Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Bebas


__ADS_3


Satya menjalankan kembali mobilnya diantara kendaraan di jalan TOL


"Menangis lah yang puas Ima" Satya mematikan Ac mobil dan menurunkan kaca jendela


"Biarkan semua rasa sakit ikut meluap hilang seperti angin"


"Keluarkan semua rasa sesak dihati seperti airmata yang hilang tersapu"


"Tapi jangan teriak-teriak didalam mobil ya...nti dikira aku nyulik kamu"


Ima hanya bisa tersenyum mendengar semua ucapan Satya.


"Nanti kalau kamu mau teriak-teriak aku tahu tempat yang cocok"


"Saya tahu bagaimana perasaan kamu sekarang Ma"


"Maafin aku dulu ya Ma"


Ima hanya bisa menggukkan kepalanya dan kembali terisak menangis. Ima menangisi kisahnya dengan Bimo. Menangisi luka yang terpendam saat pertama kali patah. Menangisi kepergian Mamanya yang dulu sempat ia jadikan tempat pelampiasan kesedihan ditinggal menikah Satya.


Sebelum Mamanya meninggal dunia, Ima sempat melampiaskan kesedihannya ditinggal Satya menikah dengan menyalahkan Mamanya yang selalu memberikan doktrin bahwa hanya Satya jodohnya dan hanya Satya yang boleh Ima sukai.


Saat ini akhirnya luka dan sakit yang terpendam itu Ima coba keluarkan dari hatinya dengan menangis


Satya sesekali melirik Ima sambil menyetir mobilnya


"Mas minta maaf banget Ma"


"Mas tahu Ini bukan awal yang baik untuk memulai hubungan"


"Tapi biarkan ini sebagai awal kamu dan Mas melepaskan masa lalu"

__ADS_1


"Saat ini ayo kita sama-sama melepaskan masa lalu yang menyakitkan"


"Melepaskan genggaman pada apa yang membuat kita sakit karena masa lalu, bukan lari darinya"


Ima menggangguk-anggukkan kepalanya


*


*


Satya membawa mobilnya bukan kearah Bekasi kota tempat Ima tinggal ataupun bekerja.



Satya membawa Ima ke pantai muara beting masih di daerah Bekasi. Ima yang fokus untuk menangisi semua rasa sakit hatinya tidak mengetahui apapun yang terjadi.


Satya memarkirkan mobilnya dan saat mobil mulai berhenti Ima baru menyadari keadaan.


"Kamu gak mungkin bisa bekerja dengan wajah begitu Ma"


"Ini tempat yang cukup sepi buat kamu bisa berteriak-teriak" Satya keluar dari mobilnya dan memutar membuka pintu untuk Ima


"Kamu bisa berteriak-teriak disana" Satya menunjuk dengan kepalanya


"Kamu jangan takut, Saya akan tetap menemani kamu, walaupun dari jauh"


Ima Keluar dari mobil dan berjalan menuju pantai yang sedang dalam keadaan sepi. Satya berjalan dibelakang Ima beberapa langkah. Satya ingin memberikan ruang untuk Ima, namun tetap menemani nya.


Ima hanya terdiam melihat laut yang terhampar luas dengan sesekali segukan tangisnya. Satya yang berada beberapa langkah dari Ima, memandang Ima yang termenung dengan sisa tangisnya.


"Aaaaaaaaaa....." Satya berteriak lantang dan panjang


Ima terkejut mendengar teriakkan Satya

__ADS_1


"Aaaaaaaaaa...."


"Aaaaaaaaaa..."


"Aaaaaaaaaa..." Satya beberapa kali berteriak lantang, wajahnya memerah setelah berteriak


Ima kembali menangis melihat Satya, Ia berjongkok di antara pasir pantai.


"Aaaaaagh..."


"Aaaaaagh..."


"Aaaaaagh..." Ima berteriak dengan suara seraknya dengan susah payah. Dan kembali tangisnya pecah, kali ini lebih kencang dari pada tadi didalam mobil. Ima melepaskan semua rasa sakitnya yang dari dulu selalu ia pendam, ia hindari, ia lupakan.


Ima mencoba melepaskan masa lalu yang menyakitkan miliknya. Melepaskan beberapa lelaki yang meninggalkan luka. Melepaskan rasa sesal akan mama dan papanya. Melepaskan rasa tidak berharga untuk dirinya.


*


Satya hanya bisa mendengar ratapan tangisan Ima. Ia hanya bisa memandang laut. Didalam hati kecilnya ada perasaan bersalah kepada Ima. Bersalah karena ialah lelaki pertama yang menorehkan luka.




❤️Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️



Bersambung 😉

__ADS_1


__ADS_2