
Ima sudah berdiri di depan tangga lebih dari 5 menit masih melihat Dara yang memanggil dan mengetuk-ngetuk pintu kamar kosannya. Teman-teman kosan awalnya bingung dengan tingkah Dara yang mengetuk pintu Ima tapi tidak sadar Imannya ada diluar sedang memperhatikannya. Tapi setelah Ima memberi isyarat untuk membiarkan, teman kosan lainnya malah cekikikan bersama.
'Ini burung Dara matanya rabun atau emang bocahnya yang tidak peduli sekitar'
Dara akhirnya menyerah memanggil dan mengetuk2 pintu kamar Ima. Ia berniat untuk turun ke dapur membuat mie
"Allahuakbar" Dara menjerit kencang hingga melempar kantung plastiknya
"hahahaha" teman-teman kosan yang melihat tertawa melihat reaksi Dara yang akhirnya sadar ada Ima diluar
"Imaaaa" Dara menghambur hendak memeluk Ima
Ima menggelengkan kepalanya cepat dan memberikan telapak tangannya didepan badannya menolak pelukan Dara
"Akh..!!! telur aku" Dara tidak jadi memeluk Ima setelah ingat melempar kantung plastiknya
"Imaaaa" Dara merengek dengan suara kecil melihat kantong plastik yang berisi mie dan telur yang sudah pecah
" Bersihin dulu itu. Nanti tak kasih makan ya" Ima mengelus kepala Dara yang masih jongkok dilantai saat melewatinya
"Aku mandi dulu"
"Kalau sudah dibersihkan masuk aja nanti ke kamar"
"Imaaaa" Dara terharu mendengar pernyataan Ima
*
*
Dara makan dengan lahap, entah doyan, entah lapar. Ima melihatnya dengan menggelengkan kepalanya
'Kasian amet ini burung dara kok bisa-bisanya kelaparan?'
"Jangan pelit-pelit amet kenapa Ra, sama badan itu"
"Makan itu kan juga buat tenaga. Biar bisa melakukan apapun."
"Irit boleh tapi jangan sampai gak dikasih makan yang bergizi badannya"
__ADS_1
"Makan kok mie terus" Ima dalam mode emak-emak
Dara tetap fokus dengan makanannya hanya menganggukkan kepalanya
"Lo tuh kurang gizi makanya lemot ma bego" Ima kesal
Dara kembali hanya menganggukkan kepalanya
"Auah.. mendingan tidur" Ima menidurkan tubuhnya di kasur miliknya
"Bentar Ma" Dara berbicara dengan mulut penuh makanan
"Makanan enak gratis itu paling terbaik"
"Jadi harus fokus gw"
"Ya sana makanlah yang puas. Gw mau tidur dulu cape"
"Ntar dulu!!!"
"Cerita dulu semalam siapanya Lo itu"
"Tutup pintunya kalau udah" Ima menyelimuti tubuhnya dan memejamkan matanya
*
"Ma...Ima..." Dara menggoyang-goyangkan badan Ima agar bangun dari tidurnya
Ima yang merasa terganggu menggerakkan badannya dan membuka matanya perlahan
"Apaan sih Ra"
"Ganggu orang tidur aja sih!!" Ima berteriak dengan suara seraknya
"Iya maaf, tapi ini mau magrib. Jangan tidur pas magrib"
"Hah" Ima terkejut dan langsung duduk. Kepalanya pusing mendadak karena langsung bangun.
"Dari tadi telpon Lo bunyi melulu itu"
"Lo ditinggal kawin ma Bimo gak jadi selingkuhan orang kan Ma"
__ADS_1
Ima memukul mulut Dara gemas
"Mulut ya, kalau ngomong gak di filter dulu"
"Makanya jangan pelit ma badan sendiri, makan yang bergizi biar otaknya pinter gak bego kayak sekarang" Ima mengecek Handphone miliknya. Terdapat beberapa telepon masuk dan pesan dari Satya.
Dara merajuk dan memajukan bibirnya
"Lo kan tahu Ma kenapa gw irit, cicilan hutang keluarga gw banyak"
"Tapi bukan berarti pelit ma badan, makan mie terus!!!"
"Walaupun gw pernah di selingkuhan dan ditikung tapi gw anti nikung dan jadi selingkuhan orang"
"Satya itu DUDA anak satu"
"Doi mantan gw"
"Allahuakbar" Dara terkejut berdiri memegang kedua pipinya
"Lebay..."
"Hehehe"
"Jadi balikan ma mantan nih... emang gak kapok pernah putus? kalau putus karena hal yang sama gimana?" Dara tiduran dikasur disamping Ima mencoba mengintip handphone Ima yang sedang di gunakannya
"Putus karena hal yang sama itu gak tahu juga ya... lagian gw ma doi gak pacaran dulu tuh"
❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
Bersambung 😉
__ADS_1