
Napas Zeno masih terengah-engah akibat mengejar Young Flash. Dia yakin sekali kalau pria lincah itu telah mengambil gambarnya dengan Jessie.
"Gawat banget ... hahh ... hahh ... mana lincah banget. Gua rasa dia itu keturunan Sun Gokong," gumam Zeno.
Jessie pun menghampiri Zeno yang terlihat kelelahan itu dengan berlari kecil.
"Orangnya kabur?" tanya Jessie.
Zeno hanya mengangguk, terlihat keringat bercucuran melintasi wajah dan lehernya. Jessie yang melihat itu menelan liurnya karena merasa tergoda dengan keseksian Zeno yang berpeluh itu.
Bodyguard tampan itu menyadari kalau Jessie memperhatikannya dengan tatapan aneh. Zeno mencoba menyadarkan Jessie dengan mengibas tangannya di depan wajah gadis cantik itu, tapi dia tetap saja tertegun memandang Zeno.
"Non? Non Jessie!" pekik Zeno.
Jessie pun tersadar dari lamunannya dan berulang kali mengedipkan mata karena kaget.
"Non ngeliatin apa?" tanya Zeno.
"G-gak liat apa-apa, kok," jawab Jessie gugup.
"Oke ... kita pulang sekarang, Non ... ini udah hampir jam satu malam," ajak Zeno.
Jessie hanya mengangguk dan mengekor Zeno yang berjalan kearah mobil. Tiba-tiba langkah Jessie terhenti dan berteriak kepada Zeno.
"Kalo ketauan, gimana? Orang tadi 'kan lolos."
Zeno menghentikan langkah dan menoleh kearah Jessie.
"Non Jessie tenang aja, dia pasti gagal total."
Pria tampan yang tadinya kumuh itu terlihat sangat percaya diri. Entah dari mana keyakinannya datang dan memvonis kalau Young Flash akan gagal total.
.
.
.
***
Young Flash terlihat sangat bahagia, dia mencari tempat aman untuk beristirahat. Sambil duduk menyender di bawah pohon, dia membuka galeri ponsel milik Depe itu dan menggeser foto-foto yang sudah dia dapatkan tadi.
"Wah! Emang ya, perjuangan itu gak ada yang sia-sia ... gua dapet fotonya mantul banget dan jelas banget!"
Dia menggeser terus galeri hingga menemukan foto selfie milik Depe yang ada di slide selanjutnya.
"Ternyata cakep juga yang punya ini hape," gumam Young Flash.
Maklum saja, pria dua puluh lima tahun itu sudah jomblo selama lima tahun. Dia mengalami trauma pasca putus dari mantan pacarnya yang meninggalkannya karena telah menjadi model terkenal. Bukan hanya karena itu, tapi gadis itu sudah mendapatkan sosok pengganti yang lebih tampan dan kaya.
Sebenarnya, Young Flash adalah tuan muda yang kabur dari kurungan sangkar emas orang tuanya sejak usia tujuh belas tahun. Dia merubah penampilan dan namanya agar tidak dikenal oleh keluarganya. Hidup sebagai paparazi sudah dilakoninya sejak dia memutuskan untuk kabur dari rumah. Dengan gaya nyentriknya, orang tuanya tidak dapat mengenali dirinya. Sepertinya bukan tidak mengenali tapi hanya malas membujuk anaknya itu untuk pulang.
"Malem ini gua bisa tidur nyenyak, besok gua bakal ke kantor dan mulangin ini hape."
Pipi Young Flash bersemu merah saat memikirkan wajah Depe yang menari-nari dalam pikirannya. Dia nampak tidak tahan untuk melihat wajah gadis ayu itu lagi. Akhirnya dia membuka lagi galeri ponsel tersebut. Tapi pandangannya teralihkan pada satu foto yang baru saja diambilnya tadi.
__ADS_1
"Perasaan gua tadi cuma foto dua orang ... kenapa jadi tiga?" gumam Young Flash sembari memicingkan matanya melihat ke foto tersebut.
Tiba-tiba ada suara yang membuatnya terkejut dan ketakutan.
"Abang sudah foto saya, bayar royaltinya dong, Bang."
Young Flash mencari sumber suara tersebut, betapa terkejutnya saat dia melihat sosok menyeramkan berbaju putih dan berambut hitam panjang yang duduk di atas pohon.
"S-setan!" pekik Young Flash.
Pria lincah itu pun langsung pingsan seketika di tempat.
"Aelah ... segitu doang langsung pingsan, emang lemah," ujar setan yang berinisial K.
Setan itu pun merosot dari atas pohon ke bawah dengan cepat.
"Ish! Ribet amat pake baju kayak gini! Untung aja gua gak jadi hantu bungkus," gumam setan itu.
Setan tersebut akhirnya mendekati Young Flash yang sudah pingsan itu. Dia pun mengambil ponsel yang masih berada digenggaman pria lincah itu.
"Misi berhasil!"
Setan itu membuka galeri ponsel lalu menghapus semua foto Zeno dan Jessie.
"Gimana, Bang?" teriak seseorang pria yang terlihat habis berlari kencang. Ternyata dia adalah Zeno.
"Berhasil, dong!" sahut setan tersebut sambil membuka rambut wig panjangnya yang kusut.
"Buset! Bambang Gentolet ... lo serem banget, dah!" ujar Zeno sembari terkekeh melihat temannya itu.
"Buruan apus!" perintah Zeno yang mulai bergidik melihat wajah Bambang.
"Bawa 'kan micellar water yang gua pesen?" tanya Bambang.
Zeno melemparkan barang pesanan Bambang beserta sebungkus kapas dari saku jasnya.
"Kok lu bisa tau ... kalo dia bakal melakukan ini, Zen?" tanya Bambang yang masih sibuk menghapus make-up-nya sambil menunjuk Young Flash dengan dagunya.
"Gua udah tau kalo dia ngintai gua beberapa hari ini, tapi gua sengaja pura-pura gak tau aja," ungkap Zeno.
"Luar biasa! Emang cerdas lu, Zen! Pertama kali gua liat lu, gua kira lu itu oon gak ketulungan," celoteh Bambang.
"Heleh ... pasti lo itu cuma menilai gua dari cover-nya doang," sungut Zeno.
Bambang hanya nyengir kuda menanggapi perkataan Zeno.
"Terus ini anak mau diapain, Zen?" tanya Bambang.
"Kita bawa terus diiket dan kita interogasi," jawab Zeno.
"By the way ... akting lu tadi bagus juga. Lari-larian sampe keringetan kayak gitu," ujar Bambang.
"Woh! Jelas ... kita harus totalitas saat menjebak orang," tanggap Zeno sembari tersenyum miring.
Akhirnya mereka berdua pun membopong Young Flash untuk dibawa ke asrama tempat tinggal mereka. Kasihan sekali nasib pria lincah itu, padahal dia berharap bisa bertemu Depe wanita cantik dan seksi itu. Dasar authornya saja yang jahat. Muehehe.
__ADS_1
.
.
.
***
Key nampak frustasi, dia melajukan mobilnya dengan cepat dan tak terkendali. Saat itu, perasaannya memanglah tengah kacau karena pemutusan pertunangan dan perasaannya ditolak mentah-mentah oleh Jessie. Dia memang memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah, melainkan berniat menenangkan pikirannya dengan kebut-kebutan di jalanan yang sudah sepi karena tengah malam.
Karena kecepatan mobilnya diatas rata-rata, Key jadi sulit mengendalikannya. Mobilnya pun hilang kendali dan akhirnya menabrak pagar pembatas jalan dengan kencang.
Buak!
Mobil Key pun berhenti seketika saat menabrak pagar pembatas jalan. Bagian depan mobilnya pun rusak parah. Keadaan sungguh sunyi dan tidak ada satu pun kendaraan yang lalu lalang. Hanya ada mobil Key yang teronggok dan berasap akibat benturan keras itu.
.
.
.
***
Apakah Key akan baik-baik saja?
Next episode comming soon 😁👍
Bonus Picture:
Zeno
Key
Jessie
Bambang
Young Flash
Dan jangan lupa mampir ke novel seseorang yang author kenal wkwk
dengan didikan yang tidak benar-benar amat dari saya, akhirnya dia bisa menelurkan karya absurd-nya haha😂
Life After Death - Hyra
__ADS_1