
Tiga hari kemudian, hari dimana Jessie dan Key akan menikah. Pernikahan anak dari dua klan mafia terhebat itu diadakan secara tertutup di sebuah ballroom hotel mewah milik dari tuan Kenan yang berada di Singapura. Hal ini merupakan permintaan dari keluarga Sanjaya sendiri sebagai bagian rencana untuk menghabisi nyawa tuan Frans.
Tamu undangan cukup terbatas karena hanya sekitar 200 orang yang diundang. Pengawalan cukup ketat, ada sekitar 500 bodyguard yang ditugaskan berjaga di setiap sisi.
Zeno didapuk sebagai koordinator para bodyguard tersebut dan mengatur tugas masing-masing anak buahnya.
***
Waktu menunjukkan pukul enam sore, Jessie sudah berada di ruang rias sejak sejak pukul lima sore tadi. Wajahnya sudah terpoles make up khas seorang pengantin, namun tetap terlihat natural dan menunjukkan sisi cantik yang alami.
Hari yang seharusnya menjadi hari yang paling bahagia untuknya, malah menjadi hari yang paling menyedihkan. Dia harus menikah dengan pria yang tidak dia cintai.
Hatinya sangat kecewa dengan Zeno, dia bahkan merasa kalau Zeno tidak benar-benar mencintainya. Dia menganggap cinta yang pernah diungkapkan oleh bodyguard tampannya hanyalah cinta semu. Cinta yang tampak nyata, namun ternyata hanyalah sebuah kepalsuan.
"Nona Jessie sangat cantik. Tuan muda Key sangat beruntung mendapatkan istri seperti Anda," puji Deva, sang make-up artist yang dipercaya untuk merias wajah cantik Jessie.
Jessie hanya mengulas senyum samar tanpa menanggapi dengan ucapan.
"Tuan Key terlihat sangat cantik untuk ukuran seorang pria tapi saya yakin dia pasti hebat di ranjang," celoteh Sabrina, sang hair stylist.
Kedua wanita yang mendadani Jessie saling melemparkan tawa dan menggoda Jessie. Namun, gadis itu hanya diam tak menanggapi.
Dia bahkan tidak mampu membayangkan akan melakukan hubungan yang dimaksudkan oleh kedua wanita itu. Apalagi kalau itu dengan Key.
Jessie tak sadar menggeleng-gelengkan kepalanya, yang membuat kedua wanita yang sedang asik bergosip itu kaget.
"Kenapa? Apa Nona begitu malu mendengar ucapan kami? Maafkan kami, Nona ..." ucap Deva merasa bersalah dan ditanggapi anggukan oleh Sabrina.
"Gak apa-apa, lanjutin aja kerjaan kalian," tanggap Jessie.
***
Waktu menunjukkan tepat pukul tujuh malam. Prosesi pernikahan sengaja dilakukan pada malam hari. Kini saatnya prosesi pernikahan antara Jessie dan Key. Kedua mempelai sudah siap dan sudah berada dalam ballroom hotel. Prosesi pernikahan hanya dihadiri oleh keluarga besar kedua mempelai, tak terkecuali Zeno yang merupakan koordinator bodyguard. Sedangkan, tamu undangan akan datang pada jam delapan malam.
Zeno berdiri di salah satu sudut ruangan, dari sana dia dapat melihat jelas raut wajah bahagia Key dan raut wajah sendu Jessie. Dia tahu kalau gadis itu tidak bahagia, namun dia harus tetap seperti orang yang tidak peduli. Rencananya tidak boleh gagal karena ini adalah puncaknya.
"Maaf ..." lirih Zeno sambil menatap nanar kearah Jessie.
Tanpa sengaja kedua pasang mata mereka saling bertemu. Sorot mata Jessie menggambarkan 'tolong aku dan bawa aku pergi dari sini' tapi Zeno pura-pura bodoh dan tidak menanggapi.
Zeno menghela napasnya kasar, dia rasanya tidak sanggup melihat gadis yang dia cintai menjadi milik orang lain di hadapannya. Dia memilih pergi meninggalkan ballroom hotel itu.
__ADS_1
"Aku pergi keluar sebentar," ucap Zeno kepada salah satu bodyguard yang berjaga bersamanya.
"Wah ... sayang sekali, padahal acara pernikahan kedua anak dari klan mafia terhebat akan berlangsung."
"Perutku sakit," Zeno memasang tampang pura-pura sambil memegang perutnya.
"Baiklah, semoga lancar!"
Zeno menganggukan kepalanya dan berlari keluar.
Kepergian Zeno ternyata dipantau oleh Jessie lewat ekor matanya. Gadis itu terisak dalam hati dan tanpa sadar cairan bening telah membasahi pipinya.
"Kamu kenapa?" tanya Key. Dia khawatir melihat Jessie menitikkan air mata.
"Gak apa-apa," jawab Jessie singkat.
"Kamu terlalu senang ya mau jadi istriku?" Key tersenyum kepada Jessie. Dia mungkin tahu kalau Jessie sebenarnya sedih bukan senang tapi rasa egoisnya sudah mengalahkan rasa empatinya.
***
Setengah jam sudah berlalu, Zeno masih termenung di dalam salah satu bilik toilet. Dia begitu frustasi dan bagai seorang pecundang yang tidak dapat mempertahankan cintanya. Kali ini sudah pasti Jessie sudah sah menjadi istri dari sepupunya, Key. Tak ada lagi alasan baginya untuk mencintai Jessie. Dia hanya perlu menyelesaikan tugasnya.
Ting!
Tiga jam lagi, kode 3-3045.
Zeno membaca pesan singkat itu. Dia mengambil pistol yang berada di saku jasnya. Pria tampan itu memejamkan matanya sejenak dan menggertakan giginya.
Hari ini semuanya akan berakhir. Cinta dan dendam gua berakhir bersamaan.
.
.
.
***
Bambang, Nafa, Young Flash, Depe, dan kakek Wiro -- ternyata ikut terbang ke Singapura. Dengan menggunakan pesawat pribadi milik Nafa, mereka dengan mudah menyusul kesana. Segala sesuatunya sudah diurus oleh asisten pribadi Nafa -- dari masalah perizinan dan identitas palsu yang akan mereka gunakan disana.
Dalam waktu singkat, ternyata mereka mampu mendapatkan informasi mengenai kebenaran kematian orang tua Zeno dan rencana pembunuhan terhadap tuan Frans yang akan dilakukan oleh tuan Kenan.
__ADS_1
Mereka datang dengan persiapan yang matang, serta mendapatkan dukungan dari beberapa kumpulan klan mafia yang memang tidak menyukai tuan Kenan.
Saat ini, mereka sedang berada di villa milik salah satu klan mafia yang bekerja sama untuk melakukan penyerangan kepada tuan Kenan.
"Gua dan Bambang bakal dateng duluan ke hotel itu. Dengan undangan ini, kami bisa menyelinap di acara nikahan itu," ujar Nafa. Dia menunjukkan sebuah kertas dengan nuansa abu-abu yang berisi undangan pernikahan Jessie dan Key.
"Kakek Wiro disini aja sama Young Flash dan Depe," pesan Bambang.
"Selametin Zeno ya, Bang ... tinggal dia keluarga kakek yang tersisa," pinta Kakek Wiro.
"Bambang janji bakal selametin Zeno, Kek. Dia juga salah satu sahabat Bambang yang paling berharga. Doakan semoga kami bisa menggagalkan rencana tuan Kenan dan membongkar semua kebenaran."
Bambang mengulas senyuman kepada kakek tua yang terlihat sangat khawatir terhadap cucunya.
"Kalian berdua, begitu ada kode dari gua langsung jalankan misi selanjutnya. Oke!" Bambang mengedarkan pandangannya kearah Young Flash dan Depe secara bergantian.
"Tenang aja, Bang! Semua bakal beres. Good luck! Semoga kalian berdua berhasil dan selamat," sahut Young Flash sambil mengacungkan jempolnya.
Bambang sudah siap dengan wig putih dan dandanan layaknya kakek-kakek untuk menghadiri acara pernikahan itu. Sedangkan Nafa, dia sudah menyamar menjadi seorang pria gagah dengan jas dan sepatu kulit yang mengkilap.
"Kita berangkat, Cu ..." ucap Bambang dengan suara yang dimirip-miripkan dengan kakek-kakek.
"Ehm ... baik, Kek!" sahut Nafa dengan suara yang dibesar-besarkan.
Tadinya yang akan berangkat adalah Bambang dan Young Flash. Namun, Depe tidak mengijinkan karena dia tidak bisa jauh dari kekasihnya itu. Mereka bagai monyet dengan pisang, entah siapa monyetnya dan siapa pisangnya.
Dasar emang pasangan bucin, ck-ck-ck.
.
.
.
***
Next episode comming soon 😁👍
Apakah teman-teman Zeno mampu membantu menggagalkan rencana licik tuan Kenan?
Mampir kuy ke novel milik Nafasal yang kersang alias keren sangat 😁👍
__ADS_1