Balas Dendam Bodyguard Kampungan

Balas Dendam Bodyguard Kampungan
Kesan pertama begitu menggoda


__ADS_3

Holaa ... ada yang kangen gak sama novel ini? Atau sama author somplak ini?😁😁


***


Jessie masih menatap Zeno dengan tatapan sendunya. Mata coklat gadis cantik itu terlihat berkaca dan mengeluarkan cairan bening. Dia meraih lengan Zeno dan memeluknya erat.


"Nyaman," gumam Jessie.


Zeno merangkul pundak Jessie walaupun ada sebuah keraguan besar dihatinya. Namun, dia tidak tega membuat gadis cantik itu terus bersedih.


"Apa Non Jessie benar-benar mencintai saya?" tanya Zeno tiba-tiba. Entah mengapa pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulutnya.


Jessie melepaskan rangkulannya dari lengan Zeno. Gadis itu mengusap kasar air mata yang membasahi pipinya.


"Apa ucapan gua tadi gak cukup bagi lo? Gua udah bilang gua jatuh cinta sama lo ... sampe hati gua sakit," lirih Jessie sembari memukul-mukul pelan dadanya.


Zeno terdiam, dia merasa bodoh telah bertanya hal seperti itu kepada Jessie. Saat itu dia dilanda dilema yang sungguh berat namun dia harus membuat sebuah pilihan.


Zeno menoleh kearah Jessie. Dia meraih dagu Jessie dan langsung mendaratkan sebuah ciuman. Jessie yang mendapat ciuman tiba-tiba itu pun membelalakkan matanya, dia terkejut sekaligus senang.


Zeno memagut lembut bibir kenyal nan mungil milik Jessie. Matanya terpejam, ada dua rasa yang berbeda. Yang pertama rasa bahagia saat mengetahui gadis cantik itu mencintainya dan yang kedua adalah rasa sakit. Rasa sakit yang mungkin akan dia rasakan, saat gadis cantik itu mengetahui sebuah fakta kalau tujuannya datang adalah untuk balas dendam.


***


Kejadian itu ternyata dilihat lagi oleh Bambang yang tidak sengaja ingin melewati kandang Zaenudin. Tujuan utamanya adalah mencari Zeno yang hilang sedari tadi. Namun, tak disangka Zeno malah sedang bermesraan dengan Jessie.


"Ck ... emang gak ada akhlak banget! Gua udah panik nyariin eh taunya malah lagi enak-enakan!" decak Bambang kesal sembari bersembunyi di balik pohon.


Tiba-tiba ada sosok pria kasat mata (karena masih hidup) datang perlahan dan hendak mengagetkan Bambang. Ternyata itu adalah Bang Ismed.


"Dor!" teriak Bang Ismed mengagetkan Bambang.


"Astogeh! Bikin kaget aja! Sttt ... diem! Nanti kita ketauan," sahut Bambang sembari menoleh kearah Bang Ismed.


"Siapa?" Bang Ismed bingung dan garuk-garuk kepala.


"Noh! Tuh liat," ujar Bambang sambil menunjuk kearah dua orang sejoli yang sedang berciuman itu.


Bang Ismed sontak menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya. Sapu yang dipegangnya pun terjatuh. Entah mengapa dari pagi hingga malam, Bang Ismed suka sekali pegang sapu lidi. Mungkin cita-citanya adalah menjadi penyihir bayaran. Eh? Emang ada?


Jarak mereka cukup jauh dari tempat Zeno dan Jessie berada. Namun, mereka bisa mengetahui kalau itu adalah teman dan majikan cantik mereka.


"Oh no! Mengapa ini bisa terjadi?" tanya Bang Ismed dengan gaya sok serius dan bahasa sok formal.


"Biasa aja keles ... itu udah sering gua liat," tanggap Bambang santai.


"Ah! Masa, sih? Tapi Zeno kan emang anak holkay yang hilang ... mungkin gak masalah kalo dia merebut Non Jessie dari Tuan Key" celetuk Bang Ismed tidak sadar.


"Eh? Anak holkay yang hilang? Kata sapa lu, Bang? Gak usah nyebar berita hoax, lah!" sahut Bambang tidak percaya.


Bang Ismed menatap Bambang dengan tatapan aneh. Dia memegang dagunya dan terkekeh.


"Gua tau semuanya, muehehe."


"Kuy! Ikut gua!" Bambang menyeret Bang Ismed menjauh dari tempat itu untuk di interogasi.

__ADS_1


***


Zeno melepaskan pagutannya dan menatap wajah gadis yang dicintainya itu. Dia mengusap lembut rambut Jessie dan menghapus air mata yang membasahi pipi mulus gadis itu.


"Istirahat lah, Non ... kalau kita berlama-lama di sini takutnya nanti akan ada yang lihat," ucap Zeno.


Jessie mengangguk pelan, dia beranjak dari kursi bambu yang di dudukinya itu dan mulai berjalan meninggalkan Zeno.


Tiba-tiba langkah kaki Jessie terhenti. Dia pun menengok kearah Zeno.


"Besok jangan lupa ... anterin gua kuliah!" teriak Jessie.


"Oke siap, Bos!" sahut Zeno sembari memberi hormat kepada Jessie dengan tubuh tegap.


Jessie mengulum senyum kepada Zeno, tiba-tiba dia berlari kearah Zeno kembali. Dengan cepat dia mengalungkan kedua tangannya di leher Zeno dan mengecup bibirnya sekilas.


Cup!


"I love you ... my bodyguard!" ucap Jessie sembari tersenyum.


Zeno mematung dan terbelalak karena perlakuan Jessie yang tiba-tiba itu.


.


.


.


***


Akhirnya, dia diselamatkan oleh warga sekitar dan dibawa pulang oleh salah seorang warga ke rumahnya. Kebetulan yang membawa pulang adalah ketua RT dari daerah tempat Young Flash ditemukan.


"Bagaimana, Dok? Apa keadaan pemuda ini baik-baik saja?" tanya Pak Mahmud selaku ketua RT yang menyelamatkan Young Flash.


"Dia tidak apa-apa, sebentar lagi dia akan sadar," jawab dokter yang memeriksa Young Flash.


Pak Mahmud menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


***


Warga masih ramai mengerubungi rumah Pak Mahmud. Tiba-tiba ada seorang wanita cantik nan seksi baru datang ke rumah itu. Ternyata dia adalah Depe, wanita yang pernah menolak cinta Zeno waktu masih tinggal di kampung dulu.


Depe adalah anak semata wayang Pak Mahmud. Sudah sekitar empat tahun ini, Pak Mahmud dan istrinya tinggal di Jakarta karena Depe selalu saja merengek untuk pindah ke kota metropolitan itu. Karena Depe adalah anak mereka satu-satunya, mereka pun menuruti kemauannya. Beruntung walaupun orang baru, Pak Mahmud sudah dipercaya untuk jadi ketua RT.


Depe terlihat heran karena rumahnya begitu ramai. Dengan angkuhnya dia mengusir para warga yang masih memenuhi rumahnya itu. Karena diusir olehnya, para warga akhirnya pulang.


Depe memasuki rumahnya tanpa rasa bersalah, padahal dia sudah semalaman tidak pulang ke rumah. Pak Mahmud yang melihat Depe langsung naik darah.


"Kamu dari mana saja? Kenapa baru pulang?!" tanya Pak Mahmud dengan amarah yang meletup-letup.


"Biasa lah, Pap ... aku itu nginep di rumah temenku yang namanya Tya Gunawan. Papi kan kenal," jawab Depe santai.


"Kamu mau jadi anak liar? Umurmu sudah hampir kepala tiga tapi kelakuan kayak abege aja! Awas aja kalo kamu hamil diluar kandungan eh maksud bapak diluar nikah!" ketus Pak Mahmud.


"Mana ada aku hamil ... aku itu nginep cuma bertiga. Aku, Tya, dan Anggen," sahut Depe tidak peduli dan berjalan dengan percaya diri ke kamarnya.

__ADS_1


Sebagai istrinya, Ibu Markonah menenangkan Pak Mahmud yang sedang marah itu.


"Sudah, Pak ... yang penting dia tidak macem-macem," ujar Ibu Markonah.


***


Argh!


Baru saja memasuki kamarnya, Depe langsung berteriak dan terkejut karena mendapatkan ada sosok Young Flash yang terbaring di ranjangnya. Karena teriakan Depe yang begitu kencang, Young Flash sontak tersadar dan langsung lompat dari tempat tidur.


Anehnya, Young Flash malah memanjat teralis besi jendela dan langsung naik di atas lemari pakaian milik Depe. Sungguh kaget yang diluar nalar.


Melihat hal itu, Depe malah kagum dengan Young Flash. Ditambah dengan wajah Young Flash yang tampan membuat Depe makin jatuh hati pada pandangan pertama. Kesan pertama begitu menggoda, begitu lah kira-kira.


Pak Mahmud dan Ibu Markonah pun datang karena Depe berteriak. Pasangan suami-istri itu lupa kalau kamar Depe dipakai untuk Young Flash.


"Kenapa teriak-teriak?" tanya Pak Mahmud.


"I-itu, Pap...." Depe menunjuk Young Flash yang berada di atas lemari.


"Astaghfirullah! Kamu kesurupan, Nak?" pekik Pak Mahmud.


"Cewek itu suaranya kayak petir! Saya kaget," ujar Young Flash.


Depe senyam-senyum kepada Young Flash. Tiba-tiba dia mengatakan hal aneh.


"Pap ... kapan tanggal kawinnya sama dia?" tanya Depe sembari menunjuk Young Flash.


"Hah?!" Pak Mahmud, Ibu Markonah, dan Young Flash kaget bersamaan.


.


.


.


***


Next episode comming soon 😁👍


Young Flash yang lincah nan tampan



Depe dan Tya adalah penulis kece yang tak kalah absurd. Mereka adalah kakak onlen author somplak binti absurd ini wkwk.


Cek karya mereka kuy 🤭🤭


Tentang Hati - Aldekha Depe



Kencan Buta - Tya Gunawan


__ADS_1


__ADS_2