
"Oke semuanya siap..... " Teriak Bondan sebagai komando
"Siap ..." jawaban kompak dari teman-teman rekan kerjanya yang berbaris rapih dengan membawa peralatan rumah tangga yang sudah dihias dengan pita-pita
"Tarik mang.... " Bondan memberi aba-aba pada bagian sound sistem untuk menyalakan lagu
Salah seorang fotografer membantu merekam dengan kamera nya dan beberapa kru WO merekam dengan kamera Handphone milik Bondan dan teman-teman
Bondan memimpin di depan berjalan sambil berjoget sesuai irama musik yang sedang hits. Dibelakangnya berbaris, Ratih, Karin, Ima, Dara, Tara, Dilla, Mia, Agus dan beberapa teman-teman rekan kerja. Mengikuti berjalan sambil berjoget menuju panggung pelaminan. Masing-masing orang sudah membawa satu peralatan rumah tangga yang sudah di hias dengan pita-pita
Tingkah mereka menarik semua perhatian tamu yang datang, beberapa terkejut dan membuat sorak Sorai bersautan.
'Demi konten' Bondan masih asyik berjalan sambil berjoget
Wajah terkejut diperlihatkan pengantin di atas panggung pelaminan yang sedang duduk setelah sibuk berfoto-foto. Bahkan Bimo menunjukkan wajah tegangnya saat menangkap sosok Ima diantara barisan teman-teman nya.
'Dek, kamu kok malah kelihatan bahagia' Tatapan Bimo berubah sendu
Bondan akhirnya sampai ke atas panggung pelaminan, beberapa perempuan agak kesulitan menaiki panggung karena pakaian yang dikenakannya.
Bondan memeluk Bimo dan menepuk-nepuk pundak Bimo
"Selamat Bro"
"Selamat men" Tara menepuk pundak Bimo
"Belah duren" Agus tertawa terbahak-bahak
"WOY lihat kamera semuanya" Teriak fotografer
Mereka berjejer rapi mencari posisi masing-masing tanpa di perintah. Mencari pose sesempurna mungkin dan senyum di wajah yang semenarik mungkin.
Ratih begitu posesif terhadap Ima, sebisa mungkin menjauhkan posisi Ima dari Bimo. Mia pun ikut membantu
"Ok semuanya... lihat kamera..." Teriak fotografer kembali
Beberapa flash tercipta saat mencari pose dan angle terbaik
"Ok Terima kasih semua nya" dengan mengangkat tangan dengan menunjukkan ibu jari keatas
"Belum-belum, ayo Bimo turun ma yang laki-laki" Bondan memerintah dengan menarik lengan Bimo dan Tara turun dari panggung pelaminan
"Mau ngapain?"
"Konten lain lagi donk" Bondan menjawab kebingungan Bimo
Para pria turun panggung dan membuat lingkaran di bawah panggung mengelilingi pembelai pria
"Tarik mang" Bondan kembali berkomando
__ADS_1
Sementara para pria membuat konten, para wanita menyalami pembelai wanita. Ningsih yang tidak mengetahui tentang Ima, mengucapkan terima kasih dengan wajah yang sama kepada semua teman-teman Bimo.
Ratih tetap posesif terhadap Ima, apalagi saat bersalaman dengan Ningsih. Setelah selesai mereka langsung turun dan kembali ke bangkunya masing-masing. Ratih tetap memegang tangan Ima begitu juga Mia.
Ima hanya tersenyum senang menerima perlakuan dari Ratih dan teman-teman.
'Aku tidak sendirian, masih ada teman-teman yang peduli'
Dara menyerahkan segelas minuman dingin ke Ima setelah duduk. Karin memberikan kue cemilan. Dilla memberikan tissu
"Buat lap keringat" Dilla mengelap keringatnya sendiri dengan gerakan perlahan, takut makeup nya luntur dan berantakan
Ratih masih saja mengusap-usap punggung Ima. Mencoba memberikan kekuatan dan semangat kepada Ima
"Terima kasih banyak semuanya" Ima membuat tanda hati dengan ibu jari dan telunjuknya
"Saranghaeyo"
"hehehe" kompak teman-teman terkekeh
*
"Dayu itu bukannya Ima?"
"Iya, Ibunda. Itu benar Ima"
"Katanya ada acara temannya nikah, ko malah disini?"
"Coba ajak kesini anaknya, biar dikenalkan ke saudara-saudara"
"Baik, Dayu pamit"
*
"Ima?" Satya menangkap sosok Ima di atas panggung pelaminan saat beberapa teman-teman pembelai heboh memberikan hadiah
"Le, itu Ima toh?"
"Iya, Ibunda"
"Ada disini toh Le?"
"Kelihatannya temannya suaminya Ningsih Ibunda"
"Ajak kesini, biar dikenalkan calonnya kamu sama saudara-saudara"
"Iya, Satya kesana dulu ya Bun"
*
"Ima" Satya menghampiri Ima
__ADS_1
"Mas Satya" Ima terkejut sampai membelalakan matanya
"Kok bisa ada disini sayang" Satya mengelus puncak kepala Ima
Para wanita terkejut dengan kehadiran Satya, ditambah dengan sebutan 'Sayang' dan belaian kasih di kepala Ima
"Kan aku sudah bilang, undangan acara pernikahan teman disini" Ima menangkap tangan Satya untuk menghentikan kegiatannya, namun malah di genggam tangannya oleh Satya.
Para wanita mengikuti gerakan tangan Ima hingga mereka saling menggenggam tangan
'Wah...Ima... Pantesan tidak ada sedih-sedih nya, sudah ada pengganti yang lebih toh' Ratih melihat dengan takjub penampilan Satya terlebih jam tangan yang digunakannya
"Ima"
"Bulik Dayu" Ima berdiri melepas genggaman tangan Satya dan menggeser tubuh Satya. Menyalami Buliknya
"Ndok, disini toh teman kamu yang nikah itu"
"Tahu begini, tadi berangkat bareng"
"Eyang putri mu disana, ayok"
"Iya, sebentar Bulik Dayu. Ima pamit teman-teman dulu"
"Bulik pinjam Ima sebentar ya cah ayu-cah ayu. Dinikmati hidangannya"
"Sebentar ya ladies" Ima melambaikan tangannya bergegas mengikuti Buliknya
Satya pun mengikuti Ima
"Dara, kenal sama cowok yang barusan?~~~" Ratih mengintrogasi Dara yang dari tadi sibuk mengunyah
"Kenal"
"Siapanya Ima? mesra banget ya ~~~~"
"Mantan minta balikan"
"wah..." sautan kompak Ratih, Mia, Dilla dan Karin
❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
__ADS_1
Bersambung 😉