
Zeno pun memasuki mobil dan duduk di kursi pengemudi. Dia merasa sangat canggung pada saat duduk di samping Jessie. Karena sangking gugupnya, dia sampai lupa menghidupkan mesin mobil dan hanya bengong.
"Woy! Kalo gak diidupin dan dijalanin kapan sampenya?!" teriak Jessie.
"E-eh ... iya, Non!" sahut Zeno.
Zeno pun menghidupkan mesin mobilnya dan melajukannya ke kediaman utama keluarga Wijaya.
***
Setelah sampai Zeno tak lupa membukakan pintu untuk Jessie. Jessie sudah mulai berjalan untuk masuk, sementara Zeno terlihat bingung dan hanya berdiri kaku di depan mobilnya. Jessie yang sadar jika Zeno tak mengikutinya pun berhenti melangkahkan kakinya.
"Kenapa lo diem aja, sih?! Buruan ikut gua!" perintah Jessie.
"S-siap, Non!" sahut Zeno sambil memberi hormat.
Zeno pun mengikuti Jessie menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
.
.
.
***
Zeno menunggu Jessie tepat didepan kamarnya. Dia nampak masih memikirkan omongan Jessie yang meminta penjelasan kepadanya. Zeno sadar kalo dirinya memang menyukai Jessie tapi dia bersikeras untuk tidak pernah menyatakannya.
Tiba-tiba terdengar suara Jessie yang berteriak memanggil Zeno.
"Zeno! Kesini buruan!" teriak Jessie.
Tanpa menjawab, Zeno pun langsung masuk ke dalam kamar Jessie. Baru saja masuk, Zeno sudah dikagetkan dengan pemandangan punggung indah Jessie yang belum tertutup.
Glek!
Zeno menelan liurnya dalam-dalam. Dia makin terkejut saat Jessie memintanya untuk meresleting gaunnya karena dia tidak bisa melakukannya sendiri.
"Bantuin gua sletingin baju, buruan!" perintah Jessie.
"B-baik, Non!" sahut Zeno.
Dengan tangan gemetar dan terus menerus menelan liurnya, Zeno berusaha meresleting gaun yang dikenakan Jessie. Matanya tidak lepas dari melihat punggung indah serta leher bagian belakang Jessie yang terlihat jenjang dan mulus.
Kalo ini cewek jadi bini gua, pasti hidup gua bakal bahagia seumur hidup secara bagian ini aja mulus banget.
Tak berapa lama kesadaran Zeno pun kembali.
Ah! Apasih yang gua pikirin, dasar mesum! Dia jadi bini gua? Gak mungkin banget, lagian dia itu anak musuh gua, batin Zeno membantah perasaannya.
.
.
.
***
Sementara itu di aula tempat pesta ulang tahun Jessie. Kyla masih asik menikmati makanan yang disediakan tanpa memikirkan apa-apa. Selain bertenaga kuat, Kyla juga kuat makannya.
"Dari tadi gua makan dan belum minum ... gua jadi haus, kan," ujar Kyla.
Tiba-tiba ada seorang pelayan laki-laki yang melewati dirinya dengan membawa baki yang berisi berbagai macam minuman. Tanpa basa-basi, Kyla langsung mengambil salah satu minuman yang dibawa oleh pelayan itu dan langsung meminumnya habis.
__ADS_1
"Enak banget ini minuman! Kok bisa rasa coklat padahal warnanya merah?" ujar Kyla.
"Ini adalah wine berjenis Ruby Port, Nona. Citarasanya manis dan enak," jelas pelayan itu.
"Yang ini enak rasa buah tapi rasa buah apa, ya? Ah! Blueberry," tukas Kyla.
"Benar, Nona. Ruby Port memiliki empat varian rasa, yaitu coklat, blueberry, raspberry dan cinnamon. Yang Nona minum ini merupakan Ruby Port jenis Late Bottle Vintage, jenis yang paling terbaik."
Pelayan itu menjelaskan kepada Kyla mengenai minuman yang diminumnya itu. Karena haus dia sampai meminum lima gelas. Tak lama kemudian, Kyla pun merasa kepalanya pusing tujuh keliling. Dia pun akhirnya mencari pintu keluar dari aula pesta.
"Aduh! Kepala gua kok muter-muter, sih! Gua tadi minum apa, sih?! Perasaan cuma minum air rasa coklat dan buah," gumam Kyla.
Kyla tidak sadar bahwa yang diminumnya adalah jenis minuman beralkohol. Bahkan walaupun rasanya manis, wine tersebut memiliki kadar yang paling tinggi dari jenis wine lain, yaitu sekitar 18-20%.
Kyla pun berjalan sempoyongan menuju pintu keluar. Kebetulan ada Bambang yang berjaga di depan pintu. Bambang mengetahui bahwa Kyla adalah adik dari Key, sekaligus sahabat dari Jessie.
"Nona mau kemana?" tanya Bambang.
Kyla yang setengah sadar pun memicingkan matanya kearah Bambang.
"Ganteng," gumam Kyla.
Kyla cengar-cengir kepada Bambang sehingga Bambang menjadi heran dan bingung.
"Nona kenapa? Anda kerasukan?" tanya Bambang.
Kyla tidak menjawab dan berjalan keluar aula dengan terhuyung-huyung.
Bambang yang khawatir pun mengikuti Kyla.
.
.
.
***
Waduh! Ini Non Kyla mabok apa kenapa, sih? Jalannya aja udah mirip preman abis mabok tuak campur autan, batin Bambang.
Hal yang dikhawatirkan pun terjadi, Kyla pun akhirnya jatuh pingsan. Bambang yang melihat langsung berlari menghampiri Kyla yang sudah tergeletak.
"Non! Non Kyla! Bangun, Non!" teriak Bambang sambil menepuk-nepuk pipi Kyla.
Bambang pun berinisiatif mengangkat Kyla dan membawanya ke kediaman utama keluarga Wijaya.
"Non Jessie sama Zeno pasti masih disana, gua harus bawa Non Kyla kesana," gumam Bambang.
.
.
.
***
Tangan Zeno masih gemetar saat meresleting gaun Jessie. Karena itu sedari tadi dia belum selesai juga, hal itu membuat Jessie merasa kesal.
"Udah belom! Lama banget!" bentak Jessie.
Zeno pun kaget dan langsung terburu-buru meresleting gaun Jessie.
"Sudah, Non!" sahut Zeno.
__ADS_1
Jessie pun langsung berbalik arah dan menatap Zeno tajam.
"Jelasin!" perintah Jessie.
Zeno terkejut, dia bingung harus menjelaskan apa.
"Jelasin apa, Non?" tanya Zeno ngeles.
Jessie terlihat geram dan kesal. Dia pun memegang kedua pundak Zeno dan langsung mengecup bibirnya sekilas.
Cup!
"Jelasin kenapa waktu di toilet Mall, lo ngelakuin hal yang sama dengan yang gua lakuin barusan," ucap Jessie.
Zeno pun membeku bagai patung es. Bibirnya terasa kelu dan sulit untuk mengeluarkan sepatah katapun. Namun ketegangan itu berakhir ketika ada suara Bambang yang berteriak memanggil Jessie.
"Non Jessie! Non, gawat!" teriak Bambang.
Jessie dan Zeno yang mendengar teriakkan Bambang pun hanya saling memandang.
Siapa lagi yang manggil gua?! Ganggu orang aja, batin Jessie kesal.
Alhamdulillah! Untung aja ada gangguan, batin Zeno lega.
Jessie dan Zeno pun akhirnya beranjak keluar kamar.
***
Tak berapa lama, terlihat Bambang berlari sambil menggendong Kyla dengan gaya bridal style. Jessie yang melihat hal itu pun panik dan langsung menghampiri Bambang yang sedang berlari.
"Kyla kenapa?!" tanya Jessie khawatir.
"Saya kurang paham, Non ... tapi kayaknya mabok," jawab Bambang.
"Apa? Mabok?!" teriak Jessie tak percaya.
Jessie pun menyuruh Bambang untuk membawa Kyla ke kamarnya dan membaringkannya di kasur.
Baru saja Bambang ingin meletakkan Kyla di kasur, Kyla pun membuka matanya dan langsung tersenyum saat menatap Bambang.
"Ganteng," gumam Kyla.
Kyla pun merangkul erat Bambang sehingga Bambang tak bisa mengelak. Kita tahu bahwa Kyla mempunyai kekuatan yang setara Hulk. Kyla pun menarik Bambang mendekat dan mengecup bibirnya sekilas lalu pingsan lagi. Kejadian itu membuat Jessie dan Zeno pun terkejut dan melotot. Sedangkan Bambang langsung terbengong bagai orang bodoh.
.
.
.
***
^Hahaha... Bambang cair🤣🤣^
***
Sembari menunggu up, bagi kalian yang suka novel bertabur cogan alias cowok ganteng. Bisa mampir ke novel adek onlen author 😁👍
Judul : Kabut Menjelang Pernikahan.
Penulis : Emekama.
Cerita tentang seorang gadis berusia 21 tahun yang bernama Keyra yang harus memilih salah satu pria untuk dinikahinya dari tujuh pria tampan yang mendekatinya.
__ADS_1
Kuy mampir dan dibaca 😁👍