Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Siap-siap


__ADS_3


Dara sudah menyusun tas-tas miliknya yang akan dibawa pulang ke kosan. Semua baju miliknya sudah di cuci dan di setrika oleh ART di rumah orang tua Ima.


'Sudah gratis, tidak perlu keluar tenaga'


Hari ini Ima dan Dara akan kembali ke kosan di Kota Bekasi. Mereka akan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan liburan bersama rekan kerja plus kondangan Bimo


Satya awalnya bersikeras untuk mengantar Ima pulang ke kosan, tapi di tolak mentah-mentah oleh Ima. Dan membuat perdebatan diantara mereka.


"Aku bukan anak manja apalagi anak kecil yang harus diantar kemana-mana"


"Tolong hargai aku, jangan paksakan maunya Mas ke aku"


"Khawatir boleh, sayang boleh tapi jangan setir aku harus bagaimana-bagaimana nya"


"Aku terima Mas apa adanya, jadi mas juga harus terima aku apa adanya!!!!"


Ima marah akan sikap Satya yang suka mengatur sesuka hatinya. terlalu posesif dan mengekang juga cenderung semaunya sendiri dan pemaksa.


'Baru jalan tiga pekan aja begini, apalagi nanti beneran nikah? Dikurung kali di rumah'


*


Ima dan Dara sudah siap berangkat pulang ke kosan, sebelum pulang Ima dan Dara pamit kepada ART karena Bagas sudah berangkat kerja.


"Mba kami balik ke kosan dulu ya, salam buat Mas Bagas. Hati-hati di rumah, makasih banyak"


"Iya Non, hati-hati juga dijalan"


Ima menjalankan motornya dengan santai. Saat melewati pos security, Ima menambah kecepatannya.


"WOY... biasa aja narik gas nya" Dara yang terkejut berteriak, untung Dara pegangan pinggang Ima dengan kencang. Jika tidak pasti jatuh saat Ima menambah kecepatannya tiba-tiba


"Masih dendam amet sama tuh hansip"


Ima tertawa terbahak-bahak mendengar Dara menyebut security dengan hansip


*


Setelah empat jam akhirnya Dara dan Ima sampai ke kosan. Ima membawa motor nya dengan santai dan beberapa kali berhenti istirahat.

__ADS_1


"Gw duluan ke kamar ya Ma. Makasih banyak Ima cantik" Dara berjalan dengan tas-tas miliknya saat Ima masih sibuk memarkirkan motornya


memarkirkan motornya selesai, Ima langsung menghubungi Bagas, memberi tahukan bahwa ia sudah sampai kosan dengan selamat. Setelah itu baru menghubungi Satya.


"Aku baru sampai kosan"


"Nanti malam aku ke kosan kalau begitu, mau dibawain apa sayang?"


Satya tetap bersikeras memanggil Ima dengan panggilan sayang, agar Ima tetap ingat bahwa Ima miliknya.


"Gak usah, nanti malam aku mau packing siap-siap buat ke Semarang trus ke solo kondangan mantan pacar"


"Kamu gak kangen aku sayang?"


"Video call aja deh nanti malam. oke,....."


"aku cape mau istirahat dulu nti malam sambung lagi" Ima memutuskan sambungan telepon dan bergegas ke kamar nya


Ima bingung dengan tingkah Satya, padahal mereka sudah sepakat untuk membiarkan mengalir dahulu hubungan mereka. Tapi ini terlihat sekali bahwa Satya bersikeras, bersikap seolah-olah sudah menjadi pasangan.


'terserahlah' Ima masa bodo


*


Dara mengetuk pintu kamar Ima


"Tumben pakai acara ketuk pintu dulu?" ledek Ima


"Hehehe" Dara cengengesan dengan senyum yang dimanis-maniskan


"Ada maunya ini sih!!" tebak Ima yang sibuk melipat pakaian untuk dibawa besok Kamis


"Ima tahu aja" Dara duduk mendekat dan membantu melipat pakaian Ima


"Apaan Ra?"


Dara tersenyum senang


"pinjem Kouta, tethering. Lagi WAan ma Azri" Dara menutup wajahnya malu-malu


"hahahaha" tawa Ima menggelegar

__ADS_1


plak


Dara keki diledekin Ima


"kebiasaan banget deh nih burung Dara!!" Ima mengelus pundaknya


"Abisnya ngeledek" Dara merajuk


"Itu HP gw di meja, tolong ambilkan bawa sini" tunjuk Ima


Dara bangkit dan mengambil Handphone Ima, sedikit melihat ada notifikasi yang masuk


"Wizs, 15 panggilan tidak terjawab nih Ma" Dara memberikan handphone milik Ima kepadanya


Ima menerimanya dan melihat sekilas. Ima lebih sibuk masuk ke Aplikasi M-banking, Ima lebih memilih membelikan Dara pulsa daripada harus tethering.


'Dara kalau tethering suka gak tahu diri, bisa habis Kouta gw'


'Mending beliin pulsa sepuluh ribu buat dia'


"Itu gw kasih gratis gak usah dibalikin. Baliknya ke kamar Lo aja sana" Ima mengusir Dara


Ting


Notifikasi handphone milik Dara berbunyi, Dara melihat notifikasi pulsa masuk, langsung tersenyum girang


"Makasih banyak Ima, dadah" Dara tahu diri dan keluar kamar Ima dan menutup pintu kamar Ima rapat, kembali ke kamar miliknya




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️



Bersambung 😉

__ADS_1


__ADS_2