Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
duplikat


__ADS_3

"auuuwww..." teriak Hanz ketika kakinya di injak anak kecil, "hai son kau harus minta maaf" ,ucap Hanz.


"paman lah yang harusnya minta maaf, paman menyiram baju ku lihat basah bukan" , "astaga maaf nak, paman tidak sengaja" , "tahukan paman mom akan memarahi ku lagi gara gara paman"


anak kecil itupun berlalu dari hadapan hanz. "hai son tunggu, aku akan membeli kan mu pakaian ganti" , "tidak perlu paman, sofu ku banyak uang, bahkan hotel ini milik sofu ku" , teriak nya.


"dasar anak sombong" umpat Hanz "ada apa dengan mu Hanz?", tanya oliver. "tunggu tunggu, bos... seperti nya aku melihat duplikat mu, Oliver junior" , "apa maksud mu, ayo segera pergi kita sudah berjanji bertemu dengan tuan Ryu" , oliver berjalan cepat menuju lift.


"tuan aku benar benar melihat anak laki laki mirip sekali dengan mu" , "bicara lagi ku potong bonus mu bulan ini"


"ayolah tuan, apakah anda menebar bibit sembarangan" , "kusumpal mulut mu Hanz"


"tapi tuan kan banyak sekali membuat skandal dengan wanita wanita seksi" , "aku membuat skandal agar maha kembali untuk memarahiku, aku tidak membuat skandal untuk menebar bibit ku dimana mana"


"maaf tuan, anak itu benar benar duplikat anda" setelah pintu lift terbuka Oliver berjalan cepat menuju ruangan tempat ia mengadakan meeting dengan clien nya.


"selamat datang tuan Dalmiro, tidak kusangka anda begitu muda, aku kira anda seperantara dengan Chichi ku" , "maaf tuan Ryu, saya lebih terkejut karena partner bisnis saya begitu muda"

__ADS_1


"anda salah seharusnya memang Chichi yang hadir, tapi maafkan ketidak hadiran Chichi karena ada keperluan yang mendesak, oneesan ku melahirkan"


*******


"senang sekali bisa bekerja sama dengan orang secerdas anda" ucap oliver, "saya lah yang seharusnya mengatakan itu, beruntung sekali mengenal anda. Oliver dan Ryuzaki bersalaman.


"ojisan.. ojisan.. ayo cepat aku ingin melihat Mei" , "haru bagaimana bajumu bisa basah seperti itu?" , "ada paman yang tidak sengaja menyiram air ke bajuku" , "kau harus mengganti pakaian mu dulu aku tidak ingin mommy mu memarahiku"


"ojisan aku tidak ingin pulang kerumah, aku ingin bertemu Mei secepatnya" , "baik lah kita membeli baju untuk mu dulu"


*******


"sekretaris Hanz kita bertemu lagi, apa yang anda lakukan disini?" , "tuan Ryuzaki anda juga disini?" , "yah saya menemani musuko-ku, o.. ya dimana tuan oliver?"


"ojisan aku selasai" ,ucap haru "haaa.... itu dia paman yang sudah menyiram air di bajuku" , "whattt... maaf son paman sudah bilang paman tidak sengaja, bagaimana kalau paman yang bayar pakaian mu"


"paman banyak uang??" haru menatap Hanz, "seperti nya tidak" ucapnya lagi "tidak perlu paman butik ini milik obasan Kirei, lebih baik paman saja yang memborong semua baju disini" ucap haru.

__ADS_1


'astaga benar-benar sombong anak ini' batin Hanz, ia menatap wajah haru begitu lama kemudian menatap tuannya, "hai son mau kah kau berfoto dengan... " , "tidak mau fotoku terlalu berharga" , "hahahaha... " Ryuzaki tertawa terbahak-bahak "haru itu tidak sopan"


"mommy yang bilang jika by tidak boleh di foto sembarangan" , "hai son, paman ingin memfoto mu untuk menunjukkan pada anak paman" , "anak paman laki laki atau perempuan?" , "perempuan" , "ah.. maaf paman aku takut anak paman akan menyukaiku"


Hanz hanya menepuk jidatnya, harusnya tadi ia menyeret bos nya untuk ikut menemani nya belanja pesanan Diandra agar bertemu dengan anak sotoy satu ini, batin Hanz.


"maaf kan haru sekertaris Hanz, harap anda maklumi dia cucu dari tuan Arata haru" , "whatt...??? tunggu dulu Arata Haru, Arata, Arata seperti nya tidak asing??" ucap Hanz.


"hahahaha... tentu saja, aneh bila anda tidak mengenalnya ojisan Arata orang paling berpengaruh di negara ini setelah Chichi Ryu"


"seperti nya begitu" ucap Hanz ia masih memikirkan nya, "baiklah sekertaris Hanz kami permisi dulu" , "bye paman Hanz" , "bye son"


*******


"tuan.. aku baru ingat sesuatu, siapa nama ayah nona Maha, apakah Arata Haru, bukannya ia orang Jepang??" , tanya Hanz pada oliver ketika mereka berada di bar yang ada di hotel "mengapa tiba tiba kau menanyakan itu?" , brak... Hanz menggebrak meja dan ia berdiri.


"kau ingin ku bunuh berani sekali menggebrak meja dihadapan ku" , "tuan ini lebih penting nona maha ada di Jepang, nona maha ada di kota ini" , "apa maksud mu Hanz, jangan bicara sembarangan"

__ADS_1


"sungguh tuan, anak yang dijumpai tadi pasti anak anda dan nona Maha" , "Hanz seperti nya mulutmu perlu operasi penutupan agar tidak terlalu banyak bicara"


seketika Hanz menutup mulutnya dengan telapak tangan nya.


__ADS_2