
Zeno menghindari tatapan mata Jessie lalu terpaku dan bingung harus berbuat apa. Sedangkan Zaenudin sudah menghilang entah kemana dan Jessie masih berdiri dengan tampang acak-acakan di belakang Zeno. Tak lama kemudian, datanglah Key dengan beberapa bodyguard yang mengiring di belakangnya.
"Oh my God! Kenapa tampang kamu acak-acakan?!" teriak Key sambil mengelus rambut dan pipi Jessie.
Jessie hanya diam dan tak merespon Key. Matanya melotot kearah Zeno yang hanya diam menatap Key yang sedang membantu merapikan rambut Jessie yang acak-acakan.
"Kita pulang ya, Honey?" ajak Key kepada Jessie.
Jessie berjalan mendahului Key menuju pintu keluar Mall. Key hanya diam karena Jessie tidak menjawab ajakannya. Jessie yang melewati Zeno pun tidak peduli dengan Zeno yang masih terpaku sambil menatap kearah Jessie.
Tiba-tiba langkah kaki Jessie terhenti. "Buruan! Katanya mau ngajak gua pulang!"
Jessie berteriak kencang sambil memberikan kode tatapan kepada Key. Wajah Key seketika berubah menjadi cerah karena Jessie menyetujui untuk pulang bersama dengannya.
"Oke, Honey! I'm comming!" sahut Key.
Nyut!
Dada Zeno langsung terasa sakit saat Jessie tak memperdulikannya dan lebih memilih pulang bersama Key. Ada rasa aneh yang selama ini belum pernah dirasakan olehnya. Sensasi menyakitkan didalam dada walaupun tak ditusuk oleh pisau dan ada sensasi panas dingin di sekujur tubuh Zeno, saat melihat Key merangkul Jessie dan berjalan bersama menuju pintu keluar Mall.
Ini rasa apa sebenarnya? Gua gak pernah ngerasain rasa yang kayak gini, kenapa rasanya gak enak banget? Apa gua cemburu? Tapi apa berhak gua cemburu? Key memang tunangan sah dari Jessie.
Zeno berusaha menormalkan perasaannya, dia pun mengambil barang-barang belanjaan yang sudah dijatuhkannya tadi. Bambang dan Bang Ismed yang melihat kejadian itu pun membantu Zeno membereskan barang-barang belanjaan itu.
"Yang sabar, ya," tukas Bambang sambil menepuk pundak Zeno.
"Yowes ... sing sabar, Zen. Tapi Zaenudin itu ilang entah kemana," ujar Bang Ismed.
Zeno langsung tersadar dan langsung berlari untuk mencari Zaenudin.
"Tolong bawain pulang barang-barang itu! Gua mau nyari Zaenudin dulu!" teriak Zeno sambil berlari.
Bambang dan Bang Ismed hanya mengangguk sambil memasang wajah bengong dan heran.
"Elah ... segala ayam disayang banget kayak pacar," ucap Bang Ismed.
Bambang mengendus dan mendapati sumber bau yang dimaksud. "Mending lu ke kamar mandi sono! Bau banget bekas eek Zaenudin di kepala lu!"
Bang Ismed pun memegang kepalanya dan malah mencium tangannya. "Uwek ... bau banget dah!"
"Ha-ha-ha! Udah tau bau malah dicium!" Bambang tertawa terbahak-bahak sambil melihat Bang Ismed yang memasang wajah anehnya itu.
.
.
.
***
Zeno berlari kencang kearah luar Mall. Dia mencari kesana kemari tapi hasilnya nihil. Dia tidak melihat Zaenudin dimana-mana.
"Zaenudin! Zaenudin dimana, lo? Hiks."
Zeno menangis sesenggukan sambil menutupi wajahnya. Banyak orang yang melihat Zeno mencari Zaenudin tapi tidak ada satu pun orang yang mau membantu.
__ADS_1
Dari kejauhan terlihat seorang anak laki-laki kecil berusia sekitar enam tahun bertanya kepada ibunya.
"Bu, Om itu kenapa nangis?" tanya anak kecil itu kepada ibunya.
"Paling diputusin pacarnya, udah gak usah ngurusin orang," jawab ibu anak itu.
Namun ada juga orang yang merasa iba dan menanyakan apa yang terjadi kepada Zeno.
"Mas mencari siapa? Keluarganya, ya?" tanya seorang pria muda yang memakai kaos bertuliskan "Jomblo boleh asal jangan ngenes".
Zeno hanya mengangguk sambil mengeluarkan air mata.
"Lebih baik lapor polisi, Mas," ujar pria muda itu.
Zeno pun berhenti menangis dan berterima kasih kepada pria muda itu.
.
.
.
***
Zeno pun bergegas menuju ke kantor polisi terdekat dengan mengendarai mobil hadiah barunya yang berharga milyaran. Baru saja parkir, mata orang-orang yang berada di kantor polisi pun tertuju kepada Zeno. Mata mereka makin melotot saat melihat Zeno turun dari mobil.
Setelan jas mewah (walaupun jas bodyguard), sepatu kulit mahal yang mengkilap dan wajah tampan yang menggoda iman, membuat orang-orang yang ada disana langsung membicarakannya.
"Kalo gua masih gadis gua embat juga," tanggap nenek-nenek penjual peyek yang kebetulan baru saja datang menawarkan dagangannya kepada para polisi yang bertugas.
"Ngaca atuh, Nek," ucap tukang sapu itu sambil geleng-geleng kepala.
***
Zeno masuk kedalam ruang polisi jaga dan menyampaikan maksudnya.
"Selamat siang, Pak! Ada yang bisa saya bantu?" tanya polisi yang sedang bertugas saat itu.
"Saya ingin membuat laporan kehilangan, Pak! Tolong cari Zaenudin, Pak!" ucap Zeno sambil menangis tersedu-sedu.
"Harap tenang ... jadi siapa Zaenudin itu? Bagaimana ciri-cirinya?" tanya polisi itu dengan wajah serius.
"Zaenudin itu ayam jago kesayangan saya, Pak! Ciri-cirinya warnanya hitam merah seperti ayam jago kebanyakan tapi di kakinya ada gelang bertuliskan huruf Z, Pak...."
Wajah polisi itu langsung berubah datar dan merasa laporan itu tidak penting. Namun karena melihat tampang Zeno yang terlihat kaya serta mobil bawaan Zeno, polisi itu pun mencatat laporan yang diberikan oleh Zeno.
Ckckck ... kasihan, ya ... kaya, ganteng, masih muda lagi tapi kok malah nangisin ayam yang hilang. Apa mungkin dia jones alias jomblo ngenes jadi sampe segitunya ke ayam.
"Oke! Sudah saya catat semua laporannya, nanti akan saya hubungi jika menemukan ayam Anda," ucap polisi itu.
.
.
__ADS_1
.
***
Rumah utama keluarga Wijaya.
Kamar Jessie.
Jessie masih terlihat kesal kepada Zeno. Dia duduk dipinggir ranjangnya dan sudah meminum sekitar dua puluh kotak susu UHT 250 ml. Tak berapa lama, Key yang baru saja menemui ayah Jessie pun datang masuk kedalam kamar Jessie dan mengagetkannya.
"Duar!" teriak Key sambil menepuk punggung Jessie.
Otomatis Jessie pun tersedak susu yang sedang diminumnya.
"Uhuk ... uhuk ... uhuk...."
"Udah gila, ya?! Ngagetin orang aja!" teriak Jessie.
Key hanya nyengir kuda kearah Jessie.
"Kamu minum susu sebanyak itu gak kembung?" tanya Key heran sambil melihat kotak-kotak susu UHT yang berceceran dilantai.
"Gak!" jawab Jessie ketus.
Key menyentuh pipi Jessie dengan kedua tangannya.
"Kamu galak banget, sih," ujar Key sambil tersenyum manis.
Jessie ingin melepaskan tangan Key dari pipinya. Namun Jessie melihat Zeno yang baru datang dan berdiri diambang pintu kamarnya yang terbuka.
Zeno melihat Key sedang memegang kedua pipi Jessie. Zeno ingin sekali pergi dari sana tapi kedua kakinya sulit sekali untuk digerakkan.
Jessie yang melihat Zeno yang sedang berdiri menatapnya pun langsung memegang dan menarik kepala belakang Key sehingga mereka berdua pun berciuman.
Key langsung melotot saat mendapatkan ciuman dari Jessie yang tiba-tiba dan Zeno pun terbelalak kaget melihat kejadian itu.
Mungkin saat itu hati Zeno bagai tersambar petir.
.
.
.
***
Sambil menunggu up nya kisah Zeno yang receh. Boleh lah teman-teman intip kisah romantis yang ditulis oleh teman author 😁👍
Cinta gadis Bisu: By Yuli Novelis
Genre: Romantis
Sinopsis: Seorang pemuda kaya raya yang dari Thailand ke Indonesia, bertemu gadis bisu, mereka saling mencintai sampai akhirnya mereka menikah, tapi sayang hubungan mereka terhalang oleh Ibunda Pemuda itu, karena menilai seseorang hanya sebelah mata.
__ADS_1
Next Episode 😁👍>>