
"tapi aku benar benar merasa khawatir meninggalkan mu dirumah sendiri" memang benar apa yang Oliver rasakan saat ini, ia begitu ingin selalu berada disamping maha ingin selalu menjaganya.
"bukankah saat ini seharusnya kamu menjelaskan kepada istri mu tentang masalah ini" ucap Maha ia kini sudah tidur diatas kasur nya.
"Astaga aku melupakan Alisia, maafkan aku maha sungguh aku tidak ingin ada yang terluka di antara kalian berdua kalian begitu berharga bagi hidup ku" oliver kemudian menyelimuti tubuh Maha, "aku akan menambah beberapa body guard untuk mu, baik baik lah dirumah sendiri dan jangan khawatir tentang mama mu ia baik baik saja di rumah sakit, sore nanti aku akan antar kamu menjenguk beliau" oliver kini meninggalkan maha di kamar nya.
**********
Alisia Pov
Sementara di apartemen Alisia sudah membanting apa saja yang ada didalam kamar nya dan Oliver, Nora yang mendengar nyonya nya mengamuk hanya berani berdiri didepan pintu masuk, ingin rasanya dia pulang namun belum saatnya dia pulang. Nora hanya datang seminggu tiga kali ke apartemen Oliver tugasnya hanya membersihkan apartemen itu.
"Oliver kamu keterlaluan bisa bisanya kamu memilih wanita itu, aaarrrgggghhhhh....." habis semua barang-barang yang ada diatas meja riasnya, botol parfum pecah, dimana mana terdapat pecahan beling. "wanita ****** wanita sialan berani beraninya dia kepadaku, aku kira dia wanita lemah, jadi aku memanfaatkan nya"
ia segera memegang ponsel nya dan menghubungi seseorang *Alex aku butuh dirimu saja ini, kamu ada dimana* *.........* *baiklah aku ke hotel sekarang*
Alisia segera menuju ke hotel tempat dimana Alex Dalmiro kakak ipar nya menginap.
"hello honey what happen? mengapa wajah mu sembab seperti ini" tanya Alex, ia menatap wajah Alisia adik ipar nya yang sedang gusar.
"Alex aku butuh kamu saat ini puaskan aku" Alisia segera menyerang Alex penuh naf**, ia benar benar emosi dan ingin membalas perbuatan Oliver.
Alisia langsung melepaskan semua kain yang menempel ditubuhnya menyisakan kain segitiga yang menutupi **** ***** miliknya. Alex mulai mengimbangi permainan brutal Alisia
"stop honey biar aku yang bekerja kamu diam dan nikmati saja ok" ucap Alex lembut ditelinga Alisia, Alex pun memainkan nip*** milik adik ipar nya tidak ada bagian dari tubuh Alisia yang luput dari belaian tangan serta mulut Alex membuat seluruh tubuh Alisia panas bahkan dinginnya kamar karena AC tidak lagi mempan ditubuh keduanya, hingga desahan serta nikmat yang mereka rasakan dan diakhiri dengan lengguhan yang panjang. masih dengan nafas yang tidak teratur dan keringat yang membanjiri tubuh keduanya, Alex menyelimuti tubuh bu**l mereka berdua dengan tetap memainkan ni***e Alisia
__ADS_1
"Alex puaskan aku lagi Alex kamu memang yang terbaik Alex, seharusnya aku lebih dulu mengenal mu dari pada Elma istrimu, aku benar-benar membutuhkan mu sayang"
"hanya memuaskan mu itu hal yang mudah sayang, katakan apa yang sebenarnya terjadi, apa ada masalah dengan pekerjaan mu? atau adikku membuat ulah? katakan hmmm...." masih dalam keadaan bu**l Alex membelai lembut rambut panjang Alisia setelah usai per**** mereka.
"Oliver dia menghamili wanita lain dan ia membawa wanita jal**g itu ke apartemen kami, bahkan ketika aku bertengkar dengan wanita jal**g itu Oliver tidak menenangkan ku tapi ia malah mengejar wanita itu"
"aku tidak percaya bila adikku yang begitu cinta matinya dengan mu bisa berselingkuh dengan wanita lain apalagi sampai wanita itu hamil, sungguh ini bukan watak seseorang Oliver" jawab Alex ia benar benar tidak percaya bila adiknya menghamili wanita lain, sedang kan Dimata Alex oliver adalah laki laki setia.
"kau bahkan tidak percaya padaku, Oliver sendiri yang mengatakan bila wanita itu tengah mengandung anaknya"
"mungkin saja Oliver ingin memanfaatkan wanita tersebut untuk melahirkan anak, karena mom and dad begitu menginginkan cucu dari Oliver"
'sebaik nya aku berbohong saja pada Alex, aku tidak akan mengatakan padanya bahwa. wanita sialan itu adalah orang yang aku bayar untuk mengandung anak ku' batin Alisia
*********
"Nora dimana istri ku" , tanya oliver ia masuk ke dalam kamar miliknya yang kini sedang dibersihkan oleh Nora
"maaf tuan nyonya pergi dia menelpon seseorang menyebut nama Alex" ucap Nora ia menjelaskan kepada tuannya.
"Alex" , "ya tuan nyonya menyebutkan nama Alex dan menyusul ke hotel hanya seperti itu yang saya dengar"
"terima kasih Nora tolong bersih kan kamar buang semua yang dibanting Alisa" Oliver memberikan beberapa lembar uang ratusan kepada Nora "anggaplah bonus, terima kasih bila selesai kau boleh pulang" ,
"terima kasih banyak tuan, atas kebaikan mu" ucap Nora.
__ADS_1
*Alex.. apa Alisia bersamamu aku akan ke hotel tempat mu menginap* oliver menghubungi kakak nya.
*Ya Oliver Alisia bersama ku tapi kami tidak di hotel aku sedang mengajaknya berkeliling menghibur nya, biarkan dia bersama ku dulu bila sudah tenang aku akan mengantar kannya ke apartemen, ada apa dengan mu Oliver bagaimana bisa kamu menghamili wanita lain*
*maaf Alex aku merepotkan mu, aku akan menunggu kalian di apartemen dan akan dijelaskan agar tidak ada kesalahan pahaman lagi*
'Astaga Alisia semoga kamu memahami posisiku sayang, aku merindukan mu' Oliver hanya bisa menarik narik rambut nya sendiri, kepala nya benar benar kosong tidak mampu berfikir lagi.
bagaimana aku menjelaskan kepada daddy dan juga mommy bila ada wanita lain yang sedang mengandung anak ku, darah daging ku, penerus keluarga Dalmiro.
Dad, mom maafkan aku yang tidak pernah mendengar nasihat kalian berdua, oliver kini bergegas kembali ke perusahaan, ia benar benar melupakan pekerjaan nya, perusahaan nya begitu kacau beruntung ia memiliki Hanz yang dapat ia andalkan untuk mengganti kan nya, dan Hanz yang selalu siap dan sigap menghandle segala keperluan oliver.
Hanz yang begitu cekatan dalam menghadapi masalah perusahaan jadi oliver tidak akan pernah bingung bila ia meninggal kan perusahaan sewaktu waktu. karena ia begitu mempercayai Hanz yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri karena memang umur Hanz lebih muda dua tahun dari pada oliver.
Ssmentara di apartemen milik Alex seusai telepon dari oliver, Alex melanjutkan pergumulan panas antara dirinya dan Alisia yang terpotong akibat telpon dari adik nya itu.
Alisia tidak pernah merasa melakukan kesalahan baginya, asal kan kebutuhan nya terpenuhi itu lah yang terpenting.
cantik, seksi dan menggoda itulah Alisia Jasmine Marshal terkenal dengan nama Alisia Marshal
___________________________________________
terima kasih atas dukungan like dan vote nya kepada Mahabbah dan Oliver
__ADS_1