Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Kembali ke rumah


__ADS_3

"Maha maaf kan aku" ucap Oliver ia meneteskan air mata nya, biarlah ia dikatakan laki laki cengeng, tapi sungguh Oliver merasa benar benar bersalah kepada Maha.


Mama Maharani memberikan isyarat kepada Oliver agar keluar dari kamar. Oliver berjalan keluar sesekali ia berbalik menatap wajah Maha yang tidak mau memandang nya.


*******


Oliver segera kembali kerumah, ia sudah meminta Nora untuk tinggal dirumah sakit menemani mama Maharani.


setelah mandi dan berganti pakaian, segera setelah itu ia bergegas ke perusahaan, yang ia pikirkan saat ini adalah bekerja, bekerja dan bekerja untuk mengalihkan rasa frustasinya.


Ia tak ingin melakukan kesalahan lagi dengan meneguk minuman setan itu lagi


Ia bekerja keras, apapun dia lakukan untuk mengalihkan perhatian nya.


sudah tiga hari ini Maha dirumah sakit, Oliver mendapat kabar dari mama Maharani bahwa Maha hari ini sudah di ijinkan untuk kembali. Oliver begitu ketakutan bila Maha membenci nya, ia memilih untuk tetap dikantor milik nya dan tidak menjemput Maha.


*******


Maha Pov


Sudah tiga hari sejak aku dirawat di rumah sakit ini, tapi Oliver sama sekali tidak pernah menjenguk ku. Sebegitu cinta nya dia pada Alisia hingga melampiaskan kemarahannya padaku, harusnya aku kan yang marah karena perlakuan nya.


Aku berusaha mengerti posisi nya, dia suamiku sewajarnya dia menuntut hal tersebut. aku tidak marah hanya masih merasa trauma bila melihat wajah nya, takut dengan kemarahan nya, hingga menyiksaku lagi


Mama mengajakku kembali kerumah, tapi aku tidak ingin meninggalkan Oliver sendiri di rumah, bagaimana pun aku istri nya.

__ADS_1


"ahh... akhirnya pulang ke rumah juga" batinku, mama memandang wajahku, ia mengusap rambut dan pipiku.


"mama benar benar takut waktu Oliver memberi kabar kamu masuk rumah sakit" , "hanya kamu yang mama miliki saat ini, kenapa gak mau pulang ke rumah mama aja"


"Ma.. disini rumah maha dan oliver apapun yang padaku dan oliver itu sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menyelesaikan nya, mama tenang aja ya!! maha baik baik saja sekarang"


Mama pun mengangguk kan kepala nya, "ternyata anak mama sudah dewasa, mama bangga padamu nak, kamu sudah bisa memaafkan kesalahan suamimu"


"tentu saja karena aku anak wanita hebat seperti Mama" , "kamu mau makan sesuatu biar mama masakin" , "aku mau sayur asem sama ikan asin, sambal bawang mantap deh ma" , "ternyata anak mama punya suami bule makanan favorit tetep aja ikan asin" , "hahaha... ya kali ma ya bule Oliver bukan Maha, lidah maha tetep yang lokal lokal aja"


"ayo ma kita ke dapur lihat ada gak persediaan bahan makanan nya" , "maaf ibu, bahan makanan dikulkas sudah habis, tuan Oliver belum memberi kan kami ijin belanja lagi, dan persediaan bahan makannya habis saya masak untuk para maid dan juga penjaga" ucap Nora takut takut


"astaga Nora kenapa harus setakut itu ngomong nya, baguslah kalau sudah habis di masak dari pada busuk dikulkas malah mubasir kan"


"ya udah biar mama belanja sama Nora, kamu istirahat di rumah aja" , "ihhhhh... mama maha gak mau, udah tiga hari Lo dikasur terus"


"Nora bilang supir ya antar kita belanja ke pasar" , "hei Mahabbah anak mama, kamu kira ini jam berapa mau belanja kepasar" , " maha melihat jam di dinding menunjukkan pukul dua tiga sore, "yahhhhhh.... padahal maha ingin belanja ke pasar ma" , "ya udah kita ke supermarket dulu belanjaan seperlunya besok baru belanja ke pasar"


maha akhirnya belanja di supermarket yang letaknya lumayan jauh dari rumah tinggal nya, disana menurut nya sayuran nya lengkap dan terlihat segar segar


maha kini mendorong troli dibantu oleh mama Maharani, maha mulai memasukkan satu persatu belanjaannya dari bayam merah, sawi sendok, brokoli, bunga kol, wortel, kentang, kapri, jagung manis, tomat, paprika, buncis dan hampir seluruh sayuran yang ada disana ia beli hingga troli nya pun penuh.


mama menggeleng geleng kan kepalanya, "katanya belanja sedikit lah ini satu troli penuh" ucap mama, "hahahaha... kalap ma, dirumah kan banyak yang bantuin habisin ma, tenang saja paling stok dua tiga hari ini"


"pandai sekali sekarang kamu habisin uang suami kamu" , "ihhh mama kok ngomong nya gitu sih, ya kalik maha jadi cewek matre cuma belanja kebutuhan makanan, maha gak pernah minta tas branded apalagi intan berlian"

__ADS_1


"ya sudah ayo ke kasir, udah banyak banget ini" , "siap mama" , "tunggu maha itu bukannya kakak ipar kamu, terus yang ada disampingnya bukannya mantan istrinya Oliver" ucap mama yang menarik kembali tangan Maha.


"eh.. iya ya.. kita samperin yuk ma" , "ngapain ah mama malas, mereka yang lebih muda harus nya nyamperin mama kan" , "ya mama ku yang udah tua" , "ih... ni anak" mama Maharani mencubit pipi Maha.


maha dan Maharani akhirnya menuju kasir, ternyata mereka diikuti oleh Oliver sedang kan alisia bersembunyi, keluar lebih dulu.


"hai Maha, jumpa lagi" , "loh kak Oliver ada disini juga" , "iya maha, halo tante apa kabar? makin cantik aja Tante" , "kabar Tante baik dan sehat nak Alex, kamu makin pintar aja muji nenek tua kayak tante" , "mana ada nenek tua secantik ini" ucap Alex lagi.


"iya nih... mama kan gak tua tapi stw alias setengah tua" ucapku, "ni anak makin kurang ajar ya sama orang tua" , maha dan Alex tertawa bersama.


"berapa mbak total nya" , "totalnya enam ratus tujuh puluh lima ribu rupiah kakak" , Alex mengulurkan kartu kredit milik nya, "mbak dibayar sekalian dengan punya saya ini ya" Alex pun mengulurkan belanjaan nya yang hanya tiga botol air mineral dan aneka camilan serta kue basah.


"eh... gak usah kak, maha punya uang kok dikasi Oliver" , "gak apa apa Maha" akhirnya Maha pun hanya mengangguk setuju belanjaan nya dibayar oleh Alex kakak ipar nya.


Alex membantu maha membawa belanjaan nya sampai parkiran. "kak Alex makasih ya, kapan kapan mampir kerumah" , "iya maha pasti, oh ya maaf ada yang ingin ku tanyakan punggung tanganmu kenapa ada bekas plaster?" , "oh ini.. maha sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari, baru tadi siang maha diijin kan pulang terus sekarang belanja"


"o..ya.. kok aku gak tau ya, sakit apa maha?" , "ah.. cuma kecapekan aja kak maklum hamil muda, ya udah maha pamit dulu ya kak kasian mama udah nunggu didalam mobil dari tadi" , "iya maha hati hati ya" Alex pun membuka kan pintu mobil untuk Maha


sebenarnya ingin sekali Alex mengajak maha makan bersama atau sekedar minum kopi dan coklat panas apalagi ada tante Maharani paling tidak, tidak akan menimbulkan kecurigaan media massa. tapi apa boleh buat mereka tidak se akrab itu, mungkin nanti ada masanya ia mendekati Maha. Alex pun tersenyum membayangkan wajah Maha.


___________________________________________


lagi lagi dua episode dipending masih review, tapi tetap semangat buat berkarya 💪💪💪


jangan lupa like, rate ⭐ and vote ya guyssss 😍😍😍

__ADS_1



__ADS_2