Balas Dendam Bodyguard Kampungan

Balas Dendam Bodyguard Kampungan
Ungkapan perasaan Key


__ADS_3

Malam itu, Key nampak masih memikirkan keputusan sepihak dari Tuan Frans. Dalam benaknya, dia tidak rela jika pernikahannya dengan Jessie dibatalkan.


Key nampak sedang memegang dan memandang benda pipih pintarnya. Dia menatap nama "Honey" yang berarti Jessie di layar ponselnya. Pria cantik itu nampak ragu untuk mengetuk ikon berbentuk gagang telepon di layar ponselnya. Dia ingin menghubungi Jessie, namun banyak hal yang dia pertimbangan.


Setelah beberapa saat, akhirnya dia memutuskan untuk mengirim sebuah pesan kepada Jessie lewat aplikasi WhatsApp miliknya.


Chat on.


Key : Malam ini aku ingin bertemu. Tolong jangan menolak.


Key nampak menunggu balasan dari Jessie. Waktu masih menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, tentu bagi masyarakat ibukota -- waktu tersebut masih terhitung sore hari.


.


.


.


***


Kamar Jessie.


Ting!


Jessie mendapatkan sebuah pesan dari Key. Awalnya Jessie nampak tidak mempedulikan pesan dari pria yang dianggapnya tidak macho itu. Namun, setelah beberapa saat -- Jessie membuka pesan dan berpikir sejenak sebelum membalasnya.


"Mungkin dia kaget karena tiba-tiba pertunangan gua sama dia batal ... dia ngajak ketemu? Oke! Mungkin ini buat terakhir kalinya," gumam Jessie.


Chat on.


Jessie : Ke sini aja.


Key : Aku mau bicara di luar, sebentar lagi aku jemput.


Jessie : Oke.


Chat off.


***


Jessie berdandan seadanya dan turun ke bawah, dia berlari kencang untuk mencari di mana Zeno berada. Setelah berputar-putar mencari, akhirnya Jessie menemukan Zeno. Pria itu nampak sedang bercengkrama dengan ayam kesayangannya -- Zaenudin.


"Kayaknya sayang banget sama itu ayam," celetuk Jessie.


"Eh? Non Jessie ... sejak kapan ada di situ?" tanya Zeno setengah terkejut.


"Sejak lo nyium si ayam itu terus pas lo peluk-peluk dia dengan mesra," jawab Jessie dengan nada suara sedikit kesal.


"Non Jessie cemburu? Mau juga dipeluk dan dicium?" goda Zeno sembari tersenyum.


"Ogah! Pasti lo bau ayam ... males," gerutu Jessie.


Zaenudin nampak kesal karena Jessie mengatainya bau. Ayam bar-bar itu hendak terbang ke Jessie dan ingin menyerangnya. Namun, entah darimana Jessie mendapatkan sebuah ide. Dia langsung menunjukkan sebuah gambar dari layar ponselnya kepada Zaenudin.



Ternyata gambar yang ditunjukkan oleh Jessie adalah gambar ayam bekakak. Zaenudin sontak takut ketika melihat gambar itu, ayam bar-bar itu pun mengurungkan niatnya untuk menyerang Jessie.


Jessie tertawa terbahak-bahak saat melihat nyali ciut ayam yang dianggap saingan cintanya itu. Zeno yang melihat hal tersebut pun ikut tertawa.


"Macem-macem sama gua ... gua jadiin lo sama persis dengan gambar ini!" ancam Jessie.


Ancaman Jessie ternyata mampu membuat Zaenudin langsung masuk ke kandang dan menutup pintu kandangnya.


Ternyata ... ampuh juga gambar ini, gak sia-sia gua download dari lama, batin Jessie.


"Non! Non Jessie?" panggil Zeno yang sontak membuyarkan pikiran Jessie.


"I-iya!" sahut Jessie kaget.


"Ada apa Non, ke mari?" tanya Zeno.


Jessie tersenyum dan langsung memeluk Zeno. Zeno sontak kaget karena pelukan Jessie yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Gua seneng banget hari ini!" kata Jessie girang yang masih memeluk Zeno.


"Kenapa?" tanya Zeno penasaran.


Jessie melepaskan pelukannya dari Zeno, gadis itu nampak masih tersenyum dengan sumringah.


"Gua batal tunangan sama Key!" ungkap Jessie sembari nyengir kuda.


Ekspresi Zeno diluar ekspektasi Jessie. Gadis itu berpikir kalau Zeno akan girang seperti dirinya, tapi bodyguard lucu itu hanya diam dan nampak terkejut.


"Kok lo gak seneng? Kok cuma diem?" protes Jessie.


"Eh! Gak kok, Non ... saya cuma agak gak percaya," sahut Zeno sembari menggaruk tengkuknya.


Jessie tersenyum dan memeluk Zeno sekali lagi. Nampaknya, gadis itu benar-benar bahagia.


Pertunangan Jessie dan Key batal? Kenapa bisa tiba-tiba batal? Kayaknya ada yang gak beres, batin Zeno.


Zeno mungkin senang mendengar berita itu. Namun, dia juga merasa heran. Dia berpikir, tidak mungkin ada akibat jika tidak ada sebabnya.


Apa mungkin ada hubungannya sama cowok yang barusan dateng tadi?


Jessie melepaskan pelukannya dan berbicara sesuatu kepada pria pujaan hatinya itu.


"Temenin gua buat nemuin Key malem ini," pinta Jessie.


"Non Jessie mau ketemu Tuan Key?" tanya Zeno sembari mengeryitkan dahinya.


Jessie mengangguk. "Anggap aja pertemuan perpisahan ... nanti gua bilang ke dia kalo lo ngawal gua."


Zeno hanya mengiyakan dengan mengangguk.


.


.


.


***



Jessie nampak bengong dan heran saat Key menuruni mobil mewah berwarna silver-nya. Bahkan sikap pria yang biasa bergaul dengan ibu-ibu sosialita itu, jauh dari kata gemulai.


"Maaf agak lama, bisa kita langsung berangkat?" tanya Key kepada Jessie dengan raut wajah seriusnya.


"B-bisa ... tapi gua mau bodyguard gua ngikutin kita dari belakang," sahut Jessie sembari menunjuk Zeno yang berada tidak jauh di belakangnya.


Key menangkap sosok Zeno dengan tatapan mata sendunya. Pria itu pun menganggukkan kepalanya.


***


Di dalam mobil Key.


Jessie nampak kagum dengan fitur mobil sport mewah milik Key. Walaupun dia juga mempunyai mobil yang hampir sama mewahnya, gadis itu tetap saja tertegun melihat hal baru.


"Tumben gak bawa mobil butut?" tanya Jessie yang masih sibuk melihat-lihat.


"Aku pikir kamu bakal malu kalo aku bawa mobil butut," jawab Key yang masih serius mengemudi mobilnya.


Jessie nampak memperhatikan Key. Dia mungkin sedikit heran dengan perubahan sikap Key yang 180 derajat itu.


Sekarang dia gak keliatan kayak cowok gemulai. Mungkin kalo cewek yang baru ketemu dengan dia, bakal anggap dia cowok cool.


***


Key menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung pencakar langit yang tinggi. Gedung itu merupakan salah satu gedung perkantoran milik keluarga Sanjaya. Waktu sekarang menunjukkan pukul sepuluh lewat sepuluh menit. Gedung itu nampak sepi karena tidak ada lagi orang yang berada di sana, hanya ada satpam yang berjaga di luar gedung.


"Kita mau ngapain ke sini, Key?" tanya Jessie penasaran.


"Mau ngobrol sambil lihat suasana malam yang indah," jawab Key.


Jessie hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki Key.

__ADS_1


***


Sementara itu, Zeno terlihat kesal karena dalam perjalanan mengikuti Key dan Jessie -- mobilnya malah pecah ban.


"Ish! Ada-ada aja, sih!" gerutu Zeno kesal.


Untung saja dia membawa ban cadangan dan alat di dalam mobilnya lengkap. Sehingga dia bisa menggantinya sendiri.


Zeno tidak takut kehilangan jejak mereka, karena di ponsel Zeno sudah terhubung alat pelacak dengan ponsel milik Jessie. Begitulah protokol yang dibuat oleh Tuan Frans untuk melindungi putri semata wayangnya. Setiap bodyguard yang khusus menjaga Jessie, akan terhubung alat pelacak lewat ponsel.


***


Jessie dan Key sudah sampai di atap gedung. Jessie nampak menikmati pemandangan indah Kota Jakarta di malam hari itu. Lampu-lampu yang memancar dari gedung-gedung membuat suasana malam itu terlihat begitu apik.



"Udah lama juga gua gak liat pemandangan kayak gini," ujar Jessie.


"Bagus, kan?" tanya Key.


"Bagus banget!" Jessie nampak girang dan berdiri di pinggiran pagar atap gedung.


Key tersenyum melihat Jessie yang sungguh menikmati pemandangan malam dari atap gedung.


"Kenapa tiba-tiba membatalkan pertunangan kita?" tanya Key tiba-tiba.


Jessie sontak menoleh kearah Key yang berada di sampingnya. Gadis itu nampak tidak tega saat melihat ekspresi wajah sendu Key.


"I-itu karena kita gak saling cinta, Key...." lirih Jessie.


Key nampak menghela napasnya dan beralih pandangan kearah gedung-gedung pencakar langit yang berada di depannya.


"Aku cinta kamu ... Jes," ungkap Key.


Jessie nampak terkejut saat mendengar ungkapan perasaan Key. Selama ini, Key tidak pernah mengatakan kalau dia mencintai Jessie. Mungkin dia sering kali berkata manis tapi dengan gaya gemulainya yang terkesan tidak serius. Namun, kali ini pernyataan cinta itu nampak jauh berbeda.


"Ha-ha-ha! Jangan bercanda, Key! Jangan sok bersikap serius, gak cocok tau!" tanggap Jessie dengan tawa canggungnya.



Key menoleh kearah Jessie. Pria cantik itu menatap Jessie dengan serius walaupun wajahnya tetap saja terlihat sangat manis.


"Apa aku keliatan lagi bercanda?" tegas Key.


Jessie tak dapat menjawab pertanyaan Key. Gadis itu merasakan ada atmosfer yang berbeda dari sosok Key yang berada di hadapannya.



"I-iya gak, sih ... tapi kan lo gak biasanya kayak gini, Key," tutur Jessie.


Key perlahan mendekati Jessie, diraihnya kedua tangan gadis cantik yang berada di hadapannya itu. Entah mengapa, saat itu Jessie tidak mampu menolak atau bersikap galak kepada Key seperti biasanya.


"Aku akan berubah, Jes ... aku akan bersikap macho dan gak akan gemulai lagi seperti yang kamu mau. Tapi ... tolong jangan batalin pertunangan kita," pinta Key dengan tatapan mengiba.


Jessie terpaku dan tidak dapat berbuat apa-apa. Tubuhnya terasa tidak dapat digerakkan saat itu. Sungguh aneh, seorang Key Achilles Sanjaya mampu membuat seorang Jessica Francesca Wijaya tak dapat berkata-kata dengan perubahan sikapnya.


"T-tapi ... Key."


Key tidak peduli dengan jawaban Jessie. Pria itu langsung memeluk Jessie erat. Gadis itu pun tidak bisa menghindar dan hanya mematung.


"Kasih aku kesempatan lagi, Jes ... aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku," ucap Key yang masih memeluk erat Jessie.


Ternyata, kejadian itu tak sengaja dilihat oleh Zeno yang baru saja tiba. Zeno nampak tersenyum getir dan mengepalkan erat tangannya.



"Apa pantes gua cemburu?" gumam Zeno yang perlahan berjalan mundur meninggalkan mereka berdua.


.


.


.

__ADS_1


***


Next episode comming soon 😁👍


__ADS_2