Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Rasa lama yang tidak disadari


__ADS_3


Ima masih berusaha melepaskan pelukan mereka bertiga dengan mendorong sikutnya kearah Satya. Namun Satya diam bergeming


"Mila princess ayah bahagia sekali ya" Satya malah mendekatkan wajahnya kepada wajah Mila yang berada dileher Ima.


Satya memeluk Ima dari samping kanannya, membuat Ima ditengah Mila dan Satya.


"Hehehe" Mila malah makin menggesekkan kepalanya di leher Ima karena di usili ayahnya yang mendekatkan wajahnya.


Ima yang kegelian kembali kehilangan keseimbangan. Dan Satya menggeratkan pelukan mereka bertiga.


'Ampun....ini siksaan jomblo'


Mila dan Satya masih saja bercanda dengan memeluk Ima. Ima merasa tersiksa dengan adegan keluarga bahagia ini.


'Lagi syuting film keluarga bahagia'


'Jangan sampai istrinya mas Satya lihat dan terjadi drama keluarga dan pelakor'


Ima memutar bola matanya jengah dengan kelakuan ayah dan anak ini. Segala Kode gerakan sudah Ima berikan tapi Satya tetap kekeh dengan pelukannya


"Sudah....sudah...ayo main" Ima mencoba berbicara disela tawa Sendau gurau pasangan ayah dan anak


Tapi mereka masih saja bercanda. Ima yang tidak tahan di peluk dan dikelitiki secara bersamaan akhirnya menaikkan nada suaranya


"AYO MAIN" Ima berteriak ditelinga Satya


Satya melepas pelukan namun masih memegang pergelangan tangan Ima yang menggendong Mila


"hehehe...Ya sudah ayo main" Satya menuntun Ima


"Mila digendong ayah saja ya" rayu Ima yang risih dengan tangan Satya yang ada di punggungnya dan dilengannya


"Mila maunya sama Ibu" Mila malah makin erat memeluk leher Ima membuat Ima tersedak dan sulit bernafas


"Sayang jangan kencang-kencang meluknya, Ibu susah nafas itu"


"Uhuk...uhuk.." Ima menurunkan tubuh Mila perlahan

__ADS_1


Satya menepuk perlahan punggung Ima dan Mila memeluk kaki Ima


"Maaf Ibu"


"Maafin Mila Ibu"


"Mila janji jadi anak baiknya Ibu"


Ima membelai kepala Mila sambil menggukkan kepalanya


"Mau minum dulu Ma?" Tawar Satya memberikan botol minuman anak-anak


Ima menerimanya dan minum perlahan


"Terima kasih"


"Sudah baikan Ma" Satya menerima botol minuman sambil mengelus punggung Ima lembut


"Maafin Mila ya Ma"


"Ayah kok panggil Ibu mama?"


"Mila juga mau.... Mama" Mila membenamkan wajahnya ke perut Ima sambil menggelengkan kepalanya kekanan kekiri, mengusel-usel wajahnya


Satya tersenyum canggung, tetap mengelus punggung Ima lembut dan mengelus kepala Mila juga dengan lembut


'Drama apakah ini'



"Maaf ya Ma"



"Makasih banyak juga hari ini mau menemani kami"



Ima hanya menggukkan kepalanya.

__ADS_1



Saat ini mereka sedang menunggu Mila bermain salju. Ima meminta waktu istirahat karena tenggorokannya kering karena tertawa kegirangan. Ima semangat minum.



"Seperti yang kamu tahu, saya sudah Divorce" Satya tiba-tiba memberikan pernyataan yang hampir membuat Ima tersedak dan menyemburkan minumannya



"Mamynya Mila tidak pernah hadir dalam hidupnya. Mila selalu mencari sosok ibu pada setiap teman wanita saya" Satya memandang wajah Ima sendu



Ima bingung ditatap Satya, Ia hanya bisa kembali fokus kepada minumannya



"Saya seperti kena karma karena meninggalkan kamu untuk wanita lain"



"Padahal Ibunda sudah menjodohkan dengan wanita yang sempurna seperti kamu" Satya mengelus puncak kepala Ima dengan lembut



'Waduh, baper gw kalau begini' Ima kesulitan menelan minumannya



"Mamynya Mila enggan tahu bagaimana Mila tumbuh. Saat hamil pun Mamynya keberatan"



"Deasy bahkan tidak senang akan kehamilannya, katanya itu merusak tubuhnya"



❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍

__ADS_1


❤️ Terima kasih banyak ❤️


Bersambung 😉


__ADS_2