
Satya berlari kecil dengan irama yang sama dengan Ima, mereka joging pagi di Stadion Manahan Kota Solo. Minggu pagi selalu ramai dengan pengunjung yang datang untuk berolahraga.
"Jadi gimana semalam bisa tidur nyenyak?" Ledek Satya
Satya sedikit terkejut semalam saat berbalas pesan dengan Ima. Ujung pertanyaan nya yang menanyakan kenapa harinya begitu berat, malah ikut membuatnya berat hati juga dan sedikit cemburu.
Ima bertemu dengan para mantannya, berbaris satu-satu menemuinya dalam satu waktu di tempat yang sama. Benar-benar bertemu Barisan para mantan.
Niat awal hanya datang ke acara pernikahan mantan malah bertemu dengan barisan para mantan, dan Satya adalah mantan pertama di pernikahan mantan terakhir Ima.
Yang mencengangkan betapa brengsek mantan-mantan setelah Satya. Persis yang selalu di ceritan Bagas kepadanya
"Ima itu kayak spesialis cowok brengsek. Bukan yang menaklukkan tadi di taklukkan"
Mantan keduanya, Arga, playboy mantre. Perayu ulung untuk memorotin uang wanita. Untungnya Bagas sigap, memutus uang bulanan Ima dan membuat Ima tidak bisa memberikan uang lagi ke Arga. Hasilnya Ima di campakkan.
Mantan ketiganya, Lingga, bocah kecil perayu ulung untuk kepuasan ranjang. 'Iblis kecil' julukan Bagas. Gertakan kecil dari Bagas bisa membuatnya hilang tanpa kabar.
Mantan ke empatnya, Ganendra. Lelaki baik awalnya, namun bisa termakan bujukan rayuan wanita lain, bukan lain sih, sahabat Ima sendiri. Cinta segitiga yang Bagas tidak usah ikut campur, selesai sendiri.
Mantan terakhir yang tidak diketahui oleh Bagas. Bimo, pacar terlama dalam hidup Ima. Satya dan Ima bukan pacaran, jadi tidak dihitung yang terlama. Putus karena Di jodohkan oleh orang tua nya.
"Tidak ada yang lebih nyaman dari semalam" Ima menjawab dengan wajah berseri-seri
"Akhirnya bisa melepaskan satu-satu hal yang menyakitkan"
"Benar kata kamu, untuk apa memegang duri seumur hidup. Lebih baik lepaskan"
"Bukan aku yang kehilangan orang yang ku cintai. Tapi mereka yang kehilangan orang yang mencintai mereka dengan tulus"
"Sayangku sudah besar, makin cinta" Satya merangkul pundak Ima dan mencium kening Ima
Ima sudah tidak risih akan tingkah Satya, hatinya yang sudah melepas semua patah-patah hati yang lalu, dan bisa menerima hati yang baru lagi. Satya.
*
__ADS_1
Tidak jauh dari mereka juga ada rombongan teman-teman rekan kerjanya Ima. Dara, Tara, Bondan, Ratih, Mia, Dilla, Karin dan Agus. Mereka berolahraga bukan untuk mendapatkan badan sehat, tapi jiwa kepo mereka akan hubungan Ima.
Ima seperti artis dadakan kemarin. Menghadiri acara pernikahan mantan yang rupanya Istrinya adalah saudara jauh Ima. Ditambah lagi dengan kehadiran lelaki matang yang penampilannya begitu menarik perhatian. Dikenalkan Dara sebagai 'Mantan yang minta balikan'
"Jadi ke nikahan mantan ketemu mantan lain, terus si mantan minta balikan" Bondan membuat kesimpulan
"Kalau mantannya model begini, aku jadi Ima pasti mau balikan lagi lah" Mia ikut nimbrung
"Tapi emang gak kapok apa sama mantan, nanti putus karena hal yang sama gimana?" Karin bertanya
"Dara, lo tahu alasan mereka putus?" Dilla mulai kepo
"Kagak tahu... " nafas Dara sudah mulai satu-satu
"Gw nyerah" Tubuhnya dihempaskan di trek joging
"Tara bantuin Dara, aku masih kepo sama Ima ~~~~" Ratih tetap fokus berlari kecil mengikuti langkah-langkah kaki Ima dan Satya
Ditepiskan tangan Tara yang berusaha menyentuh tubuhnya
'Apaan sih nih orang modus aja, pegang-pegang'
Jeritan Dara terdengar di telinga Ima, dengan sigap dibalikan kepalanya dan tubuhnya mencari sosok Dara. Reflek Satya mengikuti semua gerakan tubuh Ima
"Kenapa sayang?"
Ima berjalan ke arah Dara melewati gerombolan teman-temannya.
"Kenapa lo Ra" Di pegang pundak Dara, membantunya berdiri
"Cape Ma" Wajahnya sudah memerah dengan nafas yang tersengal-sengal
"Ya sudah berhenti aja larinya. Istirahat
makan yuk disana. Ada soto enak"
"Ayok" wajah Dara langsung berubah sumringah, menarik lengan Ima bersemangat
__ADS_1
"Sebelah mana warungnya Ma?"
*
Sarapan pagi dengan Soto khas Solo setelah lari pagi begitu nikmat, dan menambah nikmat semuanya di bayarin alias gratis. Nikmatnya bertambah-tambah
Percakapan mengalir apa adanya, tanpa rasa canggung. Walau Awalnya Satya begitu tidak suka akan kehadiran teman laki-laki Ima. Rasa posesifnya mulai muncul semua yang berhubungan dengan Ima.
Tak kenal maka tak sayang. peribahasa ini cocok untuk keadaan saat ini. Satya mulai santai menjawab semua pertanyaan teman-teman Ima. Menjawab dengan kenyataan yang ada tanpa kebohongan atau dilebih-lebihkan.
Tidak hanya para perempuan yang begitu penasaran, para pria pun sama.
"Memangnya tidak takut, putus karena
hal yang sama terulang?" Bondan masih saja penasaran. Pertanyaannya berhubungan dengan dirinya saat ini yang galau mau balikan dengan mantan pacarnya.
"Tidak"
"Kenapa tidak?"
"Saya tidak mau jatuh di lubang yang sama, kebetulan saya bukan keledai"
Bondan kehilangan kata-katanya, jawaban Satya tidak memuaskannya. Hanya membuatnya bungkam.
Ratih begitu bahagia untuk Ima, jalan percintaannya tidak sebaik Ima setelah di tinggal menikah oleh mantan. Memang sama-sama di tinggal menikah tapi sampai saat ini belum menemukan penggantinya.
❤️Minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
__ADS_1
Bersambung 😉