
Happy Reading 😁👍
Zeno berjalan menuju asramanya dengan keadaan yang basah kuyup. Tiba-tiba tak sengaja Zeno melihat Bang Ismed sedang bernyanyi lagu ala-ala India di depan bunga matahari yang ditanamnya.
"Nah! Ini dia orangnya! Beberapa hari ini gua cariin gak pernah ketemu, udah kayak setan aja," gumam Zeno.
Dengan mengendap-endap, Zeno mendekati Bang Ismed perlahan dan menarik kerah bajunya dengan kencang.
"Gak bisa menghindar lagi lo ya, Bang!" teriak Zeno.
Bang Ismed terkejut dan berusaha melepaskan diri dari Zeno. Dia hendak kabur, tapi sayang tenaga Zeno sungguh kuat sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali.
"Kita bisa damai kan, Zen? Jangan gitu lah sama sahabat sendiri," rayu Bang Ismed.
"Heleh! Sahabat apaan yang tega meracuni sahabatnya sendiri? Lo itu bener-bener ya, Bang ... masa gua dikasih semur jengkol beracun," sergah Zeno.
"Ye ... tapi kan lu jadi tau fakta yang sesungguhnya ... Zen," kilah Bang Ismed.
Zeno akhirnya melepaskan genggaman di kerah baju Bang Ismed. Dengan terburu-buru pula, tukang sapu yang paling gaul seantero para tukang sapu orang kaya itu pun menghindar.
"Mulut lo ember gak, nih?" selidik Zeno.
"He-he ... tenang aja, Zen ... rahasia lu tersimpan rapat sama gua," tutur Bang Ismed.
Zeno menatap Bang Ismed dengan wajah curiganya. Dia tak langsung percaya begitu saja kepada sang tukang sapu yang berharap jadi bodyguard itu.
"Gua hampir cerita sama Bambang tapi gak jadi kok, Zen ... suwer tekewer-kewer!" jujur Bang Ismed.
"Yang bener?" Zeno menatap Bang Ismed dengan tatapan mengintimidasi.
"Serius, Zen!" yakin Bang Ismed.
Zeno mengeryitkan dahinya dan masih mencoba menelisik informasi yang lebih akurat.
"Hahh...." Bang Ismed menghela napasnya dan mencoba menceritakan kebenarannya kepada Zeno.
Tiga hari yang lalu, Bambang menarik paksa Bang Ismed untuk menjauh dari lokasi Zeno dan Jessie. Ternyata Bambang membawa Bang Ismed menuju kamarnya yang ada di asrama bodyguard.
"Jadi maksud lu apa, Bang? Lu bilang kalo lu tau semuanya tentang Zeno dan lu bilang Zeno adalah anak holkay yang hilang," selidik Bambang.
"Jadi gini, Bang! Si Zeno itu...." ucapan Bang Ismed terjeda saat mengingat pesan dari Tuan Kenan agar dia tetap tutup mulut.
Waduh dasar mulut ember! Kenapa juga gua malah koar-koar rahasia yang sungguh besar ini? Bisa-bisa gua dibikin dead sama Tuan Kenan, batin Bang Ismed menyalahkan dirinya sendiri.
"Zeno itu tinggal sama kakeknya di desa," ucap Bang Ismed menyelesaikan ucapannya yang berisikan kalimat tidak penting.
"Weh! Ismed somplak! Nenek-nenek salto juga tau kalo Zeno tinggal sama kakeknya di desa!" geram Bambang.
"He-he ... gua sebenernya gak tau apa-apa, Bang. Gua cuma bohongin lu doang. Lagian, emang gua pernah serius?" kilah Bang Ismed sambil nyengir kuda.
Bambang berpikir sejenak dan menatap wajah Bang Ismed.
Iya juga ... ngapain juga gua percaya sama si Ismed? Ish! Bambang-Bambang ... mau aja lu dikadalin Ismed, batin Bambang.
Zeno menganggukan kepalanya saat mendengar penjelasan dari Bang Ismed.
"Awas aja kalo lo ember, ya! Gua laporin lo ke Om Kenan," ancam Zeno.
"I-iya ... Zen," sahut Bang Ismed.
Bang Ismed memperhatikan penampilan Zeno dari atas kebawah. Dia terkekeh melihat Zeno yang lepek dan basah kuyup.
"Pfftt ... kenapa lu basah kuyup gitu, Zen? Udah kayak anak ayam kejebur got," ujar Bang Ismed sembari menahan tawanya.
"Gua abis kejebur kolam ikan, puas lo!" pekik Zeno sembari berjalan pergi.
Bang Ismed yang mendengar hal itu langsung tertawa terbahak-bahak. Ternyata Young Flash yang berada di atas dahan pohon juga ikut tertawa.
"Eh? Kayaknya gua sendirian ... tapi kok ada suara orang ketawa," gumam Bang Ismed.
Bang Ismed mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan akhirnya dia menemukan sosok Young Flash yang berada di atas pohon.
"S-s-setan!" pekik Bang Ismed.
__ADS_1
Bang Ismed langsung berlari terbirit-birit karena ketakutan melihat Young Flash. Sangking takutnya dia sampai kencing di celana.
Young Flash terheran melihat Bang Ismed yang ketakutan karena melihat dirinya. Dia bertanya-tanya kenapa pria lucu itu berlari ketakutan.
"Perasaan gua ganteng maksimal ... tapi kenapa dia takut sama gua?" gumam Young Flash.
Pria lincah itu penasaran dan mencoba berkaca dengan kamera depan ponsel milik Depe.
"Astaga! Itu setan dari mana?!" pekik Young Flash saat melihat dirinya sendiri yang terpantul di layar ponsel tersebut.
Wajar saja Bang Ismed ketakutan, penampilan Young Flash sungguh mengerikan. Matanya mirip dengan mata panda karena ada lingkaran hitam. Rambutnya acak-acakan ditambah dia memakai kemeja berwarna putih.
"Pantes aja dia takut ... gua gak tidur dua hari jadi mata gua begini. Mana tampang gua macem setan," ujar Young Flash.
"Gua laper banget, udah dua hari gak makan nasi," keluh Young Flash sambil memegangi perutnya.
Selama dua hari ini, Young Flash hanya memakan buah-buahan yang ada di pohon. Untung saja ada buahnya.
.
.
.
Ruang kerja Tuan Frans, Paviliun Timur.
"Terima kasih atas saranmu, Nak Fox ... mungkin kalau aku tidak mendengar saranmu, aku tidak pernah berpikir untuk menanyakan hal ini kepada putriku," ucap Tuan Frans.
"Tidak masalah, Tuan ... bolehkah aku menemui Jessie, Tuan?" pinta Fox.
"Ah! Boleh ... Jessie sedang berada di kamarnya di kediaman utama. Kau bisa ke sana bersama bodyguard yang mengantarkanmu tadi," tanggap Tuan Frans.
"Terima kasih, Tuan," ucap Fox.
Fox pun berpamitan dan bergegas untuk menemui Jessie.
.
.
.
Kediaman Utama keluarga Wijaya.
Kamar Jessie.
Jessie sedang asyik memainkan benda pipih pintarnya. Dia sedang menunggu salah satu temannya yang akan datang berkunjung ke rumahnya. Walaupun sebenarnya dia malas karena temannya itu adalah sosok wanita songong dan suka pamer benda-benda mistis.
Tok-tok-tok!
Terdengar suara pintu kamar Jessie diketuk. Dia mengira yang datang adalah temannya itu.
"Masuk aja gak dikonci," teriak Jessie.
Kriet!
Brak!
Suara langkah kaki berjalan mendekati Jessie yang sedang dalam posisi tengkurap di pinggiran kasur dan masih memainkan ponselnya. Dari bayangannya, terlihat jelas itu bukan seorang wanita melainkan seorang pria.
"Seharusnya Anda lebih waspada, Nona Jessie," ucap pria itu yang ternyata adalah Fox.
Mendengar suara Fox, Jessie langsung menoleh kearah pria tampan blasteran Indonesia-Inggris itu. Nampak Fox sudah duduk berjongkok di samping Jessie dan sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Jessie.
"F-fox?" Jessie nampak kaget karena melihat pria itu ada di kamarnya.
Fox tersenyum smirk melihat Jessie yang terkejut melihatnya.
Jessie beranjak dari tempat tidurnya dan menjauh dari Fox dengan turun di sisi lain ranjang.
"Lo ngapain kok tiba-tiba ke sini?" tanya Jessie.
__ADS_1
"Hmm ... saya hanya mengunjungi gadis yang tadinya akan menjadi tunangan saya," jawab Fox sembari tersenyum miring.
Dia mau balas dendam sama gua? Dulu gua nolak tunangan sama dia karena dia gendut dan cupu. Terus gua malah setuju tunangan sama si gemulai, Key. Tapi sekarang dia ganteng dan macho banget.
Jessie menatap wajah Fox yang sedang tersenyum kepadanya itu. Tiba-tiba dia terbayang wajah bodyguard tampan yang dicintainya -- Zeno.
Hush! Sadar Jessie! Lo itu kan sukanya sama Zeno, batin Jessie sembari geleng-geleng kepala.
"Apa Non Jessie menyesal?" tanya Fox sembari berjalan perlahan mendekati Jessie.
Jessie merasa terintimidasi oleh Fox. Dia berjalan mundur dengan perlahan karena takut Fox akan berbuat sesuatu kepadanya.
Dia emang ganteng tapi gua gak boleh goyah! Gua harus bisa melawan!
Di saat Jessie sedang bersiap memasang kuda-kuda. Terdengarlah suara teriakan seorang wanita yang memekikkan telinga dari balik pintu kamarnya.
"Jessie! Hola cantik! Gua datang!" teriak wanita yang langsung membuka pintu kamar Jessie.
Kriet!
Wanita itu membelalakkan matanya saat melihat adanya pria tampan yang berada di kamar Jessie.
"OMG! Who is he? Jessie! Lo selingkuh dari Key?!" pekik wanita itu yang teridentifikasi ternyata adalah Tya Gunawan.
"Selingkuh apaan? Dia ini Fox, loh ... inget gak, Tya?" sahut Jessie.
Mendengar nama Tya, wajah Fox langsung pucat pasi. Dalam ingatan pria itu, Tya adalah wanita yang menakutkan.
Tya adalah anak salah satu mafia yang terkenal dengan keluarga yang menganut ilmu perdukunan dan lebih ditakuti dari mafia manapun di Bumi Pertiwi ini. Nama ayahnya adalah Ki Bodang Komarudin dan ibunya bernama Dian Sapira. Banyak yang mengatakan bahwa keluarga Komarudin adalah keluarga mafia jalur khusus yang istimewa. Namun, kekayaan keluarga itu tidak kalah dari keluarga Wijaya, Sanjaya atau Griffin.
Tya dari dulu menyukai Fox walaupun dulunya Fox masih bertampang cupu dan bertubuh gendut. Namun, Fox malah sangat takut dengan wanita cantik itu.
"Fox? Fox Griffin yang dulunya cupu dan gendut? My first love?"
Mata Tya terlihat berbinar saat melihat Fox berdiri di hadapannya. Apalagi dia melihat sosok Fox yang sekarang sungguh tampan paripurna.
Fox sangat ketakutan, dia langsung berlari terbirit-birit keluar dari kamar Jessie.
"Maaf gua buru-buru harus ada rapat dadakan!" teriak Fox sembari berlari dan menghilang secepat kilat.
Tya ingin mengejar Fox tapi diurungkannya karena Tya dari dulu sungguh mempercayai apapun ucapan Fox.
Tiga belas tahun yang lalu, saat itu Tya masih berusia delapan tahun. Gadis kecil itu sungguh menyukai Fox karena kebaikan hatinya.
"Kakak mau jadi pacar aku?" tanya Tya.
"Maaf ... tapi aku akan bertunangan dengan Jessie. Jika saja aku tidak bertunangan aku pasti mau jadi pacarmu," jawab Fox dengan wajah ketakutan.
Tya menjadi kesal dan menghasut Jessie untuk membatalkan rencana pertunangannya dengan Fox. Alhasil rencana pertunangannya pun gagal.
Dua tahun kemudian, saat Tya berusia sepuluh tahun. Dia kembali menyatakan perasaannya kepada Fox.
"Kak ... sekarang kan kakak tidak dijodohkan dengan siapa-siapa, kakak mau kan jadi pacarku?" tanya Tya.
"Maaf Tya ... kata ayah, aku tidak boleh pacaran sampai usiaku dua puluh tahun," jawab Fox.
Tya mempercayai ucapan Fox dan menunggu saat Fox berusia dua puluh tahun. Namun, mereka tidak pernah bertemu lagi sampai saat ini.
Umur Kak Fox kan udah lebih dari dua puluh tahun, pasti dia mau jadi pacar gua, batin Tya sambil senyum-senyum sendiri.
Jessie merasa heran melihat Tya yang bersikap aneh. Dia memperhatikan temannya itu dengan seksama dan hanya berdecak heran.
Jadi dia masih suka sama Fox? Setia banget, batin Jessie.
.
.
.
Next episode comming soon 😁👍
Tya Gunawan
__ADS_1