Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Aku bukan jodohnya


__ADS_3


Aku bukan jodohnya


by. Tri suaka


Ini salahku


Terlalu memikirkan egoku


Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku


Hingga kau pergi tinggalkan aku


Terlambat sudah


Kini kau t'lah menemukan dia


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


Ku ikhlas kau bersanding dengannya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


Dan 'kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya, oh-wo-wo

__ADS_1


Oh, aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


Dan 'kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya



Dara mengelus-elus lembut pundak Ima yang dia pukul refleks saat kesal tadi.



"Aku pijetin ya Ma"



Elusan yang diberikan Dara berubah menjadi pijatan lembut




"Ciloknya juga dimakan"



"Istirahat dulu sambil aku pijetin ya"



Dara dalam mode merayu membuat Ima tersenyum menang.



'Bisa juga aku mengendalikan emosi orang'



'Lucu-lucu'



'lumayan hiburan'

__ADS_1



Ima memakan ciloknya dengan wajah bahagia sambil diselingi minum minuman boba



'Ah... bahagianya'



"Ima....~~~" dengan suara manja Ratih menghampiri Ima dan Dara yang asyik makan siang di kantin sambil bergurau


"Aduh asyik banget dipijetin.... Bu Dara aku juga donk mau"


"Ekslusif ini khusus saya aja Bu Ratih....hehehe" canda Ima


Dara hanya menggukkan kepalanya tanpa berhenti memijat pundak Ima


"Ada apa nih Bu Ratih, tumben gabung"


"Bulan depan kan Pak Bimo menikah di Solo. Pas tuh waktu liburan, saya mau ajakin berdua ikut rombongan biar irit. Kalau mau"


"Memang liburan bagaimana?"


"Naik mobil Pak Agus, dia punya mobil elf jadi muat banyak. Terus Bu Mia punya rumah di Semarang nganggur kosong belum ada yang ngontrak. Nah kan kita bisa patungan bayar tapi liburan asyik di Semarang..."


"Lah kan nikahnya di solo Bu Ratih" Dara memotong percakapan


"Kan dari Semarang ke solo cuma 2 jam kata pak Agus"


"Gimana-gimana?"


"Ada berapa orang yang ikut? siapa saja?"


"Baru sedikit Ma. Baru aku, Pak Agus, Bu Mia, Pak Tara, Bu Yuni, Bu Karin, Bu Dilla, sama Pak Bondan. kalau nambah kalian berdua kan jadi pas 10 orang"


"Biar gampang bagi patungannya.... hehehe"


"Gimana ya.... Rumah nenek saya malah ada di Solo. Lebih dekat malah sama gedung acaranya. Jalan kaki aja bisa"


"Hah yang benar Ma" Dara kembali refleks memukul pundak Ima


"Aduh.... kecengklak lagi deh" Ima meruntuki gerak refleks Dara yang hobinya memukul pundak orang


"Maaf...maaf...maaf...Ima maaf gak sengaja...pijet lagi sini pundaknya"


Ratih tertawa melihat kelakuan kedua orang yang selalu bersama. Dayu dan Ima terkenal di Sekolah ini sebagai partner yang selalu berdua kemanapun berada.


"Liburan lah sekali-kali bareng yang lain" bujuk Ratih


"Gak bosen apa? sudahlah ketemu di Sekolah setiap hari, liburan juga ketemu lagi" Dara menjawab tetap sambil memijat pundak Ima


"Kalian aja gak bosen berdua melulu"

__ADS_1


"Beda cerita Bu Ratih kalau kami mah"


"Kita mah simbiosis mutualisme"


__ADS_2