
Bambang masih terpaku melihat Zeno dan Jessie yang masih larut dalam ciuman mesra. Dia melihat sampai-sampai air liurnya menetes.
Kapan gua bisa kayak gitu? Gua gak kalah ganteng dengan Zeno dan sangat fashionable ... masa kalah sama Zeno yang tadinya dekil dan buluk?! batin Bambang tak terima.
Tak lama kemudian, terdengar sayup-sayup suara Key yang berjalan kearah toilet.
"Waduh gawat bin bahaya! Kalo Tuan Key liat, bisa kena serangan jantung," gumam Bambang.
Key pun melihat Bambang yang masih terpaku di depan pintu toilet. Dari kejauhan Key bertanya kepada Bambang.
"Non Jessie, mana? Udah selesai belum?" tanya Key.
Bambang pun menoleh kearah dalam toilet tapi lagi-lagi masih pemandangan yang sama.
Waduh! Kapan selesainya, sih?! Gua harus bertindak! batin Bambang.
"Non Jessie mungkin sebentar lagi selesai, Tuan Key!" teriak Bambang dengan suara yang dibesar-besarkan.
"Biasa aja ngomongnya ... saya gak budek!" protes Key.
Teriakan Bambang membuat Zeno dan Jessie tersadar. Mereka berdua pun melepaskan ciuman mereka. Mereka menjadi salah tingkah dan bingung. Zeno membantu Jessie membereskan alat make up-nya yang tercecer di lantai, sedangkan Jessie berusaha memperbaiki lipstiknya yang sudah berantakan.
Setelah semua beres, Zeno pun meminta Jessie untuk keluar duluan dan menyeret Key menjauh dari toilet. Akhirnya Jessie pun menurutinya.
"Hey! Kok nyusul kesini? he-he...." tanya Jessie canggung.
"Key kangen! Kamu lama banget," protes Key manja.
Jessie pun hanya nyengir kuda dan menyeret Key menjauh dari toilet.
Tak berapa lama setelah dirasa aman, Zeno pun keluar dari dalam toilet. Baru saja keluar, Zeno dikagetkan oleh Bambang yang berdiri sambil berkacak pinggang dan melotot.
"Astaghfirullah! Bikin kaget aja, lo!" teriak Zeno sambil mengelus dadanya.
"Jelasin! Ngapa lo kissing Non Jessie?!" ujar Bambang.
Waduh! Bambang liat?! Mati gua! Kalo dilaporin gimana coba?! batin Zeno khawatir.
Zeno tiba-tiba salah fokus dengan bau aneh yang diciumnya.
"Kok bau eek, ya?" Zeno mengendus-endus ke sekitar.
Endusan Zeno berakhir kepada Bambang. "Lo gak cebok ya, Bang?"
Bambang hanya nyengir. "Lupa."
"Jorok!" teriak Zeno sambil mendorong-dorong tubuh Bambang.
.
.
.
***
Hari yang ditunggu pun tiba, yaitu hari ulang tahun dari Jessie. Banyak sekali tamu penting yang hadir di acara tersebut, ada yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri. Mulai dari Alexander Kemal Malik, CEO tampan Malik's Corp yang ketampanannya sungguh membuat wanita meleleh bagai lilin yang dibakar api, lalu tidak lupa ada Aryan Satya Dharma, seorang pria tampan yang sebenarnya tajir melintir tapi menyamar demi mendapatkan hati si pujaan hati dan masih banyak yang lainnya, karena kalau mau disebutkan satu persatu episode novel ini tidak akan selesai ditulis sampai jaman ayam melahirkan.
Acara ulang tahun Jessie mengusung tema "Be Your Self". Para tamu undangan bebas memilih gaya apa yang cocok dengan jati dirinya masing-masing. Bahkan ada tamu undangan yang datang dengan celana hawai dan baju anak reggae tapi bukan Zeno, karena bodyguard tetap memakai baju resmi bodyguard mereka.
Acara ulang tahun Jessie diadakan di aula besar di kediaman keluarga Wijaya. Aula itu pun disulap sedemikian rupa menjadi tempat pesta yang sungguh high class.
__ADS_1
Jessie terlihat begitu mempesona dengan pakaian yang dikenakan olehnya. Walaupun pakaian yang dipakainya terlihat sederhana dan dengan make up minimalis. Para tamu undangan masih merasa sangat takjub dengan kecantikan yang dimiliki oleh putri semata wayang dari Tuan Frans Wijaya itu.
"Kalau saja aku belum menikah ... mungkin aku akan meminta Tuan menikahkan aku dengan putri cantik mu itu," gurau Alex.
"Ha-ha-ha! Istrimu juga begitu cantik ... jangan berbicara begitu nanti istrimu marah," sahut Tuan Frans.
Acara pesta ulang tahun Jessie berlangsung sangat meriah dan luar biasa. Jessie merasa bosan karena tidak ada yang menemaninya di acara pentingnya. Key, dia sibuk berbincang dengan kolega bisnisnya. Kyla sibuk menjelajahi meja-meja yang berisi makanan. Sedangkan Zeno sibuk dengan tugas sebagai bodyguard-nya, berjaga di pintu masuk.
Jessie yang bosan pun berjalan sendiri sembari memegang gelas berisi jus jeruk, tak sengaja ada seseorang yang menabraknya dari depan cukup kencang sehingga jus jeruk yang dipegangnya pun tumpah.
"Maaf ... saya tidak se...." ucapan pria itu terpotong saat menatap Jessie.
"Iya tidak ap...." ucapan Jessie pun terpotong saat menatap sosok pria tampan yang ada di depannya.
"Jessie? Jadi yang berulang tahun adalah kamu, Jessie yang kukenal," tanya pria tampan itu.
"Yuta? Benarkan?" Jessie memastikan.
Pria yang bernama Yuta itu pun mengangguk sambil tersenyum.
Mereka berdua terlihat canggung karena pertemuan yang tidak diduga itu. Mungkin perasaan Jessie campur aduk saat itu karena bertemu dengan pria yang pernah disukainya dahulu.
Arta Yuta Armana, dia adalah anak dari salah satu kolega ayah Jessie di dunia mafia. Saat Jessie SMA dulu, Jessie dan Yuta pernah saling menyukai. Namun mereka tidak sampai ke jenjang yang lebih jauh karena Yuta sudah keburu kembali ke negara asalnya, Korea Selatan.
Mereka berdua bingung dan hanya saling menatap. Kebersamaan mereka berdua ternyata dilihat oleh Zeno dan Key. Kedua pria itu merasa cemburu tapi tak bisa berbuat apa-apa, Key masih sibuk meladeni kolega bisnisnya dan tidak mungkin ditinggal. Dia hanya bisa melirik sambil mengawasi tunangannya itu. Sedangkan Zeno tak mungkin meninggalkan tugasnya sebagai bodyguard.
Tak lama kemudian, ada seorang wanita cantik yang menghampiri Jessie dan Yuta. Wanita itu ternyata adalah istri Yuta yang bernama Alya. Wanita itu terlihat cemburu saat melihat kebersamaan Jessie dengan suaminya. Jessie dan Yuta pun akhirnya berpisah begitu saja. Hubungan mereka mungkin hanya sebatas pernah saling menyukai tapi mereka tidak dapat bersatu karena tidak berjodoh.
.
.
.
***
"Non Jessie mau kemana?" tanya Zeno.
"Gua mau ganti baju ... baju gua basah," jawab Jessie sambil menunjukkan bajunya yang basah.
"Ah! Bambang akan mengantarkan Anda," tukas Zeno.
Bambang langsung menatap Zeno dan melotot.
"Saya mau kamu yang antar!" perintah Jessie.
"Baiklah ... akan saya antar," ucap Zeno yang tak dapat menolak perintah.
Zeno memberitahu para bodyguard yang ada disana kalau dia akan mengantarkan Jessie berganti baju.
***
Untuk pulang ke kediaman utama, mereka harus menggunakan mobil karena jaraknya cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan menuju parkiran, Zeno hanya berjalan mengekor di belakang Jessie. Semenjak kejadian di toilet waktu itu, mereka tidak pernah saling berbicara lagi, bahkan Zeno terlihat seperti menghindari Jessie.
"Buruan jalannya!" teriak Jessie.
"B-baik, Non!" sahut Zeno.
Zeno pun berlari mendahului Jessie dan membukakan pintu mobilnya.
"Silahkan masuk, Non," kata Zeno sambil mempersilahkan masuk Jessie kedalam mobil.
__ADS_1
"Gak usah banyak bacot! Lo masih hutang penjelasan dengan gua!" teriak Jessie.
Jessie pun masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil dengan kencang.
Brak!
Sedangkan Zeno pun merasa bingung, sebenarnya penjelasan macam apa yang harus dia jelaskan.
.
.
.
***
Hola guys... mungkin ada beberapa nama tokoh yang kupinjam tanpa izin walaupun mereka sering mewarnai novel ini hihi...
Seperti:
Alex dari novel "Nikah Kontrak" by: Tya Gunawan.
Aryan dari novel "Tentang Hati" by: Aldekha Depe.
Dan ada satu tamu spesial yang ku undang di pesta ulang tahun Jessie, yaitu Yuta dan Alya dari novel "Love a mafia King" by: Liska Oktaviani.
Yang penasaran kisah Yuta dan Alya bisa langsung meluncur kesini 👇
dijamin seru banget dah 😁👍
Bonus Visual:
Zeno
Jessie
Key
Kyla
Bambang
Yuta
Alya
Tengkyuu 😘😘😁👍
__ADS_1