
"Kau tidak akan bisa mengalahkan aku! Ha-ha-ha!" seringai pria bertopeng itu sembari berdiri.
Zeno yang sudah cedera lumayan parah pun berusaha berdiri lagi dan mengeluarkan pistol dari saku celananya.
"Lepasin Non Jessie!" perintah Zeno sambil menodongkan pistol kearah pria bertopeng itu.
Pria bertopeng itu tidak gentar, dia malah menertawakan Zeno dan malah berjalan mendekati Jessie. Diambilnya sebuah pisau lipat dari saku jasnya dan diarahkan ke leher Jessie.
"Silahkan tembak! Tapi sebelum kau menembak, aku akan menyayat leher indah Nona majikan mu yang cantik ini," ancam pria bertopeng itu.
Kurang ajar! Gimana ini? Kalo gua tembak dia, Non Jessie juga bisa mati, batin Zeno.
Tiba-tiba mata Zeno tertuju pada Kyla yang masih tergantung di atas kepala Jessie. Kyla terlihat sibuk mengangkat kaosnya yang selalu turun ke bawah. Zeno memperkirakan jika Kyla melepaskan tangannya dari kaosnya, dia bisa meraih pisau dari tangan pria bertopeng itu.
Gimana cara kasih kode ke Non Kyla, Zeno berpikir keras.
Tiba-tiba terpikir suatu ide yang entah bisa berhasil atau tidak.
"Katanya lo suka sama Non Jessie? Tapi kok tega mau melukai dia ... ya kan, Non Kyla!" teriak Zeno.
Kyla melihat kearah Zeno yang memainkan kode tatapan kearah pisau yang dipegang pria bertopeng itu.
"Lebih baik pisau itu dijauhi dari leher Non Jessie, kalo perlu dilempar jauh," pekik Zeno sambil melirik Kyla dan masih menodongkan pistolnya ke pria bertopeng itu.
Kyla pun menyadari kode dari Zeno tapi dia dilema. Masa dia harus melepaskan kaosnya dan hanya memakai pakaian dalam? Tapi demi menyelamatkan sahabatnya dia pun perlahan melepaskan kaosnya dan melemparkannya kearah belakang.
Kyla pun menyambar pisau yang berada di tangan pria bertopeng itu dan melemparkannya jauh. Tak disangka pisau itu malah menancap di sela-sela sel*ngkangan Bambang yang masih berusaha melepaskan diri dari jeratan lem yang ada di tembok. Entah lem apa itu, mengapa rekat sekali?
Untung saja, Otong Bambang tidak kena seperti nasib Otong Bang Ismed yang terserempet peluru nyasar Zeno (episode Latihan perdana).
***
"Kurang ajar!" pekik pria bertopeng itu.
Pria bertopeng itu pun langsung menoleh kearah Kyla dan hendak marah. Namun dia tertegun dan mimisan saat melihat Kyla yang hanya memakai pakaian dalam.
Kyla pun tak bisa melewatkan hal tersebut dan langsung menjambak rambut pria bertopeng itu.
"Dasar mesum!" pekik Kyla sambil terus menjambak.
"Aw! Lepas!" teriak pria bertopeng kesakitan.
Kesempatan itu pun dimanfaatkan oleh Zeno untuk menyelamatkan Jessie. Dengan cepat Zeno melepaskan lakban dari mulut Jessie dan membuka ikatan tali yang mengikat Jessie. Jessie yang sudah terlepas pun langsung memeluk erat Zeno.
"Lo gak apa-apa, kan?" tanya Jessie sembari menitikkan air mata.
Zeno pun mengangguk sambil mengusap pucuk kepala Jessie.
***
Bambang pun akhirnya bisa terlepas dari tembok. Tak lupa dia mengeluarkan sebuah kaca kecil dari saku jasnya.
"Waduh! Hidung gua bengkok gak, ya? Bahaya kalo bengkok, operasi gua sia-sia aja," gumam Bambang sambil berkaca.
Tiba-tiba keseriusan Bambang dalam berkaca pun buyar karena teriakan dari Kyla. Dia pun langsung menengok kearah Kyla.
__ADS_1
"Non Kyla!" Bambang langsung melotot ketika melihat Kyla yang hanya memakai pakaian dalam.
Seketika Bambang pun mimisan dan terbengong.
***
Ternyata pria bertopeng telah bisa melepaskan rambutnya dari jambakan Kyla. Dia pun menjambak balik rambut Kyla. Sementara Zeno dan Jessie malah asyik berpelukan. Memang tidak ada akhlak.
"Lepasin rambut gua!" pekik Kyla.
"Gak bakal! Lo udah buat gua mimisan!" sahut pria bertopeng itu.
Hancur sudah imej keren pria bertopeng yang sudah terbangun selama ini. Ternyata dia juga manusia bar-bar gaul yang memakai kata lo dan gua.
"Lagian ngapain lo pake topeng segala! Sok misterius!" teriak Kyla kembali menjambak rambut pria bertopeng itu.
Tak sengaja topeng yang dikenakan oleh pria bertopeng itu pun terlepas. Dia langsung panik dan berusaha menutupi wajahnya yang hampir terekspos. Dia pun mengambil topengnya kembali dan memakainya.
"Kalian beruntung kali ini!" tukas pria bertopeng itu.
Tiba-tiba atap rumah itu terbuka dan sudah ada helikopter yang terbang di atasnya. Pria bertopeng itu pun menaiki tangga yang tergantung dari helikopter.
"Tunggu pembalasanku nanti!" teriak pria bertopeng itu.
Tak berapa lama, pria bertopeng itu pun menghilang dan pergi dari rumah itu.
***
Tinggallah mereka berempat di rumah tersebut sambil menunggu bala bantuan. Zeno yang sudah terluka parah pun hanya bisa duduk sambil menyender di tembok. Mulutnya masih saja mengeluarkan darah segar. Jessie yang melihat keadaan Zeno pun menangis sambil memeluk Zeno.
"Jangan mati!" perintah Jessie sembari menangis.
***
Kyla yang masih tergantung pun berteriak protes karena mereka tidak memperdulikannya.
"Woy! Lepasin gua! Kepala gua pening tau!"
Bambang yang terbengong tadi pun sadar. Dia langsung bergegas menuju kearah Kyla untuk melepaskannya. Ternyata jebakan yang dibuat oleh pria bertopeng itu sudah tidak aktif, semenjak kepergiannya.
Bambang membantu melepaskan ikatan di kaki Kyla tanpa mau menatapnya. Dia takut kalau dia akan mimisan melihat Kyla yang berpenampilan seperti itu. Hal itu pun membuat Kyla merasa kesal.
"Kenapa sih lo itu! Gimana mau cepet kebuka kalo gak ngeliat?!" pekik Kyla.
"Maaf, Non tapi sa...."
Bruk!
Kyla pun terjatuh tepat diatas tubuh Bambang. Tak sengaja bibirnya dan bibir Bambang bertemu layaknya orang berciuman. Mata mereka berdua saling menatap dan jantung mereka pun berdetak kencang.
Posisi apa ini? batin Kyla.
Kenyal, batin Bambang.
Kyla pun langsung berdiri, tapi dia pun masih sempoyongan karena tergantung secara terbalik cukup lama. Kyla yang hendak terjatuh pun langsung disambut oleh Bambang.
__ADS_1
Deg!
Mata mereka berdua pun saling menatap. Bambang pun nyengir kuda kepada Kyla, tapi anehnya gigi Bambang berwarna merah.
"Kenapa gigi lo merah, Bang?" tanya Kyla heran sambil melepaskan diri dari Bambang.
Bambang pun memegang giginya dan membauinya.
"Kok amis, ya?" Bambang mengendus tangannya.
"Itu darah, Bambang!" teriak Kyla menyadari.
Bambang pun terkejut dan langsung mengambil kaca dari sakunya.
"Waduh! Gimana ini? Bisa-bisa sariawan," ujar Bambang sambil berkaca.
Kyla pun tertawa terbahak-bahak melihat Bambang yang berkaca.
"Ha-ha-ha! Cowok kok kemana-mana bawa kaca."
Bambang tak menanggapi tapi dia langsung membuka jasnya dan memakaikannya kepada Kyla.
"Pake ini, Non ... pemandangan itu gak baik buat mata saya," ucap Bambang.
Wajah Kyla pun langsung bersemu merah karena perilaku Bambang yang sungguh sweet. Jantungnya makin berdegup kencang saat menatap wajah Bambang yang tersenyum.
***
Tak berapa lama kemudian, bala bantuan pun datang. Anehnya di garda terdepan ada Bang Ismed datang dengan membawa sapu lidi.
"Mana penjahatnya?!" tanya Bang Ismed dengan wajah sok seram.
Zeno, Jessie, Bambang dan Kyla pun kompak menjawab.
"Telat!"
.
.
.
***
Next episode comming soon 😁👍
Rekomendasi novel cucok untuk kalian 😁👍
Tentang Hati - Aldekha Depe
Married With Big Boss - Liska Oktaviani
__ADS_1
Love Me, Please - Risma Ayu