
"Gak keberatan kan saya lihat-lihat handphone kamu Ma" Satya dengan senyuman yang menggoda
'Astaga, kenapa jadi merasa habis selingkuh sih' Ima dengan pasrah menganggukkan kepalanya
Pelayan datang dengan membawa pesanan makanan dan minuman. Ima membantu Mila dengan makanan dan minumannya. Satya melihat tersenyum senang sambil tetap fokus ke handphone milik Ima.
Entah karena trauma dengan mantan istrinya, Satya terkadang begitu posesif kepada teman-teman wanita yang dekat dengannya. Terlebih sekarang dengan Ima, calon istrinya.
Sebenarnya tanpa sepengetahuan Ima, karena Ima jarang datang ke acara pertemuan keluarga. Ima akan kembali di jodohkan dengan Satya. Beberapa sesepuh keluarga termasuk Ibundanya menginginkan perjodohan itu kembali terajut mengingat Ima yang belum menikah di usianya yang sudah dua puluh lima tahun. Kakak kandung Ima, Bagas pun sudah setuju selaku wali nikah Ima. Hanya tinggal Ima yang belum tahu, dan akan diberitahukan saat acara lamaran bulan depan.
Satya sudah mulai mencari tahu apapun tentang Ima, tentu saja dari Bagas calon kakak iparnya kelak.
"Ima jomblo belum punya pacar, sibuk cari duit tapi tidak tampak wujud duitnya.... hahahaha..." Canda Bagas kala ditanya soal Ima
Satya sudah bertekat bulat untuk meminang Ima, terlebih hari ini Mila begitu cepat dekat dengan Ima. Hari ini seperti takdir yang menguatkan niat Satya kepada Ima, dimulai dari pertemuan tidak terduga dan kedekatan Mila dan Ima
Tiba-tiba telepon genggam Ima berbunyi, Satya melihat nama pemanggil
"Siapa Burung Dara Ma?" Satya menyodorkan handphone miliknya tanpa niat mengembalikan
"Itu teman yang tadi bareng kesininya" Ima hendak menjawab panggilan dari Dara tapi Satya sudah lebih dulu menggangkatnya
"Ima dimana Lo duduk?"
"Gw di depan Solaria nih"
Setelah mendengarkan suara perempuan, Satya memberikan handphone kembali ke Ima
"Iya Ra"
"Dimana elo? gw didepan ini"
"Bentar gw ke depan" Ima mematikan sambungan telepon dan hendak berdiri keluar
__ADS_1
"Mama mau kemana?" Mila memegang tangan Ima posesif
"Sebentar aja, ada teman Ibu... kasian"
"Mama ikut" Mila ikut berdiri mengikuti Ima pergi
"Jangan lama-lama Ma" Satya menggenggam lengan Ima sebelum Ima pergi
Ima hanya menggukkan kepalanya
'Berasa mau pergi perang, posesif amet'
Dara berdiri dengan gelisah didepan pintu masuk restoran. Kepalanya ditengokkan ke kanan dan ke kiri
"Imaaaaaaa" Dara berhambur memeluk Ima
"Takut gw sendirian, jangan ditinggal lagi donk"
"Mama, temannya cengeng ya"
"hihihi" ejek Mila
Dara terkejut dan melepaskan pelukan. Menatap horor kepada Ima dan bocah yang digandengnya
"Mama?"
"Kapan lahirinnya Ma?"
"Kok Lo dah punya anak, Gw gak tahu?"
Ima memutar bola matanya malas. Di putar tubuhnya kembali masuk kedalam Restoran dengan menggandeng tangan Mila yang masih cekikikan.
"Ma.. tunggu...ikut...." Dara mengejar Ima
Dara terkejut bukan main melihat lelaki tampan dengan senyum menawan di hadapannya. Mode centilnya keluar
__ADS_1
"Hallo~ mas ganteng saya Dara~" Diulurkan tangannya ke Satya
"Hallo, saya Satya" Satya menjabat tangannya dan dengan segera melepaskannya
"Mau ikut makan?"
"Mau banget~~~" Dikedipkan kedua mata Dara
Ima melihat tingkah Dara hanya bisa menggelengkan kepalanya
'Cacingan nih burung dara'
Satya beranjak memesan dan membayar pesanan makanan dan minuman Dara
"Mas pesen makanan dulu buat teman kamu ya Ma" Satya pamit tidak lupa dengan ringan tangannya, mengelus kepala Ima
Ima hanya menggukkan kepalanya karena sedang mengunyah makanan. Dara tersedak liurnya sendiri melihat adegan Uwu-uwu pasangan yang entah pasangan atau bukan
"uhuk....uhuk..."
"Batuk...? di komik aja" ledek Ima
❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
Bersambung 😉
__ADS_1