
Bang Ismed masih bingung karena dia berada di mobil orang asing. Namun dia santai-santai saja dan berpikir itu bukanlah sebuah penculikan karena dia tidak diikat atau dilakban mulutnya.
"Saya ini nanya, loh....," gerutu bang Ismed.
"Maaf, Tuan ... kami tidak bermaksud menculik Anda, hanya saja kami bingung bagaimana caranya membawa Anda," sahut salah satu pria.
Bang Ismed seraya berpikir dan pasti kegeeran karena dipanggil Tuan oleh salah satu pria yang ada di dalam mobil itu.
Seumur hidup, baru kali ini gua dipanggil Tuan. Sungguh terharu gua tuh ... apa mungkin gua adalah anak orang kaya yang terjebak dalam kemiskinan?
***
Sementara Bang Ismed sibuk dengan pikirannya sendiri. Kedua pria suruhan tuan Kenan itu saling berbisik.
"Kok lo manggil dia, Tuan?" tanya pria satu.
"Gua baru dapet WA, katanya dia itu salah satu Tuan Muda yang hilang," jawab pria dua.
"Ah! Masa iya? Tampang kayak gitu Tuan muda yang hilang?" Pria satu terlihat tidak percaya.
Sebenarnya memang mereka berdua saja yang bodoh karena salah tangkap.
.
.
.
***
Kediaman keluarga Sanjaya.
Bang Ismed disambut baik di sana. Sudah banyak pelayan berbaris untuk menyambutnya di depan pintu masuk utama. Bang Ismed terlihat sangat takjub dengan rumah keluarga Sanjaya yang mewah dan sambutan yang luar biasa itu.
Bang Ismed pun mendapatkan welcome drink yang mungkin belum pernah dicicipinya seumur hidup.
"Silahkan, Tuan ... ini adalah The Galaxy Mocktail. Ini merupakan minuman yang khusus dibuat pada cuaca yang terik seperti ini, karena dapat menghilangkan dahaga dan sangat segar," jelas salah satu pelayan yang memberikan minuman tersebut kepada bang Ismed.
Bang Ismed terheran karena dia tidak pernah minum minuman yang bahkan namanya saja tidak pernah dia dengar itu. Dia bahkan sempat mengagumi minuman yang terlihat mirip galaksi itu.
Ini minuman namanya aja udah ribet, rasanya gimana, ya?
Bang Ismed pun mencoba menyedot minuman itu.
"Wah! Seger! Iya enak-enak," ujar bang Ismed sambil mengacungkan jempolnya.
***
Setelah meminum habis welcome drink yang diberikan. Bang Ismed lagi-lagi dibuat kagum dengan desain interior ruang tamu mewah milik keluarga Sanjaya. Bang Ismed merasa mungkin benar dia adalah tuan muda kaya raya yang hilang. Padahal salah sangka, kasihan.
Bang Ismed dipersilahkan duduk di sofa yang berada di ruang tamu. Dia merasa gugup karena dia tidak pernah duduk di sofa mahal walaupun dia tinggal di kediaman mewah keluarga Wijaya.
"Silahkan tunggu, Tuan ... Nyonya Elizabeth dan Tuan Kenan akan datang menemui Anda sebentar lagi," ujar pelayan yang mengantar Bang Ismed.
__ADS_1
Tak berapa lama, nenek Elizabeth dan tuan Kenan pun muncul. Nenek Elizabeth langsung menghampiri bang Ismed dan memeluknya.
"Apa kabarmu, Nak? Nenek tidak tahu kalau kamu masih hidup." Nenek Elizabeth memeluk Bang Ismed sambil menangis.
Bang Ismed bingung tapi dia pura-pura biasa saja dan tenang.
"Tidak apa-apa, Nek ... aku selama ini hidup dengan baik-baik saja," tukas bang Ismed sembari menepuk-nepuk punggung nenek Elizabeth pelan.
***
Nenek Elizabeth dan tuan Kenan duduk di sofa seberang tempat Bang Ismed duduk. Mereka berdua memperhatikan bang Ismed dengan seksama. Mungkin ada keganjilan dalam hati ibu dan anak itu mengenai orang yang duduk di depan mereka.
Apa mungkin dia adalah anaknya Albert dan Marina? Mengapa tidak ada mirip-miripnya sama sekali? batin Nenek Elizabeth.
Apa karena hidup miskin, tampangnya pun menjadi memprihatinkan dan tak terurus? Tapi kalau di make over pun sepertinya tidak ada perubahan, Tuan Kenan berpikir dalam hati.
Bang Ismed juga memperhatikan nenek Elizabeth dan tuan Kenan yang berada di seberangnya.
Jadi selama ini, gua adalah anak orang kaya? Tapi kok kayaknya gak masuk akal. Wajah bapak itu aja masih ganteng padahal kayaknya umurnya udah hampir 50 tahun. Terus nenek itu aja kulitnya masih kenceng padahal udah bau tanah kayaknya. Lah gua? Baru aja umur 30an udah memprihatinkan gini tampangnya, batin Bang Ismed.
"Bagaimana kehidupanmu selama ini? Nenek dengar kamu tinggal di kampung dan sekarang menjadi bodyguard di keluarga Wijaya," tanya Nenek Elizabeth.
Eh? Bodyguard? Gua kan cuma tukang sapu tapi cita-cita gua jadi bodyguard, sih.
"Iya, Nek! Saya berusaha menjadi bodyguard yang bisa diandalkan oleh majikan," jawab Bang Ismed penuh semangat.
"Bagus sekali ... tapi kamu menjadi seorang bodyguard pasti punya tujuan lain?" selidik Nenek Elizabeth.
Tujuan opo, toh? Gua mana pernah punya tujuan lain selain keren.
Nenek Elizabeth mengeluarkan foto keluarga milik Zeno dan meletakkan di atas meja.
Bang Ismed yang melihat foto itu pun langsung berkomentar.
"Wah! Ini orangnya ganteng dan cantik, anaknya juga ganteng. Ini siapa, ya? Apa masih saudaraan dengan bapak ganteng ini?" tanya Bang Ismed sembari menunjuk Tuan Kenan.
Tuan Kenan pun sontak memijat kedua pelipisnya.
"Panggilkan Tommy dan Jefry sekarang!" perintah Tuan Kenan kepada bodyguard yang berjaga di depan pintu masuk utama.
Tommy dan Jefry adalah nama kedua pria yang ditugaskan untuk membawa Zeno ke kediaman keluarga Sanjaya.
***
Tak berapa lama, Tommy dan Jefry pun datang.
"Ada apa, Tuan?" tanya Tommy.
"Apa ada masalah, Tuan?" tambah Jefry.
"Kalian ini bawa, siapa?!" geram Tuan Kenan sembari menunjuk Bang Ismed.
"Tentu kami membawa bodyguard yang bernama Zeno, Tuan," ujar Tommy.
Bang Ismed yang mendengar hal tersebut akhirnya paham. Ternyata bukan dia yang ingin dibawa tetapi Zeno.
"Owalah! Zeno? Nama saya bukan Zeno tapi Ismed. Lagian ini om berdua gak tanya-tanya lagi asal bekep dan bawa aja," celetuk Bang Ismed.
__ADS_1
Tuan Kenan menjadi sangat kesal dan marah besar, karena orang suruhannya begitu bodoh sehingga salah sasaran. Nenek Elizabeth pun tak kalah kesal karena kesalahan yang dibuat oleh anak buah anaknya itu.
"Kenan! Kamu itu gimana? Punya anak buah kok pada blo'on! Pantesan kok janggal, mana mungkin anaknya Albert dan Marina modelnya kayak orang-orangan sawah begini!" pekik nenek Elizabeth sembari menunjuk bang Ismed.
Bang Ismed tidak terima dan merasa tercela.
"Lah! Kenapa saya yang jadi dihina? Saya ini korban! Kalau saya lapor polisi ini bisa jadi kasus penculikan!" protes bang Ismed.
Bang Ismed menyerocos panjang lebar dan marah-marah. Dia merasa sangat dirugikan perihal penculikan yang salah sasaran. Dia juga mengatakan bahwa ini adalah penipuan karena tadinya dia sudah mengira kalau dia adalah Tuan Muda kaya yang hilang. Namun ternyata bukan, dia bilang itu melukai harga dirinya karena gagal kaya.
Tuan Kenan merasa kesal dan menyuruh beberapa bodyguard-nya untuk membawa Bang Ismed ke kandang ular.
***
Setelah dua jam, bang Ismed akhirnya dikeluarkan dari dalam kandang ular. Wajahnya pucat pasi dan ketakutan.
"Masih mau menuntut?" tanya Tuan Kenan.
"T-tidak, Tuan ... ampun!" Bang Ismed memohon sambil menangis.
Tuan Kenan melempar segepok uang senilai 10 juta di atas mejanya.
"Ini 10 juta buat kamu. Lebih baik kamu tutup mulut dan bantu anak buah saya untuk membawa bodyguard yang bernama Zeno itu kemari," perintah Tuan Kenan.
"B-baik, Tuan!" sahut Bang Ismed.
Bang Ismed pun akhirnya dibebaskan dan diantar pulang ke kediaman keluarga Wijaya.
.
.
.
***
Epilog episode ini:
Di kandang ular.
Bang Ismed dikunci dari luar dan dikurung bersama ular-ular tersebut.
"Yah ... ini mah sahabat gua. Lagian udah pasti takut sama gua juga ini para ularnya, muehehe," gumam bang Ismed.
Bang Ismed ternyata dulunya adalah seorang pawang ular (sebelum menjadi tukang sapu di kediaman keluarga Wijaya). Sejak kecil Bang Ismed sering bermain dengan ular dan bahkan ketika ular melihat Bang Ismed pertama kali langsung kabur. Mungkin takut dengan tampangnya.
Bang Ismed berencana pura-pura ketakutan saat baru dikeluarkan dari kandang ular. Ternyata Bang Ismed mempunyai bakat akting. Mungkin Bang Ismed memang cocok jadi aktor.
.
.
.
***
Next episode comming soon 😁👍
__ADS_1