Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Bab II 15


__ADS_3


Renovasi lantai 3 akhirnya selesai setelah seminggu para pekerja berusaha keras membuatnya terasa ruang tinggal dengan 4 kamar beserta dapur mini. Dengan tema terbuka, ruang tamu ruang makan dan dapur membuat ruangan tidak sumpek dan sempit. Walaupun hanya di sekat dengan papan dan busa insulin tapi karena di cat dan di beri wallpaper tampilannya seperti dinding pada umumnya. Benar-benar berasa seperti apartemen.


Selama seminggu kebelakang itu juga Nina setiap malam belajar di ajari Bram bersama Kayla, karyawan baru yang membantu di administrasi. Tentu saja Bagas masih mengawasi, mengawasi Nina agar tidak di tikung Bram. Bagas was-was akan kemampuan Bram menjerat wanita, terlihat acuh padahal mempesona hingga akal sehat para wanita lumpuh dan akhirnya takluk kepada Bram.


'Playboy cap cicak' Makian Bagas untuk Bram yang kadangkala tanpa sadar membuat gebetannya berpaling ke Bram


Tambahan beban tanggung jawab juga harus Bagas tanggung. Bukan hanya pegawai percetakan tapi sekarang pegawai Coffee Shop. Padahal dulu ia hanya ingin hidup sederhana tanpa memikirkan tanggung jawab, makanya dia melepas Perusahaan kontruksi milik ayahanda kepada sepupunya sendiri, Aryadanu. Ia tidak suka akan tanggung jawab besar akan kesejahteraan banyak orang.


"Otak saya mumet kalau harus mikirin kesejahteraan orang banyak, biar Arya aja yang mimpin Perusahaan, saya percetakan aja" Ucapan Bagas saat rapat keluarga setelah kematian kedua orang tuanya


Selain itu alasan lainnya adalah agar tidak ada perpecahan dalam keluarga, Arya lebih kompeten dalam bisnis itu dibandingkan Bagas. Daripada keluarga berkubu-kubu dan saling menjatuhkan lebih baik ia mengalah, karena tahu diri. Dan terbukti setelah mundurnya Bagas yang memang pewaris asli namun tidak di dukung, perpecahan keluarga tidak terjadi.


'Mundur untuk mencegah kehancuran' tekat Bagas kala itu


Karena rasa tanggung jawab juga akhirnya Bagas meminta bantuan dari Karen untuk mencarikan pegawai yang cakap di keuangan namun mau bekerja di Coffee Shop. Semua untuk Nina. Bagas sudah membulatkan tekatnya untuk mengejar Nina terang-terangan, tentu saja untuk menuju SAH


'Harus sampai SAH, anggap Coffee Shop sebagai DP'


*


Minggu pagi itu Bagas ikut melihat hasil akhir dari renovasi lantai 3,


"Keren juga kerja lo Dre" Di tepuk bahu Andre, sepupu Bagas adik Aryadanu. Arsitek di perusahaan keluarga yang di pimpin Arya.


Ya, Bagas meminta langsung kepada Arya untuk merenovasi Coffee Shop. Walaupun awalnya Arya menolak


"Kita biasa di bidang konstruksi gedung dan jalan layang Gas"


"Lah kan Coffee Shop gw juga gedung Arya. Nanti kalau gw pake kontuktor lain malah jadi omongan orang loh."


"Punya perusahaan kontruksi tapi pakai perusahaan lain untuk renov bisnisnya. Jangan-jangan perusahaan gak kompeten!. Mau kayak gitu?"


"Ok ok, tapi gak bisa buru-buru"


"Kalau lelet nanti jadi omongan lagi loh... Seminggu kelar satu lantai di lantai 3. Gak lebar kok cuma 100m² doang. empat kamar tidur dan satu kamar mandi, dapur sama ruang santai sisanya"


"Gendeng kowe (Gi-la kamu) Bagas. 100m² empat kamar"


"Buat mess pegawai cewe doang"


"Ok fine... biar Andre yang ngerjain. Sono minggat (Sana minggat), okeh kerjaanku ( banyak kerjaan saya)"


dan senin renovasi lantai 2 yang akan diubah setengahnya menjadi private room dan sisanya sebagai gudang penyimpanan


"Besok senin selesai renov lantai 2 ya Dre. Bebas waktunya 2 minggu kelar"


"Bebas waktunya tapi 2 minggu kelar itu gimana ya Gas?"

__ADS_1


"Halah... seorang Andreas masak gak bisa"


"Kalau lo bukan salah satu pemegang saham mayoritas, sumpah gw lempar lo dari jendela itu" Andre menunjuk jendela besar di atas meja dapur


"hahahaha, I love u brother" Bagas malah menepuk-nepuk pundak Andre


*


*


Nina, Leni, Mina dan Tati merapihkan kamar tidur yang akan ditempati mereka mulai hari ini dan seterusnya. mina dan Tati yang merupakan teman satu kontrakan dengan Nina merasa begitu bersyukur diberikan tempat tinggal gratis. Benar-benar gratis tanpa membayar dengan uang, hanya cukup membantu kebersihan area Coffee Shop terutama kamar mandi ataupun toilet. Bagas mengizinkan kedua teman Nina tinggal semata-mata agar Nina kerasan tinggal di lantai 3, juga untuk menemani Nina. Semuanya dilakukan oleh Bagas hanya untuk Nina.


"Nin, aku bener-benar berterima kasih banyak sama kamu sama Boss kamu juga. Tempat tinggal gratis di Jakarta itu cuma mimpi kosong tapi ini malah keyataan. Aku jadi bisa nabung banyak buat emak bapak dikampung" Mina memegang tangan Nina dengan lembut menyalurkan rasa terima kasih dengan tulus


Mina, Aminah adalah gadis berusia 20 Tahun berasal dari Magelang. Ia terpaksa mengadu nasib karena harus membantu ekonomi keluarga yang hanya buruh tani. Sama seperti keluarga Nina


"Iya Nin, aku juga banyak-banyak berterima kasih. Aku cuma bisa membalas dengan doa, biar di balas kebaikan kalian dengan yang lebih dari Gusti Allah. Aku bersyukur banget uang yang buat bayar kontrakan bisa buat bayar cicilan hutang di Rumah sakit" Tati memeluk tubuh Nina dari samping dengan mata yang berkaca-kaca.


Tati, Artati adalah gadis 23 Tahun asal kebumen. Mengadu nasib karena lilitan hutang dari Rumah sakit semenjak Ayahnya kecelakaan di sawah akibat traktor majikannya meledak konslet.


Mereka berkenalan di Terminal Bus. Saling berkenalan karena Mina hampir dilecehkan oleh salah satu oknum kernet Bus. Tati yang melihat membantu dan Nina ikut menolong dengan memanggil petugas keamanan Terminal. Mereka saat itu sama-sama membawa tas dan kerdus bekas mie. Berkenalan dan sepakat tinggal bersama karena biaya tempat tinggal yang mahal di daerah Ibu kota.


Sudah setahun ini mereka tinggal bersama membuat kedekatan mereka layaknya saudara sendiri, juga karena latar belakang yang sama. Anak Desa, Anak pertama, Anak buruh tani.


"Iya, nanti kita patungan beli hadiah untuk Mas Bagas bagaimana? Beliau baik banget sudah mau menolong karena memang mas Bagas orang baik"


"Iya yuk, ndang (cepetan) rapihin kamar. Bar kuwi (setelah itu) jalan"


"Memang mau belin apaan?" Mina bertanya


Keheningan menjeda, mereka pun bingung memberikan ide


"Diem-dieman aja? Lagi marahan yak?" Leni tiba-tiba datang dari bawah tangga dengan membawa tas di kedua tangannya


"Lagi mikir mau ngasih hadiah apa buat pak Boss" Mina menjawab


"Hadiah apaan? Memang Boss nya siapa?" Leni yang belum paham masih bertanya


"Mas Boss disini ini loh mba, kan sudah baik banget dikasih tempat tinggal gratis. Ya kasih hadiah terima kasih gitu" Mina lupa nama Bagas


"Iya juga ya... Mas Boss Bagas kan sudah baik dikasih tinggal gratis" Leni nyengir kuda


"Kalau bingung, jalan aja nti ke Mall pasti nanti ada yang nyangkut. Saya naruh barang dulu di kamar ya baru kita jalan. Jam 11 saya ada shif soalnya" Leni sudah menghilang ke dalam kamarnya


"Ok, hayuklah" Mina pun ikut masuk kamar


Nina dan Tati pun mengikuti langkah kedua teman mereka


*

__ADS_1


*


Akhirnya setelah satu jam mengelilingi Mall terdekat. Mereka menemukan hadiah yang pas untuk Bagas. Pas di kantong mereka, karena keuangan mereka yang minim. Sebuah kemeja kerja warna biru dongker, sesuai warna kesukaan Bagas. Itu pun boleh menebak karena terbiasa melihat Bagas yang sering memakai pakaian serba Biru gelap.


"Nanti ngasih ke mas Boss gimana?" Mina masih saja lupa nama Bagas


"Malam saja pas tutup kan Mas Bagas pasti ngontrol" Nina memberi ide


"Tapi kalau nanti pas saya belum pulang, nitip salam ya sama mas Boss Bagas. Shif malam soalnya hari ini, besok pagi baru pulang" Tati meminta tolong


"Semoga mas Boss suka ya" Mina berharap


"Iya, semoga suka. Melihat dari tulusnya kita memberi bukan dari harganya" Tati menimpali


"Tenang, mas Boss Bagas pasti suka sama hadiahnya. Kan yang ngasih nanti calon bu Boss" Leni menggoda Nina


"Siapa calon bu Boss?" Mina dan Tati koor


"Ini" Leni menunjuk Nina dengan gaya ala-ala


"Apaan sih Len" Nina mengibaskan tangannya di wajah Leni


"Ooo, cowo yang kamu ceritain itu mas Boss Bagas ya Nin" Tati ikut menggoda


"Ciyeeee" Mina ikutan


Wajah Nina sudah memerah merona malu


*


"Waduh sampai kasih hadiah sih" Bagas begitu senang saat menerima hadiah dari Nina. Tentu saja dengan teman-teman sesama penghuni lantai 3. Tapi Bagas hanya fokus hanya kepada Nina.


'Hadiah dari Nina, auto jadi baju fav gw' Bagas membuka bungkusan hadiah yang di berikan, sebuah kemeja panjang biru dongker


"Tanda terima kasih sudah diberitakan tempat tinggal gratis mas Boss" Mina menyela


Namun ucapan Mina tidak masuk ke telinga Bagas karena hanya ada kebahagiaan mendapatkan hadiah dari Nina


'Baju mood booster'


*


*


Jangan lupa like jempolnya 👍


Terima kasih banyak ❤️


Bersambung 😉

__ADS_1


__ADS_2