Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Epilog


__ADS_3


Sinar matahari pagi masuk lewat celah jendela kamar, mengusik tidur Ima yang kurang jam tidur. Matanya masih berat untuk di buka, hanya mampu memindahkan tubuhnya ke arah sebaliknya. Berguling ke kasur yang lebih luas. Diraba-raba oleh nya kasur di depannya. Masih terasa hangat seperti ada yang menempatkan tadi. Rabaan tangannya berubah kasar mencari-cari sosok yang membuatnya kurang tidur.


"Nyari siapa sayang?" Kecupan ringan tepat di kening Ima dengan sensai dingin


"Hemmm" Suara serak khas bangun tidur


"Kalau masih ngantuk, lanjut tidur lagi sayangku" usapan lembut dikepala Ima


"Aku yang buat sarapan dan antar Mila sekolah trus lanjut ke kantor"


"I love u sayang" Kecupan ringan di bibir Ima yang masih terpejam


Ima kembali ke alam mimpi


*


Setahun setelah acara pernikahan Bimo, Eyang putri benar-benar mewujudkan ucapannya. Pernikahan Ima dan Satya di gelar mewah dan meriah di salah satu hotel berbintang kota Solo. Diundangnya seluruh sanak saudaranya. Eyang begitu bahagia luar biasa karena akhirnya bisa menikahkan cucu bungsunya seperti keinginan terakhir anak perempuan pertamanya, Astuti.


Bahkan orang tua Satya mengadakan 'unduh mantu' juga dengan mewah dan meriah di hotel berbintang kota Bogor. Keinginan pertamanya dahulu akhirnya tercapai. Menjodohkan Satya dan Ima dalam pernikahan.


Satya bahkan mengundang semua mantan Ima juga mantannya untuk hadir


"Kita bikin barisan para mantan yang mengucapkan selamat buat kita sayang"


Mila begitu senang mendapat sosok seorang mama


14 tahun perjuangan panjang Satya dan Ima akhirnya sampai ke titik finis, pernikahan.


'Jodoh tidak akan lari kemana'


Dan awal kehidupan baru untuk mereka sudah menyongsong.


*


Satya sebenarnya menginginkan segera melakukan pernikahannya, namun di tolak Ima dan Eyang putri.


Ima menolak karena harus menyelesaikan kontrak mengajarnya sampai kenaikan kelas. Ima merasa kalau menikah dan harus pindah ke rumah Satya di Bogor, akan menyulitkannya karena Ima bekerja di Bekasi. Sedangkan Satya tidak mau LDRan


"Mati berdiri aku cape di jalan, Bogor-Bekasi Bekasi-Bogor setiap hari"


Eyang putri menentang karena menurut adat Jawa ada kepercayaan bahwa tidak boleh ada kakak beradik yang menikah dalam tahun sama. Salah satunya pun harus mengalah untuk menikah dengan pasangannya di tahun berikutnya.


"Karena tahun ini sudah Ningsih yang menikah, tahun depan baru boleh kalian menikah. Sabar ya Nak Satya"


Ima bisa bernafas lega setelah mendapatkan wejangan dari Eyang putri. Satya hanya bisa menuruti.


*


Selepas kenaikan kelas, Ima resign. Selain karena akan menikah dan pindah kota. Satya begitu posesif terhadap Ima. Entah kenapa tidak suka Ima melakukan kontak fisik dengan selain dirinya.

__ADS_1


Dara yang notabene adalah seorang perempuan pun tidak luput.


Setelah pernikahan, Satya mengajak Ima berbulan madu ke tempat yang Ima selalu inginkan. Papua, mendaki gunung tertinggi dengan puncak es abadi.


"Ke korea saja sayang kalau mau lihat salju, atau jepang... kalau mau jauh ke eropa juga boleh"


"Es abadi ini mas, biar abadi cinta kita" Rayuan Ima berhasil meluluhkan ketidak setujuan Satya


Padahal memang Ima hanya ingin naik gunung dengan pasangan ke Papua.


Sayang pendakian itu gagal sampai puncak karena cuaca yang tidak mendukung. Dan akhirnya pindah ke Jepang untuk berbulan madu kembali.


Bulan madu yang begitu berkesan untuk Satya, namun tidak dengan Ima.


"Bulan madu apaan dikamar doang"


"Pas di Papua juga gitu, cuma dikamar, gara-gara kelamaan dikamar cuacanya jadi badai kan"


"Pindah jauh-jauh ke Jepang cuma dikurung dikamar juga"


Satya hanya bisa tertawa terbahak-bahak


mendengarnya


"Lain kali kalau jalan-jalan mending bawa Mila aja, biar mas gak hobby nya di kamar melulu"


*


Azri yang pasif dalam berhubungan begitu klop dengan Dara yang supel memjurus ceplas-ceplos.


Walau awal hubungan mereka, Dara merasa di tolak Azri karena begitu pasif dan pendiam. Namun karena bantuan Satya dan Ima mereka bisa saling mengerti dan memahami.


*


hoek


hoek


hoek


Ima memuntahkan sarapan paginya yang baru beberapa menit masuk kedalam perutnya. Kepalanya pusing dan seperti melihat bintang yang berputar-putar disekitarnya.


Mbah Sari membantu membopong Ima ke dalam kamarnya. Memijat lembut pundak dan leher Ima


"Nya, kapan terakhir datang bulan?"


"Saya datang bulan selalu tepat mbah, bulan kemarin flek. Bulan ini belum datang juga"


"Nyonya mau coba pakai testpack? nanti mbah beliin"


Ima menimbang-nimbang, antara membeli testpack atau ke dokter langsung.

__ADS_1


"Boleh deh pakai testpack dulu" Ima merebahkan tubuhnya yang terasa lemas


*


Dengan senyum merekah di wajahnya Ima memegang testpack dengan dua garis merah


Sudah enam bulan usia pernikahan Ima dan Satya


Akhirnya Ima diberikan kepercayaan juga di dalam rahimnya


Di elusnya dengan lembut perutnya


*


"Mau kemana sih sayang malam-malam jalan kaki berduaan?" Ima mengajak Satya pergi berjalan kaki. Tujuannya Dokter kandungan yang praktek di rumah dekat kediamannya


Dikerutkan kening Satya melihat papan nama Dokter kandungan


"Sayang" Ditarik genggaman tangan mereka agar Ima berhenti berjalan dan memandang wajah Satya


Ima tersenyum malu-malu


" Ceritanya mau surprise, makanya aku ajak yang deket rumah dulu biar kamu gak nyangka"


"Aku lupa ada papan namanya" Ima cengengesan


Dikeluarkan kotak kecil berpita seperti kado. Satya membukanya dan terharu. Wajahnya memerah. Satya kehilangan kata-katanya. Di pelukannya tubuh Ima dengan erat. Ia begitu sangat bahagia


"Kita lihat baby nya dulu yuk, mumpung sudah disini"


"Iya, besok kita ke Rumah sakit"




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️



Karya pertama saya akhirnya selesai. Terima kasih banyak yang sudah mau membaca dan memberika like dan vote.



Maaf bila masih banyak typo


__ADS_1


Semoga keberkahan tercurah untuk kita semuanya 😇🙏


__ADS_2