
Pengganggu (Zeno & Jessie)
Mereka berdua akhirnya resmi menjalin sebuah ikatan dalam percintaan alias pacaran. Jessie baru mengetahui kalau Zeno sekarang sudah menjadi kepala keluarga di keluarga Sanjaya. Setelah Zeno menjelaskan secara detail kepada Jessie.
Hari itu, Zeno mengajak Jessie untuk berkunjung ke kediaman keluarga Sanjaya. Mereka berdua memutuskan untuk mengobrol di taman belakang tempat tinggal Zeno yang baru.
"Gua gak nyangka, ternyata lo itu tuan muda," ujar Jessie setengah percaya.
"Ini buktinya gua bisa masuk kedalam kediaman keluarga Sanjaya dengan leluasa," sahut Zeno.
"Iya, sih ... tapi kalo gua ngebayangin pas pertama kali ketemu lo, gak cocok banget soalnya gembel gitu, ha-ha-ha."
"Sekarang masih berani bilang gembel?" Zeno memegang kedua pundak Jessie dan menatap lekat mata gadis cantik yang dicintainya.
Jessie menelan saliva-nya, dia tidak dapat memungkiri kalau ketampanan Zeno sudah bertambah 99999,9999%.
Perlahan Zeno mendekatkan wajahnya ke wajah Jessie dan menempelkan benda kenyal miliknya tepat ke benda serupa yang dimiliki oleh Jessie. Kedua orang yang sedang dimabuk cinta itu terpejam menikmati setiap sentuhan demi sentuhan yang mereka rasakan.
Tiba-tiba Zeno merasakan rasa tidak nyaman diatas kepalanya. Dengan segera dia melepaskan ciumannya dari bibir Jessie dan memegang rambutnya.
"Ini apa ya? Kok basah-basah gini." Zeno membaui tangannya dan ekspresinya sungguh aneh. Wajahnya memerah karena kesal.
"Emang itu apaan?" tanya Jessie bingung.
Zeno tidak menjawab dan dia langsung mendongak keatas.
"Zaenudin!!! Kenapa lo ganggu gua lagi mesra-mesraan?!! Dasar ayam ngeselin! Gini ya cara lo? Lo balas air susu dengan air tuba! Kenapa lo berakin kepala gua?!!"
Zaenudin seolah tak peduli dan terbang menjauh dari pohon tempat dia menclok tadi.
"Ha-ha-ha ...." Jessie tertawa terbahak-bahak melihat Zeno yang kesal setengah mati.
"Kok malah ketawa, sih? Gak ikutan kesel? Biasanya lo paling kesel sama Zaenudin," tanya Zeno heran.
"Namanya juga ayam, biarin aja," jawab Jessie yang masih tidak bisa berhenti tertawa.
Ternyata sekarang Jessie sudah bisa menerima kelakuan Zaenudin. Namun sebaliknya, Zeno malah kesal dengan ayamnya itu. Ganggu orang mesra-mesraan aja, sih! Wkwkwk.
Kencan pertama (Bambang & Kyla)
"Akhirnya setelah sekian purnama, gua bisa kencan juga dengan Kyla."
Sebelum bertemu Kyla, Bambang merapihkan rambutnya dengan berkaca di kaca spion dalam mobilnya.Setelah kejadian yang menyebabkan seluruh anggota keluarganya dibantai, Bambang memulai merintis usaha peninggalan ayahnya yang masih tersisa.
"Lama banget, sih!" protes Kyla sambil membuka pintu mobil Bambang.
"Di jalan macet, Honey ...."
"Alesan!"
Bambang hanya nyengir kuda dan mencubit pipi Kyla gemas.
"Kita nonton, ya ..." ajak Bambang.
"Oke! Tapi nonton film horor," sahut Kyla.
Asik ... Kyla ngajak nonton film horor. Kalo dia takut bisa gua peluk, muehehe.
***
Di dalam gedung bioskop.
Film horor yang berjudul 'Kuntilanak Jomblo' dipilih oleh mereka berdua. Bambang sedari tadi cengar-cengir karena membayangkan hal yang uwaw-uwaw.
Mereka berdua sudah mantap duduk di kursi yang sudah dipilih sebelumnya. Saat film akan dimulai, lampu-lampu dimatikan dan saat itu juga Bambang menyeringai karena tak sabar melihat Kyla ketakutan.
Setengah jam berlalu, bukannya Kyla yang ketakutan malah Bambang yang histeris dan menutup matanya dengan kedua tangannya. Alhasil sampai film berakhir, Bambang ketakutan setengah mati dan tak mau melihat sedikit pun ke arah layar.
"Filmnya udah beres."
Bambang menurunkan tangannya dan mencoba membuka mata perlahan. Dia menghela napas lega karena filmnya benar-benar sudah selesai.
Lampu-lampu kembali dihidupkan, betapa terkejutnya Kyla saat melihat celana Bambang basah tepat dibagian yang itu.
"Bambang! Lo kencing di celana?!" pekik Kyla.
Karena suara Kyla begitu kencang, perhatian orang-orang tertuju kepada mereka.
Hancur harga diri gua.
Bambang menangis dalam hati, padahal dia tidak mengompol. Celananya basah karena ketumpahan minuman. Sangking ketakutannya, dia tidak sadar celananya basah.
Dasar Gentolet! 😀😀😅😅
.
.
.
***
Jatuh cinta? (Key & Nafa)
Key tampak bersemangat, dia berjalan menyusuri koridor menuju dapur umum. Hari ini adalah jadwal dia memasak, mungkin setelah keluar dari pusat rehabilitasi -- dia memutuskan menjadi seorang chef.
Sangking semangatnya, dia berjalan cepat setengah berlari sambil berdendang. Dia tidak melihat ada peringatan lantai licin, sehingga dia terpeleset.
Untung saja, sebelum dia terjatuh ada seseorang yang menangkap tubuhnya dan orang itu adalah Nafa yang kebetulan lewat.
Dengan gaya-gaya slow motion, Nafa dengan sigap menopang tubuh Key dengan tangan kanannya. Beberapa saat mata mereka berdua saling bertemu. Adegan ini mirip dengan adegan-adegan romantis di film-film, namun ini posisinya terbalik.
Deg!
Jantung Key berdegup kencang. Dia merasakan ada sesuatu hal yang menggelitik hatinya, mungkinkah dia telah jatuh cinta?
Bruk!
Key terjatuh juga karena Nafa tidak kuat menopang tubuh pria berpostur tubuh setinggi 181 centimeter itu.
"Aduh!" pekik Key.
"Aduh tangan gua pegel nahan lama-lama," keluh Nafa sambil mengibaskan tangannya.
Key berusaha bangun dari lantai, bokongnya terasa sakit karena jatuh terlebih dahulu.
"Kok dilepasin, sih!" protes Key.
__ADS_1
"Gak kuat ... tangan gua sakit. Lagian lo itu berat banget." Nafa seolah tidak peduli dan berjalan meninggalkan Key yang kesusahan bangun dari lantai.
Key akhirnya bisa bangun, dia memegangi bokongnya yang cenat-cenut karena terantuk lantai.
Key berjalan cepat menyusul Nafa dan menarik lengan gadis itu kuat.
"Mau kemana buru-buru banget?"
Nafa menautkan kedua alisnya, dia heran kenapa sikap Key aneh sekali.
"Kenapa? Perasaan selama ini gua mau kemana juga lo gak peduli."
"Lo harus tanggung jawab!" tegas Key.
"Hah? Tanggung jawab apa?"
Key menarik tangan Nafa dan menempelkan telapak tangan gadis itu ke dadanya.
"Lo udah buat gua deg-degan."
"Hah?!" Nafa membelalakkan matanya karena heran melihat Key yang senyam-senyum kepadanya.
.
.
.
***
Restu (Young Flash & Depe)
Hari itu Young Flash memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Dia tidak datang sendirian melainkan dengan Depe. Baru saja sampai, mereka berdua sudah disambut oleh tuan Beni -- ayah Young Flash dengan wajah yang seram.
Young Flash datang meminta restu kepada orang tuanya untuk menikahi Depe. Sebenarnya bukan hanya restu, dia juga ingin meminta uang. Memang anak tak berakhlak.
"Apa?! Menikah? Kau sudah menghamili anak orang terus berani-beraninya pulang!" Tuan Beni sampai sesak napas karena mendengar Young Flash ingin menikahi Depe.
"Aku mau menikahi dia tapi dia gak hamil, Yah!" protes Young Flash.
"Lalu?"
"Ya pengen nikah aja, masa gak boleh?"
Depe mencubit paha Young Flash hingga pria lincah itu meringis kesakitan.
"Hamili dia!" perintah Tuan Beni tiba-tiba.
Young Flash dan Depe terkejut, mereka berdua saling menatap heran lalu menatap tuan Beni.
"Hamili kalo sudah nikah maksudnya," jelas Tuan Beni.
Young Flash dan Depe menghela napas lega setelah mendengar penjelasan tuan Beni.
"Ayah setuju, kan?"
"Setuju tapi ni--"
"Nikahnya di Taman Safari ya, Yah?!" pinta Young Flash antusias.
"Aku maunya di Ragunan, Beb ..." bisik Depe.
Young Flash dan Depe menunggu jawaban tuan Beni harap-harap cemas. Dan akhirnya, sebuah jawaban menggembirakan terlontar dari pria duda itu.
"Bagus! Padahal ayah tadinya mau nikahin kalian di Hutan Amazon, ha-ha!"
Ketiga orang itu tertawa terbahak-bahak, ternyata memang pada somplak semua. Ayah, anak, calon menantu tidak ada yang normal. Masa nikahan di Taman Safari, Ragunan, atau Hutan Amazon?🤣🤣
.
.
.
***
Berkunjung (Fox & Tya)
Fox memberanikan diri untuk datang ke rumah Tya secara langsung. Rumah itu masih terlihat seram di mata Fox, padahal Ki Bodang -- ayah Tya sudah memutuskan untuk bertaubat.
Fox dipersilahkan masuk dan langsung disambut oleh Tya. Fox mengulum senyumnya kepada Tya, sehingga membuat hati gadis itu berbunga-bunga.
"Ini bunga untuk kamu yang secantik bunga," ucap Fox sambil memberikan sebuket bunga mawar merah, dia dengan segera meraih jari jemari Tya dan menggenggamnya erat.
"Kamu kok tiba-tiba jadi berubah? Ini asli, kan? Bukan dipelet?" tanya Tya tidak percaya.
"Kalau memang aku dipelet, aku yakin kamu pasti mampu buat aku jatuh cinta," jawab Fox sambil mencium punggung tangan Tya.
Ternyata sedari tadi Ki Bodang memperhatikan gerak-gerik Fox yang sedang menggoda anak gadisnya.
Dia kan yang udah buat anak gue sedih selama bertahun-tahun? Berani-beraninya dia gombalin anak gue! Gue kerjain juga lu, dasar bule gak ada akhlak!
Tak berapa lama, Ki Bodang datang dengan membawa toples.
"Ehm!"
Fox yang melihat calon bapak mertua, langsung menghampiri Ki Bodang dan mencium punggung tangannya.
"Selamat siang, Beh ..." sapa Fox ramah.
Widih ... sok akrab banget dia manggil-manggil gue gitu.
"Siang juga, mau ngapain lu kesini?"
"Saya ingin ketemu Tya, Beh ... kalo kata anak muda ngapel namanya," jawab Fox.
"Hmm ... boleh-boleh, tapi lu makan ini dulu." Ki Bodang membuka toples yang dia bawa dan menyodorkannya kepada Fox.
"Ini apa, Beh?"
"Ini namanya teng-teng, makanan yang terbuat dari kacang tanah dan gula," jelas Ki Bodang.
Tanpa ragu Fox mengambil satu potong dan memakannya. Wajahnya terlihat aneh pada saat kunyahan pertama.
Makan tuh kemenyan biar tau rasa, muehehe.
"Enak ini, Beh!" Fox langsung mengambil banyak dan memasukan ke mulutnya.
Tya yang melihat itu hanya melongo dan membelalakkan matanya.
__ADS_1
Tiba-tiba pandangan Fox tertuju pada sebuah wadah segiempat. Dia mendekatinya dan langsung membuka tutupnya.
"Wah! Ini ginseng umur ribuan tahun ya, Beh?"
Ki Bodang tak menjawab, dia hanya terpaku kepada toples kemenyan miliknya kosong.
Kini mata Fox tertuju pada pelayan yang membawa secangkir teh untuknya. Dia segera mengambil cangkir tehnya.
"Teh ginseng paling sehat, Beh ..." ucap Fox sambil memasukkan jenglot yang disangka ginseng ke teh miliknya.
Ki Bodang yang melihat makin shock, dan tambah sesak napas saat Fox menyeruput tehnya.
"Dia sakti, gue nyerah," gumam Ki Bodang sebelum pingsan.
"Babeh!" teriak Tya dan Fox.
.
.
.
***
Gadis pemberani (Ryu & Syala)
Yang belum kenal Ryu atau lupa, dia adalah asisten pribadi tuan Frans 😁🤭
"Dari pada gua gak ada duit jajan, mending gua daftar jadi bodyguard di keluarga Wijaya," gumam Syala.
Gadis itu berjalan menuju tempat audisi bodyguard. Semua mata tertuju kepadanya, karena hanya dia satu-satunya wanita yang mendaftar menjadi bodyguard. Ditambah, badannya yang sungguh imut dan mungil.
"Stop!"
Syala menoleh dan mendapati sosok pria tampan berjas hitam. Pria itu berjalan perlahan mendekati dirinya. Tatapan matanya mengintimidasi gadis mungil itu.
"Maaf, Nona ... kalau mau mendaftar jadi juru masak bukan disini audisinya. Tapi di sebelah sana," ujar pria tampan yang ternyata adalah Ryu. Dia menunjuk sebuah gedung yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Siapa bilang saya mau daftar jadi juru masak? Saya memang mau daftar jadi bodyguard," jelas Syala tegas.
Ryu mendengus geli mendengar ucapan Syala. Perlahan dia berjalan mendekati Syala dengan pandangan meremehkan.
Sejenak Syala terhipnotis dengan ketampanan wajah yang dimiliki oleh Ryu. Jantungnya makin berdetak tak karuan saat pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga kirinya.
"Nona boleh ikut audisi. Tapi kalau gagal, Nona harus bersiap jadi kekasih saya dalam satu malam," bisik Ryu. Sebenarnya dia hanya ingin menggertak dan menggoda Syala.
Syala membelalakkan matanya dan langsung menendang masa depan Ryu dengan lututnya. Dia juga memukul punggung Ryu dengan kuat.
"Argh!" teriak Ryu. Dia menunduk dan memegangi masa depannya.
"Dasar cowok mesum! Awas gak bisa berdiri lagi, ha-ha-ha."
Syala tertawa puas karena telah membuat Ryu menderita. Suara sorakan dan tepuk tangan terdengar sangat ramai karena perbuatannya.
"Jangan sampai dia lolos jadi bodyguard! Kalau dia lolos akan berurusan dengan saya!" pekik Ryu. Dia dibopong oleh beberapa orang bodyguard yang ada disana dan menjauh dari lokasi audisi.
"Siapa sih dia? Songong amat," desis Syala kesal.
"Dia itu asisten pribadi tuan Frans Wijaya. Dia juga salah satu jajaran bodyguard yang paling disegani," sahut seseorang yang merupakan salah satu peserta audisi.
"Apa?! Mati gua! Huwaahh!"
Syala sangat menyesali perbuatannya.
.
.
.
***
Yeaahhh!!! Akhirnya side story tentang mereka sudah dibuat wkwk. Maafkan jika gak jelas, he-he. Semoga kalian semua terhibur dan terus tersenyum.
Di bab ini author khusus memberikan ucapan terima kasih kepada teman-teman semuanya yang setia membaca novel absurd ini sampai ending. Author terhura sangat karena masih ada yang setia baca sampai ending. hiks hiks (lebaayyy wkwkw)
Author mengucapkan terima kasih kepada readers yang rajin komen, karena komentar kalian lah yang membuat author jadi semangat untuk melanjutkan novel ini sampai akhir. Nama-nama dibawah ini author ambil dari komenan di bab 98-100/ending. Sekiranya ada yang belum tersebut namanya jangan sedih, ya ... kalian bisa langsung komen di bab ini dan author tunggu 3x24 jam agar bisa disisipkan di bab ucapan terima kasih ini.
Gayaan amat sih lo itu Thor!
Bodo amat!
Terima kasih untuk :
Mak Isni Riswana, Fitri Lin, Siti Cholifah, Sri Waltiyah, Aldekha Depe, Mar'ah, Bundanya Alfian, Ratmini Siska Umami, Lia, Vie Wijaya, Apriana Doanxz, Riva_ Hesti Amelia, Maria Ulfah, Ay Fie, Marwati, Kris Wanti, Asa_bernisle_tih, Danny Tussy, Rismawaty Ahmad, Dini Andriani, Amanda, Fadila Haerunisa, Eca Ayunie, Rofi'ah, Fatonah Tonah, Shanty Fadillah, KomaLia, Uyun Syarukhan, Emekama, Tirai Berduri, Sri Rahayu.
Author juga mengucapkan terima kasih kepada 20 besar readers yang sudah vote (akumulasi) novel absurd ini.
Terima kasih untuk :
Syahrial Danang, Ici Oca, Nafasal, Anda Handar, Indra Hardianto, Ana 123, Aprilia Assyifa Mahveen, Amell2346, Asa_bernisle_tih, Hilman Yverya Arki, Diyah Ayu Pertiwi, Rusdianto, Dianaz, Ratna nch, Renly Sahuleka, Isni Riswana, Shea Davina, Eka Wahyuni, Dewi Wkj, Bujanglapuk Lapukk.
Terima kasih untuk 20 besar yang vote minggu ini:
Indra Hardianto, Ici Oca, Sorayya OohSehun, Nafasal, amell2346, Dedeh aja, Asa, Mak Isni, Taciama Tanjung, Irma Fitri, Renly Sahuleka, Noni Triana, bola.cahaya, Maria Ulfah, Muhamad Ridwan, Asri Awal, Amanda, Lyna Setio, Tri Hartatik, Syahrial Dian.
Tidak lupa ucapan terima kasih khusus kusampaikan kepada sahabat sesama author yang saling mendukung selama ini.
Untuk para Trio Somplak & The Gank alias Dispenser Girls :
-Tya Gunawan
-Aldekha Depe
-Nafasal
-Syala Yaya
Untuk adek onlen yang pertama kali ku kenal : Emekama
Untuk para author di Sahabat Literasi & Basecamp Author yang tidak bisa kusebut satu persatu namanya.
Untuk semuanya yang baca novel ini author ucapkan terima kasih 😍😍
Mohon maaf jika ada salah kata dan ada nama yang tidak tersebut, karena author juga hanya manusia biasa yang tidak luput dari khilaf, maka dari itu silahkan komen ya 😁👍
Tetap jadikan novel ini daftar favorit kalian yah! 😁👍👍
Tunggu pengumuman selanjutnya hihi
Terima kasih semuanya 🥰🥰😘😘
__ADS_1