Balas Dendam Bodyguard Kampungan

Balas Dendam Bodyguard Kampungan
Keluh kesah Fox


__ADS_3

Raut kemarahan terpancar jelas dari wajah Tuan Abraham. Pria paruh baya itu terburu-buru terbang dari London ke Indonesia, hanya untuk menemui anak bungsunya. Menurutnya, Fox sudah berbuat sangat keterlaluan. Dia memang memberikan izin untuk bertindak sendiri, tapi tidak seperti ini caranya.


Tuan Abraham menggunakan jet pribadi miliknya agar mempersingkat waktu dan langsung menuju pulau pribadi keluarganya di Indonesia.


Baru saja sampai, pria itu bahkan tidak menyahut sapaan dari para pelayannya. Hal itu pun membuat mereka bertanya-tanya, mengapa tuan besar yang paling dihormati mereka sangatlah marah.


Brak!


Tuan Abraham membuka pintu kamar Fox dengan kasar. Ayah dari Fox itu menatap kearah putranya dengan tatapan penuh amarah dan mata yang berkilat. Sedangkan Fox, dia nampak santai duduk di sofa beludru navy sambil menikmati deburan ombak lewat jendela kamarnya.



"Kau masih bisa bersantai dan bersikap tidak terjadi apa-apa?!" pekik Tuan Abraham. Dia berjalan mendekati putra bungsunya itu.


Fox bangkit dari sofa dan berdiri tepat dihadapan ayahnya. Dia bahkan terlihat tidak takut dengan kemarahan yang ditunjukkan oleh pria tua itu.


"Kenapa ayah marah? Bukannya itu malah bagus ... aku bisa membuat kedua keluarga itu saling menyakiti." Fox menatap tajam ayahnya dan menyeringai.


"Kalau mereka tahu ini adalah perbuatan kita ... maka keluarga kita pasti akan dengan mudah dihancurkan! Dari awal ayah memang tidak setuju kalau kau masih saja mengejar putri dari Frans. Apa tidak ada gadis lain yang kau inginkan? Ayah pasti bisa membuatmu mendapatkannya dengan mudah," tawar Tuan Abraham.


Fox malah terkekeh dan terkesan meremehkan. Baginya, Jessie adalah satu-satunya gadis yang dia inginkan. Dia bisa setampan seperti sekarang itu juga karena Jessie yang selalu membuatnya termotivasi.


***


Fox sudah menyukai Jessie dari dulu, sebelum mereka berdua akan ditunangankan oleh kedua orang tua mereka. Pertama kali mereka bertemu adalah pada saat ayah mereka mengajak mereka untuk ikut dalam pertemuan pesta kumpulan keluarga mafia. Fox sudah jatuh cinta pada Jessie pada pandangan pertama walaupun usia mereka masihlah dalam kategori anak-anak.


Rasa cinta Fox ditolak mentah-mentah oleh Jessie saat orang tua mereka memutuskan untuk menjodohkan mereka. Jessie kecil mengatakan secara jelas dan menolak perjodohan itu karena Fox bertubuh gendut. Semenjak kecil, Jessie memang sudah bisa menentukan pilihannya.


Sejak saat itu, Fox berusaha mati-matian untuk menurunkan berat badannya. Dia berusaha dengan keras sampai-sampai dia hampir mati karena tidak mau makan dan minum berhari-hari. Fox sempat dilarikan ke rumah sakit kala itu.


Harapannya hancur saat mendengar Jessie akan bertunangan dengan pemuda lain, tak lama berselang dari pembatalan perjodohan mereka. Sejak saat itu, dendam mulai menguasai pikirannya. Rasa cinta yang tulus kepada Jessie berubah menjadi sebuah obsesi untuk memiliki gadis itu. Segala cara dia tempuh agar bisa mendapatkan Jessie, walaupun banyak yang harus dia korbankan.


***


"Tidak ada gadis lain yang mampu membuat aku jatuh cinta, Ayah." Fox mengatakan dengan tegas kepada Tuan Abraham.


Tuan Abraham mendesah kasar, dia tidak habis pikir kalau putra bungsunya sudah dikuasai oleh ego dan nafsu yang tak terkendali.

__ADS_1


"Kau bukan jatuh cinta, tapi terobsesi ... harusnya kau bisa membedakan kedua hal yang berbeda itu," tutur Tuan Abraham.


"Ha-ha-ha! Kenapa ayah takut sekali? Sampai datang jauh-jauh dari London hanya untuk menyampaikan hal ini. Ah! Ayah takut kejadian dua puluh tahun lalu terbongkar?" seloroh Fox.


"Jangan bahas hal yang terjadi dua puluh tahun lalu! Hidup ayah bagai simalakama sekarang! Ayah tidak mau ikut campur lebih dalam. Bahkan ayah sangat bersyukur saat putri Frans tidak mau dijodohkan denganmu dan ayah sebenarnya tidak mau kau menikah dengan gadis itu kalau tidak Frans sendiri yang meminta untuk menjodohkan kalian. Ayah bisa menjauhi mereka dan ambil jalan aman," jelas Tuan Abraham.


"Apa aku hanya mainan bagi ayah? Jika Jessie tidak menolak ku, apakah ayah akan tetap berusaha untuk menggagalkan perjodohan kami?" tanya Fox. Matanya berkaca-kaca dan tidak percaya ayahnya bicara seperti itu.


"Iya ... ayah mengijinkan dirimu untuk maju karena ayah ingin kau tahu kalau tidak mudah berurusan dengan kedua keluarga besar itu dan ingin kau mundur sendiri. Tapi tindakanmu sungguh diluar ekspektasi, aku menyesal telah meremehkan dirimu." Tuan Abraham nampak menyesal.


"Ayah memang selalu meremehkan diriku!" Mata Fox nampak berkilat, dia mengepal erat kedua tangannya karena merasa kesal. Rahangnya mengeras sehingga menampakkan urat-urat di lehernya, dia sungguh kecewa dengan ayahnya yang telah menganggap dirinya remeh.


Pria itu berjalan pergi meninggalkan kamarnya. Dia tidak ingin melihat wajah ayahnya saat ini. Dia lebih memilih untuk meninggalkan Pulau Griffin dan menenangkan dirinya di tempat lain.


.


.


.


***


Dia pun berusaha beranjak dari tempat duduknya untuk meninggalkan klub malam tersebut, walaupun dengan langkah terhuyung. Wajah tampannya mampu menarik para wanita-wanita yang haus akan one night stand bersama pria yang tidak dikenal.


"Baby ... kau terlihat sangat mabuk. Aku bahkan bisa membuatmu lebih mabuk lebih dari ini," goda salah satu wanita yang terpesona oleh ketampanan Fox. Wanita itu bahkan berani menyentuh bagian sensitif tubuh Fox.


Dengan cepat Fox menghempaskan tangan wanita itu. Dia tidak memperdulikan wanita itu dan berjalan pergi menuju pintu keluar. Wanita itu berdecak kesal karena baru saja ditolak mentah-mentah oleh Fox.


***


Dengan langkah gontai, Fox berjalan menuju parkiran. Dia bahkan lupa memarkirkan mobilnya di mana. Pria itu mengacak rambutnya kasar dan memutuskan untuk mencari taksi saja, karena dia juga sudah mabuk berat.


Sementara itu, Tya yang baru saja pulang lembur dari perusahaannya -- tak sengaja melihat Fox yang terlihat mabuk di pinggir jalan. Dengan segera dia menepikan mobilnya dan menghampiri pria yang sangat disukainya itu.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Tya. Wanita itu mencoba membopong tubuh besar Fox dengan tubuh mungilnya untuk dibawa ke dalam mobilnya.


Fox menatap wajah Tya yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. Dia memicingkan matanya untuk mencoba mengenali wanita penolongnya itu.

__ADS_1


"J-jessie...," lirih Fox. Entah mungkin karena pengaruh alkohol, dia jadi menganggap Tya adalah Jessie.


Tya hanya diam dan tetap fokus membawa Fox menuju mobilnya. Dia membuka pintu belakang mobilnya dan merebahkan Fox di jok belakang mobilnya. Saat dia ingin beranjak pergi, Fox menarik tangannya sehingga tubuh Tya terjatuh tepat diatas tubuh Fox.


Mata mereka berdua saling beradu pandang. Jarak wajah mereka berdua kurang dari satu jengkal, sangat dekat. Fox mengangkat tangannya dan membelai lembut rambut panjang indah milik Tya.


"Jessie ... kamu sangat cantik," lirih Fox.


Mendengar perkataan Fox, hati Tya terasa sangat sakit. Tanpa sadar cairan bening telah memenuhi pelupuk matanya dan menetes tepat diatas wajah Fox. Tangan Fox berpindah ke pipi mulus Tya, pria itu bahkan berniat mencium bibirnya. Tya memejamkan matanya dan langsung menampik tangan Fox. Wanita itu beranjak dan langsung keluar dari dalam mobil lalu menutup pintu dengan cepat.


Tya menangis sejadi-jadinya, dia menutupi wajahnya yang basah karena air mata dengan kedua tangannya. Dia sangat sedih saat itu, dia merasakan sakitnya cinta bertepuk sebelah tangan. Dia selalu berdoa kepada Tuhan, agar rasa cinta kepada pria itu memudar dan hilang. Namun, pada kenyataannya -- rasa cintanya malah makin bertambah besar sejak pertemuannya lagi di rumah Jessie waktu itu.


.


.


.


***


Next episode comming soon 😁👍


Tya



Fox



Dan jangan lupa kuy mampir ke novel adik onlen author Nafasal dan novel milik Kak Tya 😁


Istri Kesayangan Tuan Muda - Nafasal



Hot Daddy - Tya Gunawan

__ADS_1



__ADS_2