
Hari Kamis pun tiba. Dara yang biasanya paling lelet, hari ini bangun paling pagi dan sudah bersiap. Padahal biasanya harus di omelin Ima dulu baru siap. Kebalikan Dara, Ima malah bangun kesiangan dan belum bersiap. Ima terlihat lesu dan masih mengantuk
"Astaga Ma!!!" Dara masuk kamar Ima tanpa permisi
"Bangun!!! mandi!!!! ayo buruan!!! Jam 9 kita berangkat dari Sekolahan" Dara menarik Ima agar bangun
plak
Dara memukul pundak Ima gemas
"Makanya pacaran itu jangan sampai malam-malam banget. Kurang tidur kan jadinya"
"Pacaran ma istirahat itu harus seimbang, kayak gw dong ma Azri"
Ima memutar bola matanya malas
"Itu sih karena Azri males WAan ma Lo lama-lama"
"Ayo mandi!!!" Dara menarik Ima
Ima akhirnya bangun dengan lesu. Setiap malam setelah Ima kembali ke kosan, Satya selalu berkirim pesan, menelpon bahkan video call sampai malam. Ima selalu berusaha membatasi waktu, karena ingin tidur. Tapi jawaban Satya malah seperti anak ABG yang baru pacaran
"Ya sudah kamu tidur sayang, handphone nya jangan dimatiin. Aku temenin kamu Sampai tidur"
"Kalau sayangku sudah ngantuk bobo aja, aku mau lihat wajah tidur kamu smayang"
__ADS_1
Ima selalu kalah berbicara dengan Satya, akhirnya mengalah mengikuti maunya Satya. Walaupun tetap dengan gaya Ima, bila ingin tidur saat video call, handphone nya di arahkan ke dinding atau ke langit-langit kamar jadi Satya tidak bisa melihat wajah Ima. Bila ditelepon, selalu dimatikan mic handphone nya agar tidak terdengar suara.
Beda dengan Dara dan Azri. Azri jarang menghubungi Dara setelah nya. Dara yang selalu memulai mengirim pesan atau memulai pembicaraan di telepon lebih dahulu. Dara merasa bahwa Azri tidak nyaman dengannya dan Dara merasa lebih baik bertanya langsung kepada Azri. Tapi Azri selalu menjawab dirinya nyaman dan senang berbicara dan saling berbalas pesan.
"Aku senang banget kok kamu telepon aku duluan"
[Aku nyaman dan tidak merasa terganggu dengan pesan-pesan dari kamu, malah merasa kamu perhatian sama aku]
Jawaban Azri malah membuat Dara bingung.
"Senang di telepon ma di WA sama gw? tapi kok kalau di telepon bicaranya irit? kalau di WA jawabnya lama dan singkat?"
*
*
Ima dan Dara akhirnya sampai di Sekolah tempat mereka bekerja dengan mengendarai motor milik Ima.
Ima dan rekan-rekan lainnya setuju dengan ide Agus, memilih berkumpul di Sekolah agar lebih mudah. Mudah parkir mobilnya, juga bisa menitipkan kendaraan mereka di Sekolah yang jelas terjamin keamanannya di banding di kosan karena akan di tinggalkan cukup lama, lima hari.
[Lebih baik titik kumpul di Sekolah. Enak parkir mobilnya, tidak menyusahkan bongkar muat. Kendaraan rekan-rekan yang lain bisa numpang parkir terjamin keamanannya, daripada di kosan nanti hilang tidak diketahui] Agus
"Hallo Dara" Sapa Tara sambil membantu membawakan tas-tas milik Dara dan Ima
"Hallo juga Tara, makasih banyak bantuin" Dara mengikuti Tara menuju mobil
"Sama-sama Ra" Tara tersenyum simpul
__ADS_1
"Ciyeeeeee....." kompak rekan-rekan yang hadir menyoraki Dara dan Tara
*
"Baiklah rekan-rekan semuanya ~~~~"
"Sebelum berangkat kita berdoa sesuai agama masing-masing, berdoa dimulai~~~" Ratih memimpin
Semua yang ada di dalam mobil menundukkan kepala mereka dan berdoa
"Berdoa selesai~~~"
"Mari berangkat~~~~"
"Yeah..." suara sorak Sorai menjawab
Mobil pun yang dikendarai oleh Agus melaju
❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
__ADS_1
Bersambung 😉