Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
berjalan saja


__ADS_3


"Satya itu mantan tunangan gw"


"Batal karena doi tergila-gila ma bidadari super model" Ima memperlihatkan sebuah foto di Handphone miliknya yang terdapat foto super model


Dara mengerutkan keningnya


"Gak kenal gw ini siapa? Model gak terkenal kali?"


"Hahahaha"


"Tanya aja Mbah Gugel aja klo gak percaya nih orang super model" Ima menyodorkan handphone miliknya yang sudah terpampang aplikasi Mbah Gugel dengan sebuah nama


Dara yang penasaran melihat-lihat jejeran foto dan artikel terkait


"wizs, beneran super model tapi di Aussie ya doi"


"Saingannya terlalu good looking sekali, pantas kalah... hihihi" Dara mengembalikan handphone Ima


"Ya begitulah"


"Suara Lo kenapa? kemarin gak begitu?"


"Hayo semalam gak pulang, begitu pulang suaranya..." Dara menaik turunkan alisnya


"Otak lo harusnya pintar yang lain bukan ngeres"


Dara menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah


"Trus setelah doi bubar ma si super model minta balik gitu ma Lo, dan Lo terima?"

__ADS_1


Ima mengangkat bahu


"Ya jalani aja dulu"


Ima tidak bisa menceritakan apa yang terjadi tadi pagi. Ima masih belum bisa bercerita kepada siapapun tentang kepura-puraan dirinya bahwa ia baik-baik saja.


'Biarlah aku sendiri melepaskan masa laluku yang memendam rasa sakit tanpa harus orang lain tahu'


*


Ima sibuk membalas pesan dari Satya


[maaf mas, aku baru bangun tadi ketiduran asyik banget]


[baguslah kamu bisa tidur nyenyak. Nanti malam mau makan apa? aku pesen online dari sini]


[ Baik amet sih, aku gak nolak kok. Malah kalau boleh dua porsi ya😁]


[oke kalau begitu. Rumah sama serifikat atas nama saya tambah mobil ]


[ Boleh itu, tapi nunggu SAH dulu ya. Buat mahar kamu]


Ima memutar bola matanya jengah


*


"Ma, Senin kan dah liburan kita duluan. Boleh anterin Gw pulang ke Depok gak?" Minggu pagi Dara sudah rapi duduk di kamar Ima


"Emang gak absen?"


"Lewat WAG Ma, tolong anterin Gw ya Ma" Dara memohon

__ADS_1


"Ngapain sih Lo pulang, paling disana jadi pembantu rapihin rumah disuruh-suruh ma emak tiri Lo tuh" Ima tahu keadaan rumah Dara.


Dara anak tunggal, Ibunya sudah meninggal saat usianya lima tahun dan Ayahnya menikah lagi dengan janda anak satu yang berbeda tiga tahun dari Dara. Bukannya menjadi Ibu pengganti yang baik, ibu tirinya malah hobby pinjam uang untuk gaya hidup sok model. Ayahnya diam saja karena merasa mampu. Ibunya lebih sayang terhadap anaknya sendiri dan acuh terhadap Dara. Ibu dan Adik tirinya dari Dara kecil sudah sering menyuruh-nyuruh Dara layaknya pesuruh. Dara setelah kuliah berani melawan kepada Ibu dan adiknya namun Ayahnya selalu membela mereka ketimbang Dara.


Dara keluar rumah setelah itu dan tidak mau kembali. Namun tiga tahun yang lalu Ayahnya terkena struk ringan dan tidak dapat bekerja, Ayahnya lumpuh. Akhirnya Dara yang harus bekerja keras untuk membayar cicilan hutang keluarga, Dara melakukan itu karena masih sayang dan hormat kepada Ayahnya. Untunglah Dara pintar, sebelum membayar cicilan hutang keluarga. Ia membuat surat perjanjian dengan ibu tirinya, bahwa Dara hanya membayarkan cicilan hutang di bank tapi tidak biaya hidup mereka.


Awalnya Ibu tirinya tidak setuju namun Dara mengatakan bahwa Dara tidak memiliki kewajiban kepada Ibu tiri yang sudah jahat dengannya dari kecil. Ayahnya yang mendengarnya hanya bisa menangis dan meminta maaf juga setuju dengan isi surat perjanjian itu.


"Kan lo sendiri yang bilang, mumpung masih punya orang tua... rawat mereka dengan ikhlas" Dara menjawab dengan senyum yang dipaksakan


"Walaupun dari kecil gw selalu disisihkan tapi Ayah kan tetap biayain sekolah gw mpe kuliah. Ya walaupun gak sebagus sekolah si Nadya ya.."


Ima mengelus-elus punggung Dara


"Senin aja kita pulang bareng ke Depok. Gw juga mau lihat kakak gw"


"Makasih banyak ya Ma" Dara memeluk Ima. Kali ini Ia tidak kesusahan memeluk Ima karena posisi mereka sedang duduk




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️



Bersambung 😉

__ADS_1


__ADS_2