
"selamat pagi tuan, nyonya!!" sapa Diandra dia membungkuk memberi hormat seperti biasanya, diikuti hanz dan bodyguard oliver yang disana.
"Diandra kamu disini" ucap Maha ia senang bertemu dengan sekertaris oliver yang baik hati dan tidak pernah menjilat atau mencoba menggoda oliver.
Maha memeluk tubuh Diandra namun segera ditarik oleh oliver, "kau hanya boleh memeluk ku" , "aaaaa... Oliver kamu gila ya" , "aku tidak suka kamu memeluk orang lain" , "whattttt??? Diandra seorang wanita" , "aku tau, aku juga tidak pernah bilang kalau Diandra itu laki laki" ucap oliver enteng.
"tuan bagaimana dengan makanan nya" , "keluar kan dan bawa masuk ke dalam, Diandra temui ibu Maryam katakan mereka tidak perlu memasak untuk sarapan pagi ini" ucap oliver.
"baik tuan" Diandra pun masuk ke dalam panti asuhan tersebut. dia mencari keberadaan ibu Maryam dan kebetulan juga keluar dari dapur karena mendengar keributan di halaman depan.
*******
"terima kasih nak oliver, semoga rejeki mu selalu melimpah dan kebahagiaan selalu menyertai mu" ucap Maryam ketika menerima banyak sekali bantuan dari perusahaan oliver.
"tidak nyonya, ini hanya sisa dari keuntungan perusahaan yang biasa kami berikan ke beberapa panti dan juga yayasan sosial lainnya" ucap oliver.
Maryam menatap Maha putri dari sahabat nya itu, ia tersenyum 'kamu beruntung sekali nak, punya suami yang baik hati dan begitu mencintai mu, apa pun kesalahan pahaman yang membuat kalian bertengkar semoga terselesaikan dan tidak terulang kembali' doa Maryam dalam hati.
__ADS_1
Anak anak panti asuhan Jalinan Kasih begitu bahagia, bahkan Oliver memberi kan beasiswa kepada anak anak panti asuhan yang pandai untuk kuliah, dan berjanji akan memberikan pekerjaan di perusahaan milik oliver sesuai dengan kemampuan dan skill mereka masing masing.
*******
"terima kasih oliver kamu baik sekali terhadap anak anak panti asuhan yang tidak beruntung, kamu memberikan pekerjaan pada mereka, sebelum nya mama lah yang mencari pekerjaan untuk mereka melalui koneksi koneksi mama, tapi tidak semudah itu"
"apapun aku lakukan agar kamu selalu tersenyum" ucap Oliver ia mengecup kening Maha, mereka tiba di rumah saat malam hari. Maha sudah menghubungi mama Maharani dan memberikan kabar bila ia sudah kembali ke rumah dengan oliver dan akan menetap dirumah mama nya mulai lusa.
*******
seminggu sebelum hari kelahiran anak nya, maha sedang berbelanja bersama Oliver mereka membeli perlengkapan bayi yang kurang, sebenarnya Oliver melarang keras Maha berjalan jalan ke mall, namun Maha merasa belum puas dengan pelengkap bayi yang ada di rumah Mama.
"ambil semua, sist... bungkus semua baju bayi itu" ucap oliver dengan menunjuk pakaian bayi yang di gantung.
"Oliver kamu mau buka lapak baby shop" ucap Maha, "kamu bilang ingin beli semua" , "tidak tidak.. maksud ku baju nya lucu lucu ingin beli semua bukan berarti akan beli semua, lihat ini dan ini bagus mana" ucap Maha, ia menunjuk kan 2 baju bayi sleepsuit, oliver merebut dua baju itu dari tangan Maha, lalu memberikan nya pada pramuniaga yang mengikuti mereka.
mungkin satu lemari penuh hasil dari khilaf mata Maha membeli baju baju serta perlengkapan bayi nya, setelah dua jam berkeliling belanja. ia dan oliver membeli makan siang di lantai atas bagian food court, oliver sebenarnya enggan makan ditempat keramaian seperti itu, namun mengingat keinginan istri nya yang sedang hamil, akhirnya ia pun hanya bisa mengikuti gerak lincah kaki istri nya itu.
__ADS_1
*******
malam hari nya maha sudah berada di kamar bersama oliver, sebelum nya mereka berdua mengobrol menemani mama di ruang keluarga menonton tv, setelah dirasa mengantuk Oliver berpamitan mengantar maha ke kamar.
belum juga merebahkan tubuhnya, mereka dikejutkan dengan suara benda terjatuh, Oliver dengan sigap keluar terlebih dahulu.
"mama ada apa??" ucap oliver, ia membantu mertua nya yang jatuh terduduk dilantai depan pintu kamar.
"o... Oliver.. pabrik mebel mama kebakaran" ucap Maharani terbata bata, oliver mendengar suara seseorang di ponsel mama mertua nya.
Oliver meraih ponsel tersebut dan menjawab telpon itu "halo" ,ucap oliver, "saya oliver menantu ibu Maharani apa yang terjadi" ucap nya, oliver menatap maha yang kini berusaha untuk memenangkan mama nya.
*tuan oliver, pabrik kebakaran didalam ada 5 orang terjebak 2 orang penjaga dan 3 orang karyawan yang sedang lembur, kami sudah memanggil pemadam kebakaran*
*tunggu disana kabari aku situasi apapun aku akan mengutus anak buahku kesana* oliver mematikan ponsel tersebut secara sepihak. ia pun menghubungi Hanz, agar segera mengurus kebakaran pabrik mebel milik mertuanya.
"Oliver.. " teriak Maha, Oliver mendekati maha yang kesusahan menahan tubuh mama nya yang pingsan
__ADS_1
"jangan panik sayang, ambil kunci mobil, aku akan menggendong mama ke mobil" Oliver menggendong Maharani berjalan keluar, maha segera menyusul ia setengah berlari mengejar kaki suaminya.
"sayang jangan lari, kamu hamil besar" teriak Oliver ia terkejut melihat maha yang setengah berlari mendahului nya.