Balas Dendam Bodyguard Kampungan

Balas Dendam Bodyguard Kampungan
Ending


__ADS_3

Zeno memutuskan untuk pergi ke Amerika, tekadnya sudah bulat untuk mengejar cintanya kembali. Dia juga sudah siap dengan segala konsekuensi yang akan diterima nanti.


Sekarang statusnya sudah berbeda, dia bukanlah orang biasa yang bisa pergi sendirian sesuka hati. Segala kegiatannya harus ada yang mengawal, walaupun dia mampu untuk melindungi diri sendiri.


Zeno menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Sanjaya untuk menemui Jessie yang berada di Amerika. Segala perijinan dan lain-lain telah diurus sebelum keberangkatannya oleh asisten tuan Kenan yang kini menjadi asistennya. Dia tidak perlu repot-repot untuk mengurusnya sendiri. Ternyata menjadi tuan muda tidaklah buruk.


Mudah saja baginya untuk mendapatkan informasi lokasi tempat tinggal keluarga Wijaya di Amerika. Selain berniat menemui Jessie, Zeno juga bertujuan untuk menemui tuan Frans untuk meluruskan kesalahpahaman dan meminta maaf atas perbuatan -- yang hampir membuat pria paruh baya itu meregang nyawa.


***


Kediaman keluarga Wijaya, Los Angeles, A.S.


Kedatangan Zeno ternyata disambut baik oleh para maid keluarga Wijaya. Ternyata tuan Frans memang sudah mengetahui kalau Zeno akan datang mengunjunginya. Tuan Frans juga ternyata tidak menyimpan dendam apapun kepada Zeno, karena dia memahami kalau itu semua merupakan sebuah kesalahpahaman.


"Silahkan masuk, Nak Zeno ..." sambut Tuan Frans hangat.


"Terima kasih, Tuan." Zeno reflek menundukkan kepalanya saat menanggapi sambutan Tuan Frans.


"Jangan begitu, Nak ... apa kau masih terbiasa saat menjadi bodyguard di kediaman Wijaya? Ha-ha," canda Tuan Frans sambil tertawa renyah.


Zeno hanya tersenyum tipis menanggapi candaan tuan Frans.


***


Mereka berdua sudah duduk di sofa ruang tamu, Zeno mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tapi dia tak kunjung menemukan apa yang dia cari.


Sedari tadi, tuan Frans memperhatikan gelagat Zeno. Dia tersenyum karena sepertinya mengerti apa yang dicari oleh Zeno. Baik Jessie atau Zeno, memang tidak pernah menyatakan perasaan mereka didepannya, namun tuan Frans paham mereka berdua saling mencintai. Dia bisa melihat dari pancaran mata kedua anak muda itu, pada saat kejadian tempo hari.


"Kau mencari Jessie?" tanya Tuan Frans tepat sasaran.


"Ba--bagaimana bisa Tuan mengetahuinya?" Alis Zeno bertaut, dia sungguh heran.


"Tentu saja aku tahu," Tuan Frans mengulum senyumnya.


Zeno menjadi salah tingkah, dia menggaruk tengkuknya dan menampilkan barisan giginya yang putih. Dia berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Saya kemari ingin meminta maaf kepada Tuan. Saya sangat menyesali perbuatan yang hampir saja merenggut nyawa Anda, Tuan."


"Tidak masalah, Nak ... aku bahkan tidak pernah mempermasalahkannya. Aku sangat paham perasaanmu. Semua yang kau lakukan karena sebuah kesalahpahaman dan Kenan juga yang memperalatmu," tanggap Tuan Frans.


"Saya menyadari kalau yang namanya balas dendam itu tidaklah baik, apapun alasannya. Dari sini saya juga bisa belajar untuk bisa menjadi seseorang yang berpikir jernih dan lebih positif, Tuan," seloroh Zeno.


Tuan Frans tersenyum mendengar pernyataan Zeno yang cukup bijak.


"Temuilah Jessie, Nak ... aku mendukungmu. Sekarang Jessie sedang jalan-jalan ke Rodeo Drive. Anak itu memang suka sekali shopping, ha-ha-ha."


Setelah mendapatkan izin dari tuan Frans, Zeno langsung bergegas untuk menyusul Jessie. Kerinduannya sudah membuncah karena cukup lama dia tidak bisa bertemu.


.


.


.


***


Rodeo Drive.



Tempat ini merupakan pusat perbelanjaan kelas dunia yang berada di Los Angeles. Tempat wisata ini memang cocok bagi seseorang yang suka sekali shopping barang-barang branded kelas dunia.


Dengan dikawal dengan para bodyguard, Zeno berjalan menyusuri tempat itu untuk mencari Jessie. Keberadaan Zeno menjadi perhatian orang-orang disekitar karena dia berjalan sambil menggendong Zaenudin.


Mungkin pemandangan cukup aneh, karena baru kali ini ada orang kaya dan tampan, membawa-bawa ayam ke tempat seperti itu. Asal tahu saja, sekarang Zaenudin sudah resmi menyandang nama belakang Sanjaya seperti Zeno.


***



Setelah sekitar setengah jam, akhirnya Zeno dapat menemukan Jessie. Jessie berpenampilan agak berbeda dengan potongan rambut pendek seatas bahu. Sebelum berlari mengejar sang gadis pujaan hati, terlebih dahulu dia memberikan Zaenudin kepada salah satu bodyguard-nya. Dia tersenyum dan sangat bersemangat.



"Jes! Jessie ..." panggil Zeno dengan napas terengah.


Jessie menoleh dan terlihat terkejut melihat Zeno ada dihadapannya. Dia seakan tak percaya, Zeno mencarinya sampai kemari.


***


The Cabana Cafe.


__ADS_1


Agar lebih nyaman, mereka memutuskan untuk saling berbincang di cafe dekat tempat mereka bertemu. Sudah sekitar sepuluh menit berlalu, tapi salah satu dari mereka tidak ada yang bersuara.


"Cantik," gumam Zeno. Dia bahkan tak berkedip saat memandangi wajah Jessie.


"Lo bilang apa?" tanya Jessie. Dahinya berkerut karena dia tidak dapat mendengar jelas suara Zeno.


"Itu maksudnya lo cantik dengan rambut pendek. Pokoknya lo tetep cantik dengan model apapun," jawab Zeno sedikit gugup.


Jessie tersenyum samar karena melihat Zeno yang bersikap aneh dan gugup dihadapannya.


"Jadi kalo gua botak juga tetep cantik?"


"Cantik!" teriak Zeno sambil mengacungkan jempolnya, namun seketika dia sadar dan menurunkan perlahan jempolnya.


"Ya jangan botak juga," gumam Zeno.


Jessie tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Zeno.


"Jadi lo mau apa dateng kemari?" tanya Jessie.


"Gua mau kita mulai dari awal lagi, Jes!" tegas Zeno. Dia meraih jari jemari Jessie yang berada diatas meja. Tatapan matanya menggambarkan keseriusan.


Jessie bergeming, sejujurnya hatinya sangat bahagia. Namun, tiba-tiba raut wajahnya menjadi sendu.


"Tapi gua sekarang udah janda, Zen." Jessie menarik perlahan tangannya dan mencoba melepaskannya dari genggaman tangan Zeno.


Zeno menarik tangan Jessie lebih erat, sehingga Jessie tidak dapat melepaskannya lagi.


"Gua gak peduli, mau lo janda atau apa juga -- gua tetep cinta sama lo, Jes. Maafin gua udah bersikap layaknya pecundang waktu itu, berulang kali gua nolak ajakan lo dan gak peduliin perasaan lo. Gua nyesel, Jes ..." ungkap Zeno dengan tatapan yang sendu.


Jessie tak langsung menanggapi, dia menatap mata Zeno lekat. Karena membolak-balikkan hati tak semudah membalikkan telapak tangan. Masih ada rasa kecewa yang tersisa dihatinya untuk Zeno.


"Gua udah punya pacar baru, Zen ... bule ganteng Amerika. Gua udah trauma dengan yang lokal, apalagi modelnya kayak lo," tutur Jessie


Deg!


Nyut!


Hati Zeno seketika hancur berkeping-keping, dia merasa bagai orang bodoh dihadapan Jessie. Apakah dia memang tidak pantas mendapatkan kebahagiaan karena perbuatannya?


"Mau sampe kapan lo berencana bengong, Zen?"


"Eh? Iya, Jes ... lo gak bercanda, kan?" tanya Zeno memastikan. Wajahnya seketika pucat pasi.


Jessie menggeleng pelan, dia menunjuk seorang pria bule gagah yang berjalan mendekati mereka.


Zeno yang sudah begitu kecewa reflek beranjak dari tempat duduknya.


"Salam dengan pacar baru lo, Jes. Gua pergi dulu."


Zeno berjalan bagai orang linglung, dia tak menyangka kalau Jessie secepat itu melupakannya. Hatinya bagai tersambar petir kala itu. Ingin rasanya dia mengumpat kepada authornya, karena dari awal cerita dia tidak pernah diberikan kebahagiaan. Jahat emang, ck-ck-ck.


***


Baru beberapa langkah berjalan, Zeno merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Saat dia menoleh, ternyata itu adalah Jessie.


"Jessie?"


Jessie melepaskan pelukannya, dia terkekeh karena melihat wajah Zeno yang kebingungan.


"Nanti dimarahin sama pacarnya peluk-peluk gua, Jes."


Wajah Jessie berubah kesal, dia lalu memukul dada Zeno hingga pria tampan itu meringis kesakitan.


"Gua gak pernah punya pacar kali!" tegas Jessie, "Lagian kok pasrah amat, sih! Bikin kesel tau!" protesnya.


"Lah terus tadi siapa?"


Zeno mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru cafe dan mencari pria bule yang ditunjuk Jessie tadi. Anehnya pria bule itu malah mesra-mesraan dengan seseorang yang memiliki jenis kelamin yang sama.


"Astogeh ... dia suka batangan," Zeno membelalakkan matanya dan terkejut.


Jessie juga ikut terkejut karena pria random yang dia pilih untuk menipu Zeno adalah seorang gay.


"Ha-ha-ha." Zeno tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Jessie yang aneh.


Jessie kesal dan memukuli dada Zeno berkali-kali.


Tanpa basa-basi, Zeno langsung menggendong Jessie dengan gaya bridal dan berlari ke luar cafe.


"Yeah! Akhirnya Zeno Anzaylani bisa bahagia!" teriak Zeno bahagia sambil menggendong Jessie dan berlari.


"Zen, kita belom bayar tau," celetuk Jessie. Dia menunjuk ke arah beberapa orang berbadan kekar yang mengejar mereka dari arah cafe.

__ADS_1


"Biarin ... nanti cafenya gua beli sekalian. Sekarang kita lari dulu, Jes ... biar sehat!"


Zeno mempercepat laju larinya.


Raut wajah kedua insan yang sedang jatuh cinta itu tampak bahagia. Selama ini, mereka selalu dibuat sengsara oleh authornya. Tapi diakhir cerita, mereka bisa bahagia juga.


.


.


.


***


Tamat.


Zeno & Jessie



~Percakapan Zeno dan Author


Zeno : Thor! Yakin lo ini tamat? Bercanda kan lo Thor?!!


Author : Ya iyalah tamat sapa bilang bercanda.


Zeno : Emang lo itu author gak ada akhlak! Masa gini doang sih ceritanya?


Author : Terus mau lo gimana?


Zeno : Masa gak ada adegan 21+ nya gitu, biar kayak novel-novel lain. Gua sama Jessie gitu, Thor.


Author : Gak boleh! Kan belom nikah!


Zeno : Ya nikahin lah, Thor! Abis itu kan bisa.


Author : Ogah! Males gua.


Zeno : Emang author jahat!


Author : Biarin wkwk.


Zeno akhirnya pasrah dan bersimpuh dilantai sambil menyanyi lagu Kumenangis....


***


Zeno waktu menjadi pemulung dan tukang cuci baju keliling wkwk




***


Hola semua pembaca setia novel absurd ini, he-he. Akhirnya sudah sampai di penghujung cerita. Maafkan author kalau akhir ceritanya kurang pas dihati kalian. Tapi mau gimana lagi, beginilah adanya, he-he.


Sebenarnya author sedih berpisah dengan tokoh-tokoh absurd di novel ini. Tapi inilah jalan yang harus ditempuh, kalo kata Naruto ini jalan ninjaku wkwkwk. Apa hubungannya coba?


Kira-kira apakah ada season duanya? Hmm ... hal itu sedang author pertimbangkan dengan timbangan berat badan, wkwkwk.


Sejujurnya author orangnya tertutup, ya pasti tertutup kalo terbuka kan malu dong, masa keluar rumah gak pake baju, muehehe. Tapi bener loh, author ini orangnya pendiam, diam-diam ke WC.


Sekiranya nanti ada kabar terbaru, author akan memberikan pengumuman disini. Jadi tetap jadikan novel ini salah satu novel daftar favorit kalian. Oke!


Siapa tau aja ada bonus chapter 😁😁


Sebelum benar-benar berakhir author ingin menyampaikan. Kalau ada yang belum baca karya author yang lain silahkan dibaca walaupun gak bagus-bagus amat sih karyanya. 🤣🤣😅😅


tinggal klik Avatar profil author nanti banyak novel gaje author yang lain.


Dan jangan lupa untuk mampir ke karya milik teman author yang lain Dispenser Girl:


-Tya Gunawan


-Aldekha Depe


-Nafasal


-Syala Yaya


Cukup cari di pencarian dan ketik nama mereka nanti muncul deh karyanya 😁👍👍👍


mudah kan???

__ADS_1


Dadah papay 🥰🥰😁😁😘😘👍👍


Author mencintai kalian semua 😍😍🥰🥰


__ADS_2