Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Maha pingsan


__ADS_3

'mengapa gadis ini terlihat begitu menggemaskan' batin Oliver, ia pun memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela disampingnya dan tersenyum.


"baiklah Maha sudah sampai kampus, dan untuk jet pribadi itu aku akan tetap membelinya untuk mu anggap saja sebagai hadiahku karena kamu mau mengandung anakku" oliver kembali menatap wajah maha yang akan turun dari mobil ketika Hanz membukakan pintu untuk maha.


maha merasa lelah berdebat dengan laki laki yang duduk disebelah nya, ia lebih memilih pergi meninggalkan oliver apalagi ia sudah hampir terlambat masuk kelas nya, maha setengah berlari menuju ruang kelas nya.


oliver terkejut saat melihat maha berlari "Hanz perintah kan beberapa bodyguard mengawasi Maha, lihat lah betapa ceroboh nya dia, tidak kah ia tau bila ia berlari akan membahayakan janin nya"


Hanz pun mengiyakan permintaan tuan nya ia tersenyum melihat wajah tuan nya yang terlihat ceria, semoga nona maha berjodoh dengan tuanku, dan tuanku meninggalkan wanita ular yang sudah membodohi nya.


********


Maha Pov


"Maha channnnnn" , teriak suara yang memekakkan telinga nya, siapa lagi jika bukan Sarah gadis super model yang cantik dan seksi itu.


"astaga Sarah memang nya kamu ada jadwal pagi ini", ucap Maha saat melihat Sarah duduk di sebelah nya


"No Maha... aku ada perlu dengan Mr. Jonson, absenku banyak sekali bolong nya, taukah kamu dia mengajakku berkencan, untuk mengganti absen ku" ,ucap Sarah ia begitu senang dapat berkencan dengan duren idola kampus nya, apalagi Sarah memang suka sekali dengan cowok cowok bule yang menurutnya dapat memperbaiki keturunan, padahal Sarah sendiri sudah begitu cantik.


"Sarah dia laki laki yang sudah bertunangan ku harap kamu jangan bermain hati dengan nya" nasihat Maha, ia tidak ingin sahabat nya sakit hati, karena selain duda mr.jonson juga sudah memiliki tunangan di negaranya calon yang sudah dipilih kan kedua orang tuanya.


"ayolah Maha mereka hanya bertunangan bukan menikah jadi masih milik umum Maha" jawab Sarah ia tertawa cekikikan.


"terserah padamu aku hanya mengingat kan resiko ditanggung sendiri, sana segera pergilah sebentar lagi Miss. Liliana akan masuk" ucap maha ia mendorong tubuh Sarah agar keluar kelas nya.


Baru beberapa menit yang lalu Sarah pergi meninggalkan nya rasa mual itu muncul lagi, rasanya benar-benar tidak sanggup lagi menahan nya. untung saja Miss Liliana tidak masuk hari ini menurut kabar anaknya sakit.


Maha segera berjalan keluar kelas menuju kamar mandi ia mengeluarkan semua sarapan nya pagi ini dan kini badan nya benar benar lemas, kepalanya terasa berdenyut denyut pusing sekali.


ia pun mengambil telpon genggam nya lalu menghubungi panggilan terakhir yang ada di ponsel nya seingatnya ada Sarah yang terakhir menghubungi nya.

__ADS_1


*Sarah tolong kembali lagi ke kampus, aku didepan kamar mandi wanita lantai dua kepala ku benar benar pusing aku tidak sanggup berjalan lagi...* belum selesai dengan panggilan nya maha sudah lebih dulu pingsan.


maha melupakan sesuatu orang terakhir yang ada dipanggilan ponsel nya adalah Oliver yang semalam mengucapkan selamat malam dan selamat tidur untuk nya.


sementara itu oliver yang mendapat panggilan Maha dan belum sempat berbicara, ia mendengar suara teriakan mengatakan ada yang pingsan.


"sekertaris Hanz kembali lagi ke kampus jemput Maha" , ucap Oliver


"tapi tuan anda ada meeting penting pagi ini" ,jawab Hanz kemudian


"tidak lebih penting dari anakku, cepat putar balik" , ucap oliver yang sudah tidak sabar ingin melihat keadaan wanita nya, hei.. sejak kapan ia mengakui jika maha adalah wanita nya.


"baik tuan muda" Hanz segera memutar balik mobil yang ia kendarai lalu dengan kecepatan maksimal ia melaju ke kampus maha.


Oliver menghubungi Dimitri sahabat Oliver sekaligus IT dan hacker kepercayaan Oliver


*Dimitri segera cari posisi no telepon ini, tuntun aku sekarang*


ketika sampai di parkiran kampus Oliver segera turun dari mobil ia tidak peduli dengan kehebohan para mahasiswa yang melihat kehadiran nya dalam sekejap dia sudah dikerumuni para mahasiswa yang mengidolakan nya. Untunglah para bodyguard bayangan nya dengan sigap melindungi nya.


Lokasi ditunjuk kan Dimitri saat ini Maha sedang berada di UKS bersama Lily yang baru saja datang dan mengganti kan Sarah yang pulang karena ada jadwal pemotretan.


Lily melongo saat melihat seorang Oliver menggendong sahabat nya yang baru saja sadar.


"eh.. ehh... stop kenapa anda membawa teman saya tuan Oliver?" teriak Lily yang ikut berjalan cepat mengikuti langkah kaki panjang Oliver. "tuan Oliver saya berbicara dengan Anda" , ucap Lily yang masih bingung apalagi saat itu maha sudah mengalungkan tangannya di leher oliver


"maaf nona ini bukan waktunya Anda berbicara dengan saya, saya harus segera membawa ibu dari anak saya kerumah sakit" , ucap oliver


"WHAT.... " teriak Lily "tuan anda jangan bermain-main" ucap nya lagi seolah Oliver sedang mempermainkannya.


Oliver tetap berjalan tanpa perduli pada ocehan Lily. ia berjalan cepat menuju halaman depan dimana mobil nya menunggu.

__ADS_1


Dimitri sekarang memegang kendali kendaraan roda empat itu, ternyata dia menyusul dengan kendaraan roda dua, dia berfikir terjadi sesuatu pada sahabat nya, dan seperti nya dia ketinggalan berita tentang Maha, Dimitri hanya melongo melihat Oliver menggendong seorang wanita yang bukan Alisia. Dimitri menatap sekertaris Hanz seolah meminta kejelasan dan Hanz seperti tanpa dosa duduk santai di kursi sebelah pengemudi dimana mobil yang ditumpangi nya dikemudikan oleh Dimitri.


"segera ke apartemen ku dan hubungi dokter Hannah bila perlu jemput paksa bila ia tidak mau" , oliver memberikan perintah nya pada hanz "baik tuan muda" Hanz segera melakukan apa yang tuannya perintah kan.


*********


"bagaimana dokter keadaan nya"


"tidak apa-apa tuan, dia baik baik saja, mungkin karena perubahan hormon yang mengakibatkan tekanan darah menjadi rendah dari biasanya dan disertai muntah terus menerus dan mengakibatkan kepala pusing sehingga memicu pingsan" dr Hannah menjelaskan kepada Oliver.


"apakah bahaya dok untuk ibu dan janin nya" oliver masih menatap khawatir ke arah Maha.


"tidak tuan kecuali bila sering pingsan, disertai penglihatan kabur, sesak nafas, perut bawah sakit atau pendarahan, kalau sudah seperti itu sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut" jelas dr. Hannah, Hannah menatap wajah oliver yang terlihat begitu khawatir dengan kondisi Maha, pasien yang meminjam kan rahim untuk mengganti kan posisi Alisia istri oliver.


'tampaknya oliver memang benar benar menginginkan anak, ia begitu khawatir dengan kondisi Maha' batin Hannah.


"baiklah oliver sebaik anda tebus resep obat ini, ada obat penambah darah, vitamin serta obat penguat janin, tolong perhatikan makanan nya harus lah yang bergizi usahakan untuk meminum susu nya" ucap Hannah, ia pun berpamitan yang kemudian di antar oleh Dimitri kembali ke rumah sakit.


*********


"Oliver apa apaan ini mengapa ada berita tentang mu menggendong mahasiswi di..."


Alisia begitu terkejut mendapati Oliver keluar dari kamar tamu.


"hai sayang, tidak biasanya kamu datang sepagi ini, semalam tidur dimana kenapa tidak memberikan kabar" tanya oliver melihat Alisia yang kembali ke apartemen mereka.


"ngapain kamu dari kamar tamu" ucap Alisia ia mengalihkan pembicaraan oliver, semalam ia menginap di apartemen Aefar, ketika ia menghubungi Diandra sekertaris oliver yang selalu stay di perusahaan, ia mengetahui jadwal oliver yang akan lembur dan pulang larut malam, makanya ia lebih memilih untuk tidak pulang dan menikmati malam nya bersama Aefar manajer nya.


"oh.. ada Maha didalam, ia pingsan tadi di kampus makanya aku membawa nya kemari" jawab oliver santai,


"apa yang terjadi pada nya, bayinya baik baik saja buka?" Alisia mendorong tubuh Oliver ia kemudian masuk ke kamar tamu.

__ADS_1


oliver berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air putih hangat untuk Maha, ia lebih memilih melayani maha dari pada meminta para maid.


ada beberapa mahasiswi yang memotret oliver ketika menggendong Maha, hanya saja wajah maha tidak terlihat karena tertutup oleh dada oliver dan sekarang sedang beredar di dunia Maya.


__ADS_2