
Satya menggenggam tangan Ima dari belakang dan mendekatkan tubuhnya ke arah Ima
"Bulik kamu Sayang?"
"Iya Mas"
"Aku dikenalin ya sayang, sebagai calon suami kamu"
"Iya Mas" Ima dengan malas menjawab
Satya tersenyum senang mendengar jawaban Ima
'Akhirnya'
Ima mencoba melepaskan genggaman tangan mereka, Satya malah menguatkan genggaman nya
'Mulai posesif nya'
"Mau salim sama eyang putri Mas"
"Ima sayangnya eyang" Eyang putri masih duduk di bangkunya merentangkan tangannya meminta dipeluk
"Eyang putri sayang" Ima memeluk tubuh neneknya lalu mencium tangannya
"Ayo Salim sama semuanya ini" Eyang menunjuk satu persatu saudara yang berada di meja yang sama
Ima mencium tangan para saudara-saudara yang baru ia temui
"Cah Bagus ini siapa?" Eyang putri baru sadar ada orang dibelakang Ima
"Saya Satya Eyang putri" Satya mencium tangan Eyang
Eyang putri menunjukkan wajah bingung
"Calon suami Ima" Satya menjawab dengan sigap dan mengikuti Ima, memberi salam dengan mencium tangan saudara kerabat
__ADS_1
Wajah Eyang putri berubah terkejut dan memandang Dayu dengan penuh tanya
*
"Eyang putri baru tahu kamu sudah punya calon ndok" Eyang putri membelai rambut dan wajah Ima
"Jadi kapan mau cepat nyusul Ningsih?"
"Secepatnya Eyang, minta doa restunya" Satya yang menjawab
Eyang putri tersenyum senang mendengar jawaban dari Satya
"Kalau begitu kapan ketemu keluarga nya?"
"Sekarang juga bisa" Satya berdiri dari duduknya
'Apaan? sekarang?' Ima terkejut bukan main
"Saya pamit sebentar Eyang, orang tua saya ada disana" Satya menunjuk tempat kedua orang tua nya duduk
Eyang putri, Bulik Dayu dan Ima mengikuti arah yang ditunjukkan Satya. Ima menatap dengan tegang saat melihat kedua orang tua Satya
'Ini mau kondangan mantan, kenapa malah ketemu mantan calon mertua'
*
Selesai acar pernikahan Bimo, Ima meminta izin temen-temen tidak bisa ikut mereka karena harus mengikuti acara selanjutnya atas permintaan Eyang putri nya
"Maaf banget Nenek saya minta ditemani, kalau mau pulang duluan boleh ada mbok Yuni dirumah. Atau mau ke Mall main-main, silakan"
Teman-teman memilih pulang ke rumah neneknya Ima karena kelelahan dan berpamitan pulang lebih dahulu
*
Sementara Ima berpamitan kepada temen-temen nya. Eyang putri sudah bertemu dengan orang tua Satya dan berkenalan. Walaupun dahulu Ima dan Satya pernah bertunangan, tapi keluarga Satya belum pernah bertemu dengan Eyang putri. Karena Eyang putri merupakan keluarga dari Ibunya Ima, sedangkan Satya Keluarga dari Iparnya Ayahnya Ima.
" Astaga jeng Kayla, saya senang akhirnya bisa bertemu lagi. Dulu cuma denger cerita dari Astuti, Mamanya Ima" Eyang putri menepuk pundak Ibunda Satya
__ADS_1
"Iya, saya juga senang bertemu. Artinya kalau jodoh tidak akan kemana"
"Betul itu saya setuju"
Satya begitu senang melihat kedua orang tuanya bisa bercengkrama dengan baik dengan Eyang putri nya Ima
'Memang kalau jodoh tidak akan kemana' Satya senyum-senyum sendiri
Eyang putri akhirnya tahu bahwa kedua orang tuanya Satya merupakan rekan bisnis Ayahnya Ningsih. Dan Eyang putri mengenalkan dirinya yang merupakan kakak dari neneknya Ningsih dari pihak Ibu
"Asam di gunung, garam di laut bertemu dalam satu belanga. Ya ini Ima dan Satya" Eyang putri berbangga
Eyang putri begitu senang dan bahagia, Ima bertemu dengan jodohnya kembali. Dahulu iya sering mendengarkan curahan cerita dari putri pertamanya Astuti tentang Ima putri bungsunya. Betapa Astuti begitu terpukul dan ikut bersedih bahkan menyalahkan dirinya sendiri karena kegagalan menjodohkan Ima, bukan gagalnya tapi efek setelah gagal. Betapa tersiksa melihat putri bungsunya menjadi anak yang pendiam dan tertutup padahal aslinya anak periang dan ramah.
Eyang putri seperti merasa bisa menjalankan amanat yang Astuti putri sulungnya kehendaki.
*
Bimo terkejut melihat Ima yang duduk diantara keluarga Ningsih. Begitu juga Ayah dan Bundanya juga Sarah adik Bimo. Wajah tegang dan terkejut tidak bisa ditutupi oleh mereka saat mendengar bahwa Ima adalah cucu dari Eyang putri Anjani kakak dari neneknya Ningsih yang terkenal dengan kekayaannya. Bahkan sebenarnya sebagai besar dana pernikahan Ningsih di dapatkan dari sumbangan Eyang putri.
'Katanya anak yatim-piatu miskin, ini malah cucunya orang kaya' Bundanya Bimo melirik tajam seseorang yang duduk tegang di pojokan
'Dek, secepat itu kamu sudah mendapatkan penggantinya mas?' Bimo lemas mendengar penuturan Eyang putri yang memperkenalkan Satya sebagai calon suami Ima
'Akan mendapatkan ganti yang lebih baik, ternyata itu benar adanya' Sarah memandang Ima dengan sendu
❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
__ADS_1
Bersambung 😉