
"halo sekertaris Hanz selamat pagi" , "se.. selamat pagi nyonya muda" Hanz melirik tuan muda nya dengan takut takut apabila tatapan mata Oliver seperti ingin menusuk hanz, "ngomong nya gagap gitu kenapa" ucap Maha ia memajukan tubuhnya untuk melihat sekertaris hanz namun ditarik kembali oleh Oliver, "duduk diam ditempat mu, Hanz segera ke kantor" , "baik tuan muda"
"kanapa mulutmu itu, sedang makan permen karet ya" ucap Oliver ia pun menangkup kedua pipi maha yang menggembung.
"lepasin" ucap Maha, entah lah dari mana rasa jengkel yang maha rasakan tiap melihat Oliver setelah bersama Alisia padahal biasanya dia cuek cuek saja dengan Oliver bahkan terkesan dingin dan masa bodoh.
"sebenarnya ada apa sih dengan mu Maha, aku suka kamu yang cerewet begini, tapi jangan ngomong kasar juga dong"
"kamu gak suka Alisia datang ke rumah?" lanjut Oliver "kalau memang tidak suka aku akan bicara ke Alisia"
"eh... gak usah! gak masalah Alisia mau ke rumah, toh kalian masih menjalan hubungan kan? dan kita hanya sekedar pernikahan kontrak diatas kertas"
"Maha aku tidak suka kamu bicara seperti itu, kalau memang kamu tidak suka bilang tidak suka bagaimana pun kamu istri sah ku saat ini sampai kontrak pernikahan kita selesai, jadi apapun keinginan serta keputusan kamu aku hargai itu"
"ma.. maaf tuan muda kita sudah sampai" , "Hanz sejak kapan kamu jadi gagap begitu, aku tidak mau punya sekertaris yang bicara nya gak lancar" , "maaf tuan muda" ucap Hanz tegas bahkan terdengar sedikit berteriak
"Kamu kira aku tuli sampai bicara keras seperti itu" , Hanz hanya cengengesan, maha yang melihat kedua laki laki yang jarang terpisah itu pun jadi tertawa cekikikan
"kamu senang suami mu jadi tuli, makanya ikut ikutan tertawa. hah???" ucap Oliver ia mencubit kedua pipi Maha, yang semakin hari semakin Chubby.
mereka bertiga berjalan menuju lobby perusahaan, semua karyawan yang sedang berlalu lalang akan berhenti dan memberikan hormat kepada Oliver dan juga Hanz, maha tersenyum ramah ketika matanya berpapasan dengan mata para karyawan Oliver, ia berusaha seramah mungkin, ia tidak ingin membuat Oliver malu bila memiliki istri yang sombong 'ehhh.... tunggu dulu sejak kapan aku peduli dengan Oliver' ucap maha dalam hati
__ADS_1
Maha kini menjadi pusat perhatian mereka, karena selain Alisia jarang sekali Oliver berjalan bersama hanya bertiga dengan Hanz. bahkan dengan beberapa rekan kerja wanita nya Oliver pasti akan membawa serta Diandra sekertaris kedua setelah Hanz.
Diandra lebih sering stay di perusahaan karena memang dia bertugas sebagai sekertaris perusahaan yang mengurusi keperluan dan kepentingan Oliver saat berada di perusahaan dan hanya Hanz yang sering memberikan nya tugas dibandingkan Oliver, beda sekali dengan Hanz ia menghandle segalanya dari urusan perusahaan hingga rumah tangga Oliver ia selalu menjadi yang tercepat mengetahui nya.
Kalau bukan karena Alisia yang telah menjadi istri Oliver maka mereka pasti akan mengira jika Oliver dan Hanz adalah pasangan gay.
Maha benar benar risih diperhatikan apalagi mereka lebih menyoroti perut nya, ia pun berdecak kesal. Oliver yang melihat mulut cemberut maha yang sudah maju seakan akan bisa untuk Oliver mengantung kan kunci mobil nya, Oliver pun tersenyum ia segera meraih pinggang Maha dan membawanya ke dalam lift khusus miliknya diikuti hanz.
benar saja setelah Oliver berada didalam lift semua karyawan bergerombol ingin tau siapa wanita cantik yang seperti nya hamil itu. mengapa wanita tersebut bisa bersama sang big bos, bahkan ada yang nyinyir bila wanita yang bersama dengan Oliver adalah wanita yang tidak baik, wanita yang menjebak Oliver sampai wanita itu bisa hamil dan meminta pertanggung jawaban dari Oliver. tapi kenapa wanita tersebut Cantik sekali bahkan lebih cantik dari Alisia sang istri bos yang notabene nya seorang top model papan atas yang sedang naik daun.
*******
"selamat pagi tuan, selamat pagi sekertaris Hanz" ucap Diandra ia segera berdiri dan memberi salam ketika mendengar suar pintu lift terbuka dan wajah bos nya muncul.
"Diandra apa Mr. Leon sudah datang" , "ia Hanz dia baru saja datang dan sekarang menunggu di ruang meeting" , "sudah kamu siapkan semua nya" , "sudah Hanz semua sudah siap hanya menunggu tuan Oliver" , "baiklah terima kasih Diandra, maaf tugas mu akhir akhir ini jadi banyak, big bos sedang rewel dan lagi pubertas" ucap Hanz ia mendekati dan berbicara pelan seperti berbisik ke arah Diandra.
Diandra akhirnya mengerti siapa wanita yang bersama bos nya, ia pun tersenyum dan mengacungkan jempol dan telunjuk nya yang berkaitan pertanda mengerti.
*******
"tunggu lah disini, bila ingin istirahat masuk lah dalam kamar dibelakang lemari itu" Oliver pun meninggalkan maha diikuti oleh Hanz.
__ADS_1
"Diandra ayo segera ke ruang meeting" , "baik tuan!!"
"aduh.. kebelet pipis, kamar mandi mana ya??" maha keluar ruangan Oliver berharap menemukan sekertaris kedua Oliver yang ia jumpai di depan ruangan Oliver
"loh pada kemana sih kok sepi" maha clingak clinguk mencari letak kamar mandi ia segera menuruni lift ia ingat tadi membaca tulisan toilet ketika masuk loby, ia pun menekan tombol angka 1, setelah sampai ia segera berjalan setengah berlari merasa sudah tidak tahan lagi dengan panggilan alam nya.
"huhhh... lega" ucap Maha, ia ingin keluar dari dalam bilik namun ia mendengar suara orang orang berbicara tentang Oliver dan juga perempuan yang dibawa Oliver.
mereka menjelek jelek kan maha meskipun tidak menyebutkan nama maha mungkin mereka tidak tau nama wanita yang dibawa Oliver, namun dari yang mereka bicarakan dengan mengatakan hamil sudah jelas itu dirinya.
"siapa sih wanita yang dibawa Pak Oliver tadi" , "mana ku tahu, pastinya dia pelakor tahu kan kalau rumah tangga pak Oliver dan Bu Alisia itu baik baik saja dan jauh dari gosip, tapi lihatlah tahu tahu ada berita yang mengabarkan bahwa mereka bercerai dengan alasan tidak ada kecocokan, aneh kan padahal selam 3 tahun menikah mereka baik baik saja"
"iya ya benar juga hanya saja mereka belum punya anak" , "eh.. lihat gak perut wanita tadi kayaknya hamil deh" , "iya bener kliatan buncit meskipun gak terlalu besar" , "iya pasti itu yang menyebabkan pak Oliver menceraikan Bu Alisia karena wanita itu hamil duluan"
"bener deh tu wanita gak tau malu ya gangguin rumah tangga orang aja" , "tapi dia cantik Lo lebih cantik dari Bu Alisia" , "hah.. cantik apanya paling juga perawatan dan make up yang tebal kalau dia cuci muka pasti luntur tuh make up nya" , "ihhh... loe sirik aja sih" , "gue gak sirik ya"
Brak.. pintu kamar mandi terbuka, terlihat wajah maha menahan emosi, ia berjalan mendekati ketiga wanita yang sedang bergosip, ketiga wanita tersebut benar benar katakutan. namun alih alih maha mendamprat atau marah marah, maha membasuh wajah nya dengan air bersih yang mengalir kemudian ia mengambil tissue didalam tas nya.
____________________________________________
terima kasih untuk support nya
__ADS_1
jangan lupa like tiap selesai membaca, rate and vote 🙏🙏🙏