Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
serius


__ADS_3


Satya memberikan pengertian kepada Mila untuk tidak ikut mengantar Ima.


"Ayah anter Mama kerja sayang"


"Mila dirumah sama Mbah ya"


"Besok libur pasti Mama ke sini lagi"


Ima yang sudah duduk didalam mobil, gelisah melihat Mila dan Satya masih berbicara


'Kapan berangkat ini'


'Mending naik ojol tadi'


Mila berlari menuju mobil dan membuka pintu penumpang depan tempat Ima duduk


"Mama nanti pulang ke sini lagi kan?" Mila memanjat naik kepangkuan Ima


"Mama janji bobo sama Mila lagi kan Ma" Mila memeluk Ima posesif


"Mama jangan tinggalin Mila" Mila mulai sesegukan


"Mila janji jadi anak baik, Mama tetap Mama Mila ya" Mila menunjukkan jari kelingkingnya


Ima hanya bisa menghela nafasnya dan menautkan jari kelingkingnya


"Mila janji jadi anak baik dirumah, Mama nanti pulang kesini ya"


Ima hanya bisa memeluk Mila erat dan mengelus-elus kepala dan punggung Mila sesekali menciuminya


*


"Ima" Satya mencoba membuka percakapan setelah mobil memasuki jalan TOL


"Hmmm"


Ima yang dari tadi memilih diam, hanya bisa berdehem


"Mas minta maaf kalau mas salah"

__ADS_1


"Jangan ngambek" Satya sesekali melirik Ima sambil menyetir


"Hmmm"


'Minta maaf gampang, memaafkan bisa tapi melupakan susah'


'Kecuali amnesia'


"Mas kira kamu libur, tadinya hari ini mau ajak berenang bareng Mila"


"Kamu biar liburan di Bogor sekali-kali" Satya mengelus kepala Ima


Ima memegang tangan Satya dan mengembalikan ke kemudi mobil. Satya yang awalnya tersenyum senang saat tangannya digenggam Ima, hilang senyumannya saat tangannya mendarat di kemudi mobil


"Maaf saya rasa tidak etis mas menyentuh saya"


"Walaupun mas menganggap saya adik kecil tetap menyentuh seperti itu tidak dibenarkan


"Mas minta maaf Ma"


"Saya akan tetap jadi adik kecil mas"


"Ima, semalam kan kita sudah setuju untuk memulai semuanya dari awal, dari nol" Satya menggunakan nada lembut


"Saya gak bilang apa-apa"


"Kalau maksud mas, hubungan pacaran saya gak mau mas"


"kalau begitu kita menikah kalau Ima gak mau pacaran" Satya menyela


Ima menghela nafas kasar


"Aku mau ngomong dulu! Dengerin!!!" Ima menjerit kesal


"Maaf aku gak bisa sama mas, mau apapun itu"


"Aku bahkan belum bisa beradaptasi dengan keadaan aku saat ini setelah ditinggal menikah sama pacar aku"


"Aku butuh sendiri" Ima merengek menahan tangisnya


Dipukuli dadanya agar mengurangi sesak

__ADS_1


"Aku masih butuh sendiri"


"Hati aku masih sakit" air mata Ima akhirnya jatuh


Satya merasa tertohok saat mendengar Ima ditinggal menikah, itu sama seperti dirinya dulu yang egois meninggalkan Ima tanpa memberikan kesempatan kepada Ima untuk lebih mengenal dekat. Satya ingin mengelus kepala dan punggung Ima memberikan kenyamanan dan hiburan untuknya, namun ingat Ima tidak menginginkannya, ia mengurungkan niatnya.


'Inilah karma ku yang dulu menganggap bahwa kamu hanya anak kecil tanpa memberi kesempatan untuk kita lebih mengenal dekat'


Ima menutup wajahnya, menahan suara tangisnya. Satya memberikan bantal kecil dari bangku belakang kepada Ima dan tissu.


"Makasih Mas"


Satya menghela nafasnya kasar


'Tapi kali ini aku akan berjuang untuk kita Ma'


'Kamu, aku dan Mila'


'Kita akan bersama-sama'


"Katanya Bagas kamu gak punya pacar?"


"Aku belum berani kasih tahu Mas Bagas" Suara Ima serak dengan segugukan


"Trus pacar kamu nikah sama wanita lain saat masih sama kamu gitu?"


Ima menangis kembali sambil menganggukkan kepalanya




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️



Bersambung 😉

__ADS_1


__ADS_2