
Sekitar 45 menit sebelum para bodyguard ke lokasi penculikan.
Saat itu Bang Ismed masih terkapar di kamarnya karena habis diikat di pohon jengkol semalaman. Namun dia terbangun akibat suara berisik dari pengumuman bahwa ada kode bahaya dan misi penyelamatan.
Dia pun langsung terbangun dan bergegas menuju tempat dimana para bodyguard berkumpul.
"Waduh kok gua gak diajak, sih!" protes Bang Ismed kepada Amir, salah satu bodyguard keturunan timur tengah yang pernah mengajarkan Zeno menembak.
"Ente siapa? Ente hanya tukang kebun, ngapain ente mau ikut? Nanti ente hanya bikin repot," ujar Amir.
"Gua denger misinya di hutan, kan? Nah ... asal lu tau, ya ... gua ini keturunan paranormal," kata Bang Ismed penuh percaya diri.
"Hubungannya apa misi penyelamatan sama paranormal? Ente jangan mengada-ada!" teriak Amir.
Bang Ismed memutar otaknya agar dia bisa gaya-gayaan ikut menyelamatkan Jessie dan yang lainnya.
"Gua denger kalo ke hutan itu kudu membawa seseorang yang mempunyai kemampuan supranatural, kalo gak...."
Bang Ismed memperagakan tangannya seolah-olah menggorok lehernya sendiri dengan wajah sok sangar.
Amir pun menjadi ngeri dan akhirnya terpaksa mengajak Bang Ismed. Padahal Bang Ismed itu hanya berbohong. Mana mungkin dia paranormal, diikat di pohon jengkol semalaman saja dia takut setengah mati.
.
.
.
***
Zeno, Jessie, Bambang dan Kyla menatap Bang Ismed dengan wajah datar. Pasalnya untuk apa membawa sapu lidi saat ingin meringkus penjahat.
"Bang ... ngapain lo bawa-bawa sapu lidi? Mau bersih-bersih lo?" tanya Zeno heran.
Bang Ismed memberikan kode agar Zeno jangan bertanya kencang-kencang.
"Biar mereka percaya kalo gua paranormal," jawab Bang Ismed dengan suara setengah berbisik.
Mereka berempat gagal paham dengan jawaban Bang Ismed. Apa mungkin Bang Ismed kebanyakan nonton film? Tapi dia salah tafsir. Padahal kalau yang kemana-mana membawa sapu lidi adalah penyihir, bukan paranormal.
"Aman, guys!" teriak Bang Ismed.
Tak berapa lama muncullah para bodyguard dengan posisi siaga sembari mengacungkan pistol ke depan.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Amir.
"Gak apa-apa, bro! Santuy aja! Uhuk!" Zeno terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Gak apa-apa, gimana? Itu ente batuk darah," ujar Amir.
Zeno hanya nyengir kuda kepada Amir.
Akhirnya, mereka pun kembali ke kediaman utama. Zeno pun langsung dilarikan ke rumah sakit karena luka yang dideritanya.
Sebelum kembali, ternyata Amir menemukan sesuatu yang bisa menjadi jejak dari si pria bertopeng itu.
.
.
.
***
Ruang kerja Tuan Frans Wijaya.
__ADS_1
Amir memberikan sebuah kertas yang tertoreh sebuah stempel diatasnya. Tuan Frans mencoba menelaah siapa pemilik stempel tersebut.
"Apa cuma ini yang kau temukan?" tanya Tuan Frans.
"Iya, Tuan!" jawab Amir.
Tuan Frans yang penasaran pun mencoba membongkar beberapa dokumen di rak lemari di ruang kerjanya itu.
Tak berapa lama, dia pun menemukan sebuah dokumen yang terdapat stempel sama persis dengan stempel di kertas yang diberikan oleh Amir.
"Keluarga Griffin," gumam Tuan Frans.
"Ada apa, Tuan?" tanya Amir.
"Tidak apa-apa ... kau boleh pergi sekarang," perintah Tuan Frans.
Amir pun bergegas pamit keluar, sedangkan Tuan Frans masih terlihat memikirkan sesuatu.
Mengapa mereka menculik Jessie? Aku rasa tidak ada hutang piutang lagi diantara kami. Tapi mengapa pria bertopeng itu bilang, dia tahu rahasia 20 tahun yang lalu? batin Tuan Frans.
.
.
.
***
Griffin Island.
Kediaman keluarga Griffin.
Pria bertopeng itu pun dengan kesal memasuki area rumahnya. Dia melepaskan dan melemparkan topengnya ke sembarang arah. Terlihat wanita paruh baya tapi masih terlihat cantik, dia mencoba mendekati pria bertopeng itu.
"Ada apa, Nak?" tanya wanita itu.
Pria bertopeng itu bernama Fox Griffin. Umurnya masih 22 tahun tapi dia sudah menyelesaikan pendidikan sarjananya sejak umur 20 tahun, di Universitas Oxford, Inggris. Fox adalah anak yang cerdas dan merupakan anak kebanggaan ayahnya.
Fox merupakan anak bungsu dari Tuan Abraham Griffin, seorang mafia kelas kakap yang merupakan mafia paling ditakuti di Inggris.
Tuan Abraham terkenal sangat kejam dan bengis karena tidak segan untuk menghilangkan nyawa musuhnya. Walaupun begitu, kekuatan klan mafia yang dimiliki oleh Tuan Abraham masih dibawah klan mafia milik Tuan Frans.
Ucapan Fox kepada Jessie yang mengatakan kalau Tuan Frans akan takut jika mendengar namanya, hanya sebuah isapan jempol belaka. Dia mengatakannya hanya untuk menggertak Jessie.
Tuan Abraham menikahi wanita yang berasal dari Indonesia dan membangun sebuah rumah mirip istana di sebuah pulau yang dibelinya di Indonesia. Lalu pulau itu dinamakan olehnya Griffin Island.
***
Fox memasuki kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan kasar. Dia membuka jas yang dikenakan olehnya dan mengacak rambutnya kasar.
Dia berjalan menuju sebuah meja yang berada di kamarnya. Matanya tertuju pada sebuah bingkai foto yang menampilkan foto sekumpulan anak kecil yang berbaris.
"Kali ini kamu bisa lolos! Tapi lain kali, kamu akan jadi milikku, Jessica Francesca Wijaya!" desis Fox.
Dia mengambil bingkai foto tersebut, lalu melemparkannya ke lantai hingga pecah.
.
.
.
***
Wijaya Hospital Center.
__ADS_1
Zeno terbaring lemah di ranjang pasien. Benturan balok kayu besar itu menyebabkan tulang punggungnya mengalami keretakan dan ada beberapa yang patah. Sudah dua hari semenjak kejadian penculikan Jessie, Zeno masih belum pulih juga.
Bambang dan Bang Ismed begitu setia menemani Zeno yang sedang sakit itu. Mereka berdua bergantian berjaga walaupun mereka kadang sering tertidur saat berjaga.
"Zaenudin ... di mana lo, my baby?" gumam Zeno dengan mata masih terpejam.
Gumaman Zeno membuat Bambang dan Bang Ismed pun terjaga. Mereka berdua saling menatap dan geleng-geleng kepala.
"Zeno masih kangen sama ayam bar-bar itu?" tanya Bang Ismed kepada Bambang.
"Mana gua tau ... tapi dari gelagatnya, dia pasti kangen berat sama si Zaenudin," ujar Bambang.
"Gua heran ... dimana-mana kalo kangen itu sama pacar ... lah ini sama ayam," tukas Bang Ismed sambil menepuk jidatnya.
Bambang pun memutar otaknya. Akhirnya dia menemukan ide. Dia adalah seorang bodyguard sekaligus selebgram yang terkenal. Dia pun memposting tentang hilangnya Zaenudin di media sosialnya.
"Siapa tau ada yang nemuin Zaenudin dan ngembaliinnya," kata Bambang berharap.
"Aamiin ...kalo gak keburu di sayur sama yang nemuin," sahut Bang Ismed.
Tak berapa lama, datanglah Jessie dan Kyla. Jessie yang baru datang langsung menghampiri Zeno dan duduk disampingnya. Sedangkan Kyla duduk menghampiri Bambang hingga membuat jantung Bambang mau lompat.
"Kumuh! Bangun, dong!" pekik Jessie.
"Zaenudin? Ini lo, kan? Gua kangen," gumam Zeno yang masih terpejam sembari menarik kepala Jessie ke dadanya.
Bambang, Kyla dan Bang Ismed pun berusaha menahan tawanya saat Zeno memperlakukan Jessie seperti itu. Parahnya dia mengira Jessie adalah Zaenudin.
Jessie begitu geram dan langsung menjambak rambut Zeno hingga Zeno pun tersadar.
"Astaghfirullah! Sakit ... sakit!" pekik Zeno.
Jessie pun melepaskan jambakannya dan memasang tampang kecut.
"Non Jessie? Kenapa Non jambak rambut saya?" tanya Zeno dengan polosnya.
"Bodo amat!"
Jessie yang kesal pun langsung pergi meninggalkan ruangan itu dan menutup pintunya dengan kasar.
Brak!
Akhirnya tawa Bambang, Kyla dan Bang Ismed pun pecah juga.
"Ha-ha-ha!"
"Kenapa sih, pada ketawa?"
Zeno masih belum sadar akan perbuatannya.
.
.
.
***
Siapa yang kangen Zaenudin?😂😂
Next episode comming soon 😁👍
Fox
__ADS_1
Zaenudin