
Ima dan Dara sudah berdandan rapi menunggu mobil taxi online datang menjemput. Mereka akan ke salah satu Mall terbesar di Kota Depok, sebenarnya jaraknya dekat di seberang perumahannya. Namun Ima malas kalau berjalan kaki ataupun memakai motornya dan bertemu dengan security yang membuatnya bad mood. Ima sebenarnya memilih naik Ojol, tapi jika naik Ojol takutnya merusak dandanan Dara.
"Gw dah dandan cetar mau ketemu cowok Ma, rusak nanti kalau naik Ojol"
Satya sebenarnya sudah menawarkan menjemput, tapi Ima merasa kalau dijemput malah buang-buang waktu. Lebih baik bertemu langsung ditempat janjian. Nanti kalau mau pulang baru diantar.
tin
tin
klakson mobil taxi online terdengar. Ima dan Dara pamit kepada ART karena Bagas belum pulang dari bekerja, takut setelah Bagas pulang mencari mereka.
Setelah tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di lobby Mall. Jarak Mall dan perumahan sebenarnya berseberanganan, namun karena jarak tempat putar arah jauh memakan waktu yang lumayan untuk sampai.
"Dulu ini tanah kosong kan ya Ma,dah jadi Mall gede aja sekarang" Dara terpesona
"Iya" Ima sibuk dengan handphonenya menghubungi Satya untuk menanyakan keberadaan nya
"Tapi beneran ya Ma, makannya dibayarin"
"Iya, Dara. Dah jangan malu-malu in" Ima mengajak Dara ke lantai atas food court setelah dapat balasan pesan dari Satya.
*
Satya menunggu Ima di depan Lift, agar Ima tidak kesusahan mencari-cari dirinya.
Ting
Ima dan Dara keluar Lift. Dara memegang lengan tangan Ima, dan Ima sibuk melihat handphone miliknya. Satya menghampiri Ima dan mengelus puncak kepala Ima
"Sayang kalau jalan lihat depan"
Ima dan Dara sama-sama terkejut. Dara dengan refleks memukul pundak Satya
plak
"Ngagetin aja sih Mas Satya"
Satya malas melihat Dara, ia hanya menyentuh pundaknya seperti membersihkan debu. Dara memutar bola matanya malas
"Sakit Mas? biar kecil tenaga badak dia nih" ledek Ima
__ADS_1
Plak
"Apaan sih Ma" Dara keki
"Kan..." Ima malah cengengesan
Satya menggandeng tangan Ima
"Yuk kita jalan"
"cowok yang mau dikenalin mana mas?" Ima pasrah saat tangannya satu di genggam Satya dan tangan satunya di gelayut oleh Dara
"Ada, lagi nunggu disana." Satya menunjuk salah satu restoran Korea
"Kamu kok excited banget mau ketemu cowok lain?" Satya mulai cemburu
"Biar ceper lepas dari Dara, biar burung daranya cepat terbang tinggi" Ima meledek Dara yang masih ngambek tidak jelas
Wajah Satya kembali cerah
"yuk "
*
"Malam, saya Azri" mengulurkan tangannya berkenalan
Ima sudah menatar Dara sebelumnya agar Dara berbicara biasa saja jangan menggunakan nada centil yang biasa Ia lakukan bila bertemu lelaki ganteng. Juga Dara harus bersikap anggun tapi jangan norak. Dan yang paling penting jangan memukul pundak orang lain.
"Saya Ima" Ima ikutan berkenalan
"Calon saya ini" Satya menegaskan
Azri tersenyum simpul mendengar ucapan Satya, dan Ima hanya bisa tersenyum kecut.
Dara begitu terpesona melihat Azri yang good looking sekali, sampai lupa berkedip. Azri yang dipandangi hanya tersenyum canggung
"Jangan malu-malu in Ra" bisik Ima di telinga Dara
"Takut doi Lo lihatin mulu, kabur baru tahu"
Dara tersenyum malu-malu dan menundukkan wajahnya agar tidak terlalu melihat wajah Azri
'Ampun gw gak bisa lihat orang good looking dikit norak, jadi malu-maluin banget'
__ADS_1
"Maaf ya mas Azri kalau saya norak, maklum jarang lihat cowok cakep" Dara jujur dengan wajah malu-malu
Ima yang melihat dan mendengar tingkah Dara, menahan tawanya.
Awalnya makan malam terasa canggung namun mencair sedikit demi sedikit karena tingkah polah Dara yang apa adanya tidak bisa pura-pura anggun. Ima menimpali apapun yang diucapkan Dara awalnya karena pasifnya para pria. Dan akhirnya Azri mau berinteraksi bersama.
*
Satya mengantar Ima pulang dengan mobilnya dan Azri mengantar Dara dengan mobil Azri. Karena sudah malam, Azri tidak bisa mampir karena tidak enak bertamu malam-malam. Mau tidak mau Satya juga harus pulang karena tidak enak dengan Azri.
Dara dan Ima berdiri di depan pagar, melambaikan tangan mereka mengantar kepergian para lelaki.
"Azri ganteng banget Ma" Dara bergelayut di lengan Ima saat masuk ke
dalam rumah
"Ganteng itu masalah lain, Doi klop gak ma Lo Ra?"
Dara malu-malu
"Aku klop ma Azri, Ima"
"Bukan elo nya... Azri klop gak sama Lo?"
Dara memajukan bibirnya
"Gak tahu Ma" Dara lesu
"Sabar ya Ra, nunggu doi hubungi Lo lagi. Kalo doi gak hubungi Lo, kita cari yang lain lagi"
"Temen-temen mas Bagas" Hibur Ima
Dara hanya menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam kamar nya
❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
__ADS_1
Bersambung 😉