhenti sejenak kemudian berjalan kembali.
"dia bersama dengan oliver ayah dari haru apa yang salah, ayo sekarang kita tidur aku sudah mengantuk" ucap Maharani ia menarik lengan suaminya agar masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"aku akan tidur asalkan kau memberikan ku jatah double malam ini" , "kau orang tua mesum tidak ingat umur, jangan salah kan aku jika pinggang mu sakit lagi" ucap Maharani ia meninggal kan Arata yang kemudian mengikuti nya.
"Sayang kau menghinaku, aku bahkan masih mampu membuat mu tidak bisa bangun besok pagi" ucap Arata yang mengekori tubuh Maharani. "bukti kan saja" ucap Maharani ia masuk ke kamar dan diikuti Arata.