
Ima dan Dara memutuskan liburan seminggu ini di rumah orang tua Ima. Mereka tidak melakukan kegiatan apapun di luar rumah, hanya menonton film dan bermain game di Televisi. Ima masih kesal karena kejadian di hadang masuk ke dalam perumahannya.
"Gw mau refresh!!! Males lihat orang yang malah bikin gw makin BT" alasan Ima kala di tanya Bagas
"Kalau main diluar gw harus bayar EKSTRA" Ima menekankan kata ekstra sambil melihat Dara
Dara yang merasa di pandangi Ima dan Bagas hanya bisa memberikan senyum menggoda namun aneh dimata Ima dan Bagas
Satya juga malah setiap malam datang ke rumah ikut makan malam bersama. Niat Satya untuk semakin dekat dengan Ima.
"PDKTnya getol banget loh Ma" Goda Dara
"Tiap malam di apelin, di sogok makanan. Pepet terus sampai pelaminan ya"
"Aamiin" Dara mengusap wajahnya dengan kedua tangannya
Ima memutar bola matanya jengah
"Biarlah mengalir apa adanya dulu Ra"
"Belum sebulan ini gw putus masak dah gampang banget move on"
"Bagus donk?"
"Bukan baguslah... bukan move on tapi pelarian namanya"
"Pikirannya masih ada mantan tapi malah jalan sama yang lain"
"Lo kan pernah ngerasain begitu kan Ra?"
"Sakit gak?"
Dara hanya menggangguk-anggukkan kepalanya. Dulu Dara pernah menjadi pelarian dari mantan pacarnya.
*
Dulu awal kuliah Dara sudah kos di dekat Kampusnya. Dara naksir sama cowok kosan laki-laki disebelah kosannya. Sering bertemu, Dara yang selalu menyapa, mengajak ngobrol, Dara selalu berusaha dekat dengannya tanpa mengenal rasa malu karena lebih sering di cuekin dari pada di respon. Usaha Dara membuahkan hasil setelah lima bulan, cowok yang di taksir Dara merespon nya. Sering mengajaknya makan bareng dan jalan bareng. Hati Dara berbunga-bunga rasanya karena merasa tidak seperti pungguk merindukan bulan lagi.
Rasa miliknya berbalas dengan cowok yang di taksirnya. Setelah sebulan jalan bareng akhirnya Dara dan Bara, cowok yang di taksir Dara. Mereka berpacaran resmi, Dara mengenalkan Bara kepada teman-teman, begitu juga Bara. Namun Bara enggan mengenalkan Dara sebagai pacar.
Hati dan hari Dara penuh dengan bunga-bunga cinta. Dara seperti melayang di udara, apalagi Bara suka mengajaknya jalan ke tempat teman-teman kumpul-kumpul. Dara yang luwes bisa dengan cepat akrab dengan teman-teman Bara dan menjadi dekat. Benar-benar bulan-bulan yang menyenangkan untuk Dara hingga Ia melihat dan mendengar sendiri Bara bertemu dengan mantan pacarnya di tempat biasa Bara dan teman-teman nongkrong.
"Aku masih cinta sama kamu Leni" Bara menggenggam tangan mantan pacarnya dengan mesra
"Hati aku cuma ada kamu"
"Kita balikan lagi ya sayang" Di ciumnya tangan Leni
"Lalu pacar kamu itu bagaimana?"
"Dia bukan pacar aku, kita gak pacaran. Dia saja yang ngejar-ngejar aku"
"Aku jalan sama dia buat pelarian karena kamu milih cowok brengsek itu. Tapi hati aku cuma buat kamu sayang"
"Sekarang kamu tahukan cowok itu brengsek, cuma aku yang tulus sama kamu sayang"
__ADS_1
Dara yang duduk di belakang Bara dan Leni mendengar semua ucapan mereka. Perasaan Dara campur aduk jadi satu, marah, kesal, benci sampai sedih dan sakit.
'Lo tuh juga sama cowok brengsek' Dara memilih pergi meninggalkan Bara dan Leni tanpa mereka sadari.
Dara memilih menghindari Bara, memblokir no kontak Bara. Bahkan sebisa mungkin Dara pergi ke kampus pagi-pagi sekali agar tidak bertemu Bara. Dara tidak pernah menghubungi Bara setelah itu. Bahkan Dara pindah kosan ketempat kontrakan yang agak jauh dari Kampus.
Dara menghilang sebisa mungkin dari hidup Bara.
Walaupun sebenarnya Bara masih menghubungi Dara dan mencari-cari Dara tapi tidak berhasil bertemu.
Dara sebenarnya sudah mendengar desas-desus selama berpacaran bahwa Bara masih suka jalan dengan Leni mantan pacarnya. Bahkan teman-teman Bara yang sudah akrab dengan Dara bercerita bahwa Dara hanya di jadikan tempat pelarian karena Bara diputuskan pacarnya yang selingkuhan dengan playboy kampus. Tapi Dara lebih memilih menutup telinga, lebih percaya kepada Bara.
'Bodohnya gw cuma di jadiin keset sama cowok'
'Kurang tulus bagaimana lagi?'
*
"Semangat ya Ma" Dara mengelus pundak Ima
"Dara" Panggil Ima
"hmmm"
"Kayaknya Lo butuh melepaskan masa lalu Lo deh"
"Emang sudah gw lepasin" Dara mengerutkan keningnya
"Tapi masih ada dendam kan di dada Lo"
"Sayangnya bukan dendam Ma. Gw sudah ikhlas dan lupa sama hal-hal yang menyakitkan hati gw"
"Tuhan memberikan rasa sakit agar kita menjadi lebih kuat, karena setelah kesusahan akan ada kemudahan"
"Setelah badai akan ada pelangi"
"Gw bersyukur karena rasa sakit itu pengalaman hidup gw bertambah"
Ima memeluk Dara
"Gw bakal jadi temen Lo saat susah dan semoga saat senang"
"Iya, sama gw juga. Makasih Ma"
*
"Mas Bagas jomblo kan ya?" Tanya Dara saat makan cemilan di sore sambil menonton TV
" Gw ogah Lo jadi kakak ipar gw"
Dara keki dan mulai ringan tangannya memukul pundak Ima
plak
"Dara akh.. " Ima merengek
"Badan kecil tenaga badak"
__ADS_1
"Lagian Lo juga" Dara mengerucutkan bibirnya
"Gw kan juga mau punya pacar, kali aja bisa dibawa pas kondangan Bimo"
"Pacar kok buat dipamerin"
"Ya biar ceper nyusul Bimo naik pelaminan lah"
"Ya besok naiklah ke pelaminan. Naik trus nti turun"
plak
Dara memukul pundak Ima lagi
"Serius gw mau punya pacar, calon suami. Usia gw dah dua puluh empat ini Ima"
"Trus kalau menikah dipikir Bakal bahagia?"
Dara cemberut dan memajukan bibirnya
*
Seperti biasa seminggu ini, Satya sudah datang saat makan malam membawa beberapa cemilan. Setelah memberikan bungkusan cemilan kepada ART, Satya duduk disamping Ima.
"Pepet terus sampai janur kuning melengkung" ledek Dara yang seperti biasa dianggap sebagai orang yang transparan oleh Satya
"Mas Satya punya temen cowok yang single gak?"
"kenalin sama saya donk~~" pinta Dara
Satya tidak menghiraukan perkataan Dara dan lebih asyik mengganggu makan Ima. Satya selalu makan satu piring dengan Ima. Awalnya Ima protes dengan mengambil piring kosong lainnya tapi Satya malah ikut makan juga dari piring baru Ima. Karena lelah akan kegigihan Satya, Ima hanya bisa pasrah.
"Iya, mas. Ada teman cowok single gak buat dikenalin ke Dara"
"Kasian Dara ketemunya ma cowok brengsek melulu"
"Bukannya kamu juga sama Ma?" Bagas menyindir
"Iya-iya... makanya ini sekarang selektif kok" Bela diri Ima
"Kan sekarang Ima sudah sama Mas Satya lah, Mas Bagas" Bela Dara juga
"Mas Satya mah orang bertanggung jawab, buka cowok brengsek. Ima pasti dibawa sampai pelaminan ya kan Mas Satya?" Dara memuji
'Dipuji dulu tinggi nanti imbalannya minta kenalin cowok single mapan sama kayak Mas Satya'
❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
__ADS_1
Bersambung 😉