
Mereka berdua masih larut dalam mabuk asmara malam itu. Namun, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari kaca luar jendela mobil Zeno.
Tok-tok-tok!
"Mohon segera keluar!" perintah seorang pria berseragam Satpol PP dan berbadan tegap.
Zeno dan Jessie sontak terkejut karena ketukan tersebut. Mereka berdua panik karena sungguh bahaya jika kebersamaan mereka berdua ketahuan publik. Sebenarnya, yang mereka khawatirkan karena terciduk Satpol PP.
"Gimana ini? Masa kita kena ciduk Satpol PP," lirih Jessie dengan raut wajah khawatir.
"Non gak usah khawatir ... serahkan sama saya," sahut Zeno.
Zeno membuka pintu mobilnya dan langsung menutup pintunya agar para Satpol PP itu tidak dapat melihat Jessie.
"Ada apa ya, Pak?" tanya Zeno dengan gaya yang dibuat sesantai mungkin.
"Kami mendapatkan laporan kalau ada mobil mencurigakan dan sedang melakukan hal yang melanggar moral di sekitaran jalan ini," jawab Pak Satpol PP itu. Satpol PP yang lain hanya berdiri di sekitaran situ dan kira-kira berjumlah delapan orang.
"Siapa yang melaporkan hal itu, Pak? Bapak seharusnya tidak percaya dengan laporan tersebut, mungkin saja itu hanya berita hoax," tutur Zeno dengan tegas.
"Orang yang melaporkan ini mengaku kalau dia adalah salah satu bodyguard dari keluarga Wijaya," jelas Pak Satpol PP itu.
"Siapa, Pak? Saya sendiri adalah bodyguard dari keluarga Wijaya," ucap Zeno sembari mengeluarkan kartu tanda pengenal sebagai bodyguard khusus keluarga Wijaya.
Pak Satpol PP itu mengambil tanda pengenal Zeno dan memperhatikan dengan seksama. Dia pun menganggukkan kepalanya seraya menyerahkan kembali kartu tanda pengenal milik Zeno.
"Tapi apa yang Anda lakukan malam-malam di pinggir jalan begini?" selidik Pak Satpol PP.
"Oh! Saya hendak pulang dari tugas tapi saya merasa jenuh jadi saya berhenti sejenak, memangnya ada masalah?" kilah Zeno.
Pak Satpol PP terlihat curiga, beberapa kali dia berusaha mengintip ke dalam mobil tapi dihalangi oleh Zeno.
"Apa Anda sedang berbuat mesum?" tanya Pak Satpol PP curiga.
"Wah! Bapak jangan memfitnah, memangnya bapak melihat saya berbuat mesum? Memangnya baju saya acak-acakan dan mobil saya goyang-goyang?" ketus Zeno.
Pak Satpol PP nampak bingung, karena dia tidak melihat hal tersebut. Zeno masih nampak berpakaian rapih dan mobilnya juga tidak goyang-goyang.
Tiba-tiba dari kejauhan ada seseorang yang berjalan dengan sok percaya diri. Orang itu pun mengikrarkan kalau ada orang mesum yang berada di sekitar kediaman keluarga Wijaya.
"Nah! Ini dia mobilnya, Pak! Dia sungguh meresah...." ucapannya terjeda saat melihat sosok Zeno yang berdiri bersidekap di hadapannya.
"Oh! Jadi ini orangnya? Udahlah, Bang! Mau lo pake kacamata item atau kacamata renang gua masih mengenali lo," tegas Zeno sembari membuka kacamata hitam orang itu yang ternyata adalah Bang Ismed.
__ADS_1
"Eh ... ternyata lu, Zen? Gua kira orang mesum," cicit Bang Ismed lemah.
"Hilih! Lagian ngapain juga lo pake-pake jas segala? Gak sinkron sama muka," ejek Zeno.
Pak Satpol PP itu nampak heran karena mereka berdua sangat akrab. Dia pun merasa kesal karena telah dikerjai Bang Ismed.
"Haish! Ternyata kalian berdua saling mengenal dan mempermainkan saya! Dasar kurang ajar!" hardik Pak Satpol PP itu.
Zeno dan Ismed hanya saling memandang dengan tatapan saling menyalahkan.
"Ayo kita pergi dari sini!" ajak Pak Satpol PP itu kepada anak buahnya yang merupakan Satpol PP yang lain.
***
Selepas kepergian Satpol PP itu, Bang Ismed nampak masih mencurigai Zeno. Dia mencoba menyelidik dan mengintip ke dalam mobil Zeno.
"Mau ngapain?" tanya Zeno sembari menjewer telinga Bang Ismed.
"A-duh sakit, Zen! Itu ada Non Jessie 'kan di dalem?" celetuk Bang Ismed.
"Iya ada! Emang kenapa?" sungut Zeno.
"Wah ... macem-macem nih, ya...." goda Bang Ismed.
Bang Ismed mendekat kearah Zeno dan berbisik kepadanya.
"Tuan Key kan sepupu lu, Zen."
Zeno menoyor kepala Bang Ismed.
"Sono lo jauh-jauh ... bau kapur barus," celetuk Zeno sembari menutup hidungnya.
"Lu kata gua mayat! Sembarang basing banget omongannya!" protes Bang Ismed.
Zeno tidak menjawab dan menyeret Bang Ismed menjauh dari mobilnya. Akhirnya Bang Ismed pun pasrah dan berjalan menuju kediaman keluarga Wijaya.
***
Melihat para Satpol PP dan Bang Ismed sudah pergi, Jessie pun memutuskan untuk turun. Namun, keputusannya salah besar karena ternyata di situ ada Young Flash yang dari tadi memantau dari atas pepohonan. Entah mengapa manusia lincah itu ada di mana-mana, sungguh mengherankan.
"Wah ... kecurigaan gua ternyata bener, putri semata wayang keluarga Wijaya ada main dengan salah satu bodyguard-nya dan faktanya bodyguard-nya itu merupakan sepupu tunangannya," gumam Young Flash sembari tersenyum miring.
"Sebentar lagi gua akan mengabadikan momen kebersamaan mereka dan gua bisa ketemu dengan pemilik hape ini. Eh ... ngapain gua malah seneng bakal ketemu pemilik hape ini?" ujar Young Flash yang sepertinya mengingat Depe pemilik ponsel yang sedang dia pegang sekarang.
__ADS_1
***
Zeno sudah berhasil menyeret Bang Ismed pergi. Dia pun berlari kecil menghampiri Jessie yang berada di mobilnya.
"Non Jessie kok keluar?" tanya Zeno.
"Udah aman 'kan? Pengen aja keluar," jawab Jessie.
Zeno tersenyum tipis menanggapi jawaban dari Jessie.
"Yuk sekarang masuk lagi ... kita pulang," ajak Zeno.
Bukannya berjalan kearah pintu mobil, Jessie malah berjalan kearah Zeno dan memeluknya. Hal itu pun menjadi kebahagiaan bagi Young Flash yang sudah dua hari menunggu momen tersebut.
"Mantap ini! Ini bakalan jadi trending topik!" girang Young Flash.
Zeno nampaknya sadar kalau kebersamaan mereka diintai seseorang. Dia pun melepaskan pelukan Jessie dan berbisik kepada gadis cantik itu.
"Non ... kayaknya ada yang ngawasin kita dari tadi."
Jessie hanya mengangguk menanggapi bisikan Zeno.
Bodyguard tampan itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan menemukan sosok Young Flash yang berada di atas salah satu pepohonan.
Zeno pun berlari ke arah Young Flash berada. Young Flash yang menyadari telah terciduk pun langsung bergegas pergi dengan bergelantungan dari pohon satu ke pohon lain.
"Woy! Berhenti!" pekik Zeno.
Zeno mengikuti Young Flash dengan berlari menyusuri jalan. Zeno ternyata tidak mampu mengikuti pria lincah itu dan kehilangan jejaknya.
"Sial!" umpat Zeno.
.
.
.
***
Apakah Young Flash berhasil membongkar rahasia besar diantara mereka? Atau malah gagal total?
Next episode comming soon 😁👍
__ADS_1