
Dady begitu mencintai mommy hanya saja sifat mereka yang egois dan tidak ingin mengalah yang membuat Dady terlibat skandal, apalagi mommy anak seorang miliader sama seperti Dady. itulah kehidupan orang kaya apapun dapat mereka miliki namun mereka tidak bisa memiliki kebahagiaan dalam keluarga.
mom sebenarnya menyayangi kami berdua tidak pernah pilih kasih, tapi semenjak kejadian penculikan ku waktu umur 7 tahun yang diketahui kakak ku, namun dia tidak melaporkan nya kepada mom and dad, sejak itulah mom mulai bersikap dingin kepada kak Alex
*********
terdengar suara ponsel ku dari kamar, aku segera berpamitan pada mom untuk menjawab panggilan tersebut, *Alisia calling*
*halo hubby kamu dimana, aku bertanya kepada sekertaris mu, kamu tidak ada dikantor, di apartemen juga tidak ada*
Suara manja dari seberang line telepon menyapa ku ya dia Alisia Marshal istri ku
*maaf sayang aku pulang ke mansion mom and dad* jawabku
*apakah lama* tanya nya di seberang line telepon
*mungkin satu Minggu ada beberapa hal yang harus aku selesaikan dengan dad* jawabku kemudian
*ok.. aku menunggu mu Hubby, i love you so
much* Alisia pun menutup panggilan telepon nya.
akupun menutup line telepon ku, kulihat wajah masam mom yang tidak begitu suka ketika aku menerima telepon dari Alisia
"wanita itu" tanya mommy
"mom namanya Alisia mom, dia istri ku yang juga berarti menantu mom" ucapku, lelah rasanya berdebat dengan mommy jika menyangkut soal Alisia, ia benar benar tidak menerima alisia jadi menantu nya.
"wanita itu akan ku anggap menantu bila telah memberikan ku cucu", Mrs Dalmiro beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan menuju dapur untuk mencuci tangan nya dan memasak untuk makan malam.
"astaga mom, bersabar lah kami sedang berusaha" teriak Oliver ia berjalan cepat mengikuti langkah kaki mommy.
"kenapa kalian tidak ke dokter",. Mrs Dalmiro kini sudah berkutat dengan beberapa sayuran yang sudah disiapkan beberapa asisten rumah tangga mereka, Mrs Dalmiro lebih suka memasak sendiri untuk suami dan anak anaknya.
"mom kami sudah ke dokter dan kami baik-baik saja, mungkin Tuhan belum mempercayakan kepada kami seorang bayi, kami masih terus berusaha Mom" oliver pun menjawab pertanyaan Mrs Dalmiro, ia kini tengah duduk di kursi yang ada di meja makan.
"kenapa kalian tidak mencoba program bayi tabung atau inseminasi"usul Mrs Dalmiro
"baiklah mom kami akan mencoba, setelah kembali dari sini dan jadwal Alisia kosong kami akan mencoba berkonsultasi dengan dokter" ucapku.
"cih... jadwal kosong apanya, hanya memamerkan tubuh begitu bangga, melebihi seorang pelac***" ucap Mrs Dalmiro kemudian.
"mom berhenti lah mengajak ku berdebat, aku tidak ingin kita bertengkar untuk masalah yang sama terus menerus, aku bosan mom" kini oliver hanya mampu menarik nafas panjang.
"terserah padamu mom tidak peduli lagi" Mrs Dalmiro membanting pisau yang ia pegang kemudian pergi meninggalkan dapur, "kalian lanjutkan masakan yang aku rencanakan tadi siang" ucapnya sebelum pergi meninggalkan dapur dan serentak mendapat jawaban iya dari para asisten rumah tangga.
"astaga mom. maafkan aku mom, mommm... ayolah jangan marah lagi, bagaimana bila kita belanja aku akan menemanimu" ucap oliver ia mengejar mommy dan memeluk wanita setengah baya yang masih cantik didepan nya.
"benar kah", ucap Mrs Dalmiro, wanita setengah baya itu memang gila belanja, andaikan Alisia pandai mengambil hati Mrs Dalmiro dipastikan alisia akan diajak belanja tiap hari oleh Mrs Dalmiro, Karena Mr Dalmiro sendiri selalu memanjakan istri nya.
__ADS_1
" yes mom, anything for you mom", ucap oliver, ia menarik nafas lega setelah berhasil dengan tak tik gelap mata mommy nya yang hobby berbelanja.
"baiklah mom akan bersiap dan ganti baju dulu" Mrs Dalmiro mengusap usap rambut putranya kemudian berjalan cepat menuju kamar nya.
aku begitu menyayangi mom, tapi aku juga menyayangi Alisia istri ku, aku selalu gagal menyatukan mereka. benar benar sama sama keras kepala. batin Oliver ia duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
"Oliver ayo kita berangkat, tapi kita kerumah Alex dulu mom akan membawa serta Marbella", Mrs Dalmiro kini sudah tampil cantik dengan balutan busana nya yang sopan dan elegan.
"baiklah mom, ayo" akupun berjalan memeluk pinggang mommy.
sesampainya di rumah kak Alex kami pun membawa serta Marbella keponakan ku , sedangkan kak Elma istri kak Alex tidak bisa mengikuti karena tidak enak badan.
seharian kami menghabiskan waktu di mall, akhirnya aku hanya menjadi bodyguard bagi dua wanita berbeda generasi yang sedang berjalan depanku.
akhirnya kami melanjutkan makan malam di restoran Italia kesukaan mom, setelah menerima telepon dari dad, mengatakan jika beliau terlambat pulang dan tidak bisa ikut makan malam dirumah. akhirnya kami memilih makan diluar, dan berakhir dengan menjemput Daddy di kantor nya.
*******
Sementara itu dihotel tempat Alex menginap Alisia sedang menghangatkan ranjang Alex.
"honey kau memang yang terbaik, bodoh sekali Oliver selalu sibuk dengan pekerjaan nya, bila aku jadi suamimu kupastikan kamu tidak akan pernah memakai bajumu dan tidak akan kubiarkan meninggalkan ranjang" ucap Alex ia sibuk bermain dengan dua gundukan besar dan kenyal milik Alisia
"Alex kau pikir aku hanya penghangat ranjang mu, ahhhh..... walaupun permainan mu lebih hebat dibanding kan Oliver tapi maaf aku lebih mencintai Oliver dibandingkan dirimu" ucap Alisia disela sela desahan nikmat nya.
"dasar ****** nakal, aku harus menghukum mu lagi, agar kau memohon ampun"
Alex pun memulai lagi permainan mereka, hingga beberapa kali lahar panas milik Alex memenuhi rahim Alisia
"tentu saja Lex aku belum siap hamil yang akan merubah bentuk tubuhku", jawab Alisia ia memainkan jarinya di dada telanjang Alex membuat pola abstrak.
"bukankah kedua orang tua ku menginginkan cucu dari kalian berdua" ucap Alex ia memegang tangan Alisia yang bergerak gerak di dadanya, Alex tau wanita didepan nya adalah seorang wanita yang maniak ***.
"itu keinginan orang tua itu bukan keinginan ku, lagi pula bila aku hamil aku tidak bisa bebas lagi tidur dengan mu", ucap Alisia manja.
"baguslah aku bisa terus memanjakan mu honey, apa yang kau inginkan kali ini hmm?", Alex memainkan rambut halus milik Alisia, Alex tau biasanya Alisia akan meminta barang barang mewah bila menemani nya tidur.
"entahlah aku belum menginginkan apapun Alex ", Alisia menjawab malas pertanyaan Alex, ia kemudian beralih dengan posisi terlentang.
"ingin Ferrari baru", goda Alex, ia memainkan ****** milik aliasia
"no Alex, aku tidak ingin Oliver curiga", Alisia berusaha untuk menyingkirkan tangan nakal Alex
"baik lah terserah padamu', katakan saja bila ingin sesuatu" tawar Alex ia kemudian beranjak dari tidur nya dan masuk ke kamar mandi.
************
Oliver Pov
"bagaimana dokter apakah ada masalah padahal kami berdua" tanya Oliver pada dokter Rania yaitu dokter kandungan sahabat Alisia, Alisia sudah meminta pada Rania untuk merahasiakan masalah obat pencegah hamil.
__ADS_1
"kalian berdua baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatir kan, hanya perlu berusaha" ucap Dr Rania, ia pun menulis kan beberapa resep vitamin untuk kedua pasangan itu.
"dokter bagaimana bila kami melakukan proses bayi tabung atau inseminasi?" ucap oliver, seketika membuat Alisia melongo, oliver tidak pernah membicarakan ini sebelum nya.
"saya sarankan anda melakukan inseminasi dulu tuan, bila belum berhasil kalian bisa mencoba dengan program bayi tabung" ucap dr. Rania ia melirik ke arah Alisia yang wajahnya berubah masam.
"oh.. baiklah dokter kami akan mencoba saran anda, terima kasih atas waktu nya, kami akan berdiskusi lagi" Oliver dan Alisia pun berpamitan untuk kembali ke apartemen kami.
"sudah dengar bukan dokter Rania bilang kita baik-baik saja, hanya kurang berusaha" Alisia memulai mencari cara agar dapat berdebat dengan Oliver.
"iya sayang aku mendengar nya, bagaimana dengan inseminasi seperti usulan dokter Rania" jawab oliver.
"Oliver kau tidak bisa seperti ini, aku benar-benar belum siap hamil itu akan merusak tubuh ku", teriak Alisia ia benar benar emosi dengan oliver yang memutuskan secara sepihak kehendak nya.
"aku bertanya padamu untuk apa kamu menikah dengan ku? apa hanya untuk karir mu" mata oliver berkilat ada semburat merah Dimata nya. ia berusaha menahan emosi nya.
"sayang bagaimana bila kita meminjam rahim seorang gadis, agar dia bisa hamil darah daging mu, proses inseminasi buatan.....??" Alisia yang takut akhirnya mengusulkan sesuatu diluar pikiran oliver
belum selesai dengan ucapan nya oliver sudah lebih dulu menyahut perkataan alisia. "apa maksudmu dengan meminjam rahim wanita lain??, kamu ingin aku memiliki wanita lain di hidup ku??"
"sayang proses inseminasi kan hanya memasukkan ****** berkualitas milikmu, jadi kau tidak perlu berhubungan badan dengan wanita itu buka??, tentu saja aku tidak rela berbagi suami dengan wanita lain" ucap Alisia setengah ketakutan mengutarakan keinginannya.
"mengapa kamu mengusulkan itu, apa kamu tidak ingin hamil anakku" tanya oliver tubuh nya menegang menahan emosi.
"sayang bukan begitu, kita hanya meminjam rahim, ayolah Oliver aku belum siap bila tubuh ku rusak setelah melahirkan, aku mohon" ucap Alisia ia memasang wajah memelas dengan puppy eyes nya.
oliver yang memang mencintai Alisia dengan tulus akhirnya mengalah ia tidak bisa melihat wajah memelas milik istri nya ia pasti akan luluh. "baiklah sayang, sudah jangan cemberut lihat lah kerutan di wajahmu akan muncul bila kau sering marah-marah, ingin kutemani belanja"
"yes yes.... you are the best Hubby" ucap Alisia ia tau oliver akan menuruti semua keinginannya. ia pun memeluk tubuh oliver dan memberikan ciuman di bibir suaminya.
Seharian penuh Alisia dimanjakan Oliver, banyak sekali belanjaan Alisia, apapun yang diminta Alisia Oliver akan memberikan nya.
"sayang tahukan kau, kak Alex ada disini", ucap aliasia ketika ia memilih beberapa tas branded
"ya.. bukankah ia sudah kembali lagi", jawab oliver, ia mengikuti langkah Alisia yang sibuk memilih tas, oliver sudah mengosongkan beberapa tempat untuk menemani Alisia berbelanja, ia tidak Ingin menjadi sorotan media.
"iya sayang, aku heran kenapa kalian tidak pernah bertemu, bila kamu kembali ke Hamburg kak Alex pasti berada disini, begitu juga sebaliknya bila kak Alex disini pasti bertepatan dengan kau ke Hamburg, apakah ini permintaan dad??" tanya Alisia ia menunjukkan beberapa tas pada oliver, dan oliver hanya mengangguk kan kepala nya.
"tidak selalu honey hanya kebetulan saja pekan kemarin, biasa nya aku terlebih dahulu ke Hamburg setelah bertemu sehari dua hari maka ia akan kemari mengganti kan ku" jawab oliver.
"maaf sayang kukira kalian bertengkar", ucap Alisia lagi, "Tentu saja tidak sayang" jawab oliver.
____________________________________________
buat para reader dimohon untuk like and vote ya!!!? 😍😍😍
kasih visual nya Oliver yang ganteng ya
__ADS_1
Bang Oliver pake jas cakep banget 😍😍😍sih, pengen di masukin kresek trus bawa pulang
aku pake model ganteng Sean O'pry, cocok banget buat gambar an imajinasiku