
Dua hari kemudian, Zeno pun sudah mulai sedikit pulih. Zeno merasa bosan karena sudah empat hari ini dia hanya terbaring di kasur. Bambang dan Bang Ismed masih setia menunggu Zeno, mereka terlihat lelah dan masih tertidur di karpet sambil berpelukan.
"Ampun deh! Kalo ngeliat si Bambang sama Bang Ismed, udah kayak Teletubbies aja," gumam Zeno.
Zeno pun perlahan turun dari ranjang pasien. Dia pun keluar untuk mencari udara segar.
***
Ketampanan Zeno pun memancarkan sinar ultraviolet bagai matahari, bagi para wanita yang melihatnya. Padahal Zeno saat itu hanya memakai baju pasien dan sambil membawa tiang infus. Mungkin ketampanan Zeno terpancar dari hatinya bagai lagunya Cherrybelle yang diplesetkan sedikit. Harusnya 'kan kamu cantik-cantik dari hatimu.
"Gila! Cowok itu ganteng banget," bisik seorang perawat wanita kepada temannya.
"Dia pake baju pasien aja ganteng ... apa lagi gak pake baju," celetuk salah satu perawat wanita yang lainnya.
Zeno merasa risih karena diperhatikan terus menerus dengan para wanita. Dia berpikir keras, apakah ada yang salah dengan dirinya? Zeno pun memeriksa penampilannya, mencium ketiaknya, dan berkaca pada kacamata hitam salah satu orang yang lewat.
"Misi, Om ... numpang kacaan bentar," pinta Zeno.
Zeno mulai merapikan rambutnya di kacamata milik om-om kekar yang perawakannya mirip Dwayne Johnson, aktor dari negeri Paman Sam sekaligus pegulat WWE yang dijuluki "The Rock".
"Udah kacaannya?" tanya om-om kekar itu.
"Bentar Om ... kayaknya saya ketombean," jawab Zeno santai.
Om-om kekar itu terlihat sangat sangar sekali. Tak lama kemudian dia pun akhirnya mengeluarkan sebuah botol yang mencurigakan.
"Ketombe? Pake shampo, Kelir!" teriak om-om kekar itu dengan gaya pahlawan bertopeng di film Shinchan.
"Saya juga menyediakan berbagai jenis keperluan-keperluan yang Anda butuhkan!" tukas om-om kekar itu.
Zeno pun terkejut dan tidak berkaca lagi. Zeno pun pergi menjauh dari om-om itu. Ternyata om-om itu adalah sales yang menjual segala macam produk. Bisa dibilang om-om itu adalah sales Palugada (Apa Lu Mau Gua Ada).
.
.
.
***
Malam harinya, Bambang pun pamit untuk pulang terlebih dahulu. Dia merasa gerah dan ketampanannya berkurang 0,001% karena tidak mandi seharian. Bambang menuju mobil kotak kuning tapi bukan Spongebob, miliknya.
Ting!
Ting!
Ting!
Beberapa notifikasi masuk kedalam ponselnya. Ponsel Bambang memang tidak pernah sepi, karena dia adalah selebgram yang mempunyai banyak fans di dunia maya.
"Berisik banget, sih!" gumam Bambang hendak memeriksa akun media sosialnya, @Bamz_gansnget.
Baru saja akan membuka akun media sosialnya, tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal ke ponselnya.
"Siapa ini nelpon malem-malem?" Bambang melihat waktu yang menunjukkan pukul 00.00.
"Jangan-jangan ini setan dari hutan yang waktu itu mau neror gua? Apakah ketampanan gua bisa menarik makhluk astral juga?!" gumam Bambang sambil bergidik.
__ADS_1
Namun tiba-tiba dia ingat bahwa dia telah memposting soal Zaenudin di media sosialnya. Mungkin saja yang menelepon adalah orang yang mengetahui keberadaan Zaenudin. Akhirnya dia mengakhiri pikiran absurd-nya dan mengangkat telepon tersebut. Ternyata benar, telepon itu berasal seseorang wanita yang menemukan Zaenudin.
.
.
.
***
Keesokan paginya, Zeno merasa dirinya telah sembuh sepenuhnya saat mendengar bahwa Zaenudin sudah ditemukan dan masih hidup. Sungguh kekuatan cinta yang luar biasa antara Zeno dan Zaenudin, mungkin kekuatan cinta mereka bisa mengalahkan Romeo dan Juliet.
"Buruan! Gua udah gak sabar ketemu Zaenudin!" pekik Zeno yang sudah tampan dengan setelan jas bodyguard-nya.
"Biasa aja! Beres-beres dulu, namanya juga sekalian pulang," sahut Bambang.
"Sabar, Zen ... sing penting Zaenudin gak di opor," celetuk Bang Ismed.
Semua sudah beres, mereka pun langsung memasuki barang-barang ke dalam mobil. Mereka menggunakan mobil Zeno bukan mobil Bambang, karena Zeno ingin ngebut layaknya pembalap agar cepat bertemu dengan Zaenudin.
Sepanjang jalan, apalagi jalan tol. Zeno membawa mobil tersebut sangat bar-bar dan ngebut. Bambang dan Bang Ismed hanya istighfar sepanjang jalan dan berharap selamat sampai tujuan.
***
Akhirnya mereka sampai di sebuah perumahan yang terlihat asri. Rumah yang berada disana termasuk dalam kategori rumah elit. Zeno memberhentikan mobilnya tepat di depan alamat yang diberikan oleh sang penemu Zaenudin.
Zeno langsung bergegas turun karena tidak sabar bertemu dengan Zaenudin. Sedangkan Bambang dan Bang Ismed turun dari mobil dengan wajah pucat. Mereka berdiri sempoyongan dan muntah-muntah akibat bar-bar-nya Zeno mengendarai mobil.
"Kalian berdua ngapain, sih?!" pekik Zeno.
Ting-tong!
Zeno menekan tombol bel di rumah itu. Tak berapa lama, muncullah seorang gadis cantik dan berambut panjang dari dalam rumah itu. Gadis itu terlihat masih muda dan sebaya dengan Zeno.
Deg!
Jantung Zeno tersentak saat memandang wajah gadis cantik itu.
Gadis itu nampak tidak mengenali Zeno karena penampilannya yang berubah 180°.
"Lo Keyra Angelista Mahendra, kan?" tanya Zeno.
"Emang lo, siapa?" tanya gadis yang bernama Keyra itu.
"Gua Zeno Anzaylani, lah!" jawab Zeno.
Gadis cantik itu mengeryitkan dahinya seakan mencoba mengingat sosok Zeno.
"Lo kenal dengan cewek cantik ini, Zen?" tanya Bang Ismed.
"Kenal, Bang! Dia kan temen SMP gua," jawab Zeno.
"Hah! Lo Zeno Anzaylani dari desa umbul jaya yang kumuh, burik, dekil, norak, dan kampungan itu?!" pekik Keyra tidak percaya.
Zeno hanya mengangguk sambil tersenyum memancarkan ketampanannya yang haqiqi itu.
"Iya masih inget gua, gak? Dulu pas SMP gua nembak lo tapi lo tolak mentah-mentah," celetuk Zeno dengan wajah sok sedih.
__ADS_1
"Ha! Kalian saling kenal ternyata. Kenalin Mbak, saya Ismed," ucap Bang Ismed memperkenalkan diri.
"Saya Bambang Gentolet, yang memiliki akun instagram @Bamz_gansnget," pungkas Bambang sambil memasang tampang super cool dan mengulurkan tangan ke Keyra.
"Zeno 'kan udah nyebutin nama gua siapa," ujar Keyra.
Krik-krik!
Suasana menjadi canggung karena jawaban dari Keyra.
"Eh, Keyra, ya?" tanya Bambang sambil nyengir kuda.
"Udah lah, gua kesini mau jemput Zaenudin," jelas Zeno.
"Gua gak bakal kasih Zaenudin ke lo, kalo lo gak bantuin gua. Pantes aja itu ayam bar-bar. Lah, pemiliknya lo ternyata," sindir Keyra.
"Gua minta maaf atas nama Zaenudin, ya, Key ... lo butuh bantuan apa?" tanya Zeno
"Itu ayam gak ada akhlak udah bikin dapur gua berantakan, jadi kalian tolong bersihin dapur gua, ya?" perintah Keyra.
Keyra pun menunjukkan di mana Zaenudin. Ternyata Zaenudin sedang bermain dengan kucing peliharaan Keyra di dapur.
"Zaenudin! Welcome to Papa!" teriak Zeno sambil berlari ke arah Zaenudin dengan ala-ala slow motion.
Pertemuan itu sungguh mengharukan, Zeno yang begitu merindukan Zaenudin pun langsung memeluknya dan menciumi Zaenudin.
"Gua kangen banget dengan lo, my baby!"
Kelakuan Zeno yang sungguh mencintai ayamnya membuat Keyra terheran. Bambang dan Bang Ismed biasa saja karena sudah sering melihatnya.
Sebelum mereka pulang, mereka terlebih dahulu membersihkan dapur Keyra. Setelah semuanya bersih dan kinclong mereka pun pamit.
Hari ini adalah hari terindah bagi Zeno karena telah bertemu dengan Zaenudin. Jessie? Lewat.... Ha-ha-ha!
.
.
.
***
Next episode comming soon 😁👍
Inilah Dwayne Johnson bagi yang tidak tahu.
Penasaran dengan gadis cantik yang di taksir Zeno pas SMP? Kuy kepoin kisahnya di novel ini 👇
Kabut Menjelang Pernikahan - Emekama
Keyra
__ADS_1