Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
perjalanan


__ADS_3


Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata, Agus mengendarai dengan hati-hati dan aman. Mereka semua sudah sepakat untuk santai selama di perjalanan tidak mengejar untuk cepat sampai. Akan berhenti istirahat setelah tiga jam perjalanan agar bisa memberikan kesempatan untuk yang membutuhkan ke toilet ataupun Agus untuk rehat sejenak melepas lelah menyetir.


Karena menggunakan mobil elf dan penumpang hanya ada 8 orang dengan 2 sopir, membuat mobil yang ditumpangi terasa lega dan luas. Bisa merebahkan badan bila mau.


Tara yang selalu mencoba mendekati Dara menjadi sasaran empuk ledekan rekan-rekan. Baru beberapa pekan ini Tara mulai mendekati Dara dengan gencar yang sebelumnya hanya samar-samar.


Tara mendekati Dara dengan gencar setelah Yuni tiba-tiba menyatakan perasaannya kepada Tara. Tara takut karena ulah Yuni, Dara akan lari darinya. Sebenarnya Tara sudah mendekati Dara beberapa bulan ini, tapi samar-samar dan secara halus. Takut Dara tidak mau dengannya.


Dara sebenarnya sudah paham dengan perasaan Tara, dan senang karena Tara mendekatinya dengan halus dan pelan-pelan tanpa paksaan. Tapi setelah melihat bagaimana perjalanan cinta Ima dan Bimo yang satu kantor, membuat Dara berpikir ulang untuk berpacaran dengan rekan kerja.


'Kalau jodoh beneran sampai nikah, senang banget gw. Tapi kalau gak jodoh terus putus, gimana nanti kerjanya. Canggung banget dan gw gak mungkin resign'


*


Ima sepanjang perjalanan tidak hentinya sibuk dengan handphonenya. Ratih yang duduk di barisan yang sama sampai kepo.


"Sibuk banget sama handphone Ma~"


Ima hanya tersenyum simpul tanpa menjawab karena masih sibuk membalas chat dari Mila ataupun Satya


Ratih pindah duduk disebelah Ima


"Kamu tidak sendirian Ima~~~"


"Ada kami teman-teman kamu yang akan menemani~~~"


"Nanti saat nikahan Bimo tidak usah canggung ya~~~"


Ima hanya menganggukkan kepalanya tersenyum simpul


'Aduh Ratih, aku sudah move on tenang'


'soalnya yang bikin move on itu laki-laki pertama di hidup aku'


Ima sedikit bersyukur bertemu Satya dan menjalin hubungan yang entah apa namanya saat ini dengan Satya, dibilang pacaran belum sepakat, dibilang bukan pacaran tapi tingkah Satya sudah seperti pacar posesif.

__ADS_1


Setidaknya dengan kehadiran Satya, bisa jadi pembanding di hati dan pikiran Ima. Bahwa rupanya Satya masih bertahta di hati dan pikiran Ima. Ditinggalkan Bimo rupanya tidak bisa dibandingkan dengan saat ditinggalkan Satya. Seperti di cubit dengan ditabrak motor, itulah perbedaan antara Bimo dan Satya.


*


"Bagaimana ini ya teman-teman?" Mia panik saat sudah sampai di depan rumah milik Mia


Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya sampailah di rumah Mia di Semarang kota. Rumah mungil dengan desain rumah jaman dulu di jalan kecil yang lumayan bisa masuk mobil



"Kenapa Mia~~~"


"Kunci rumahnya kayaknya ketinggalan" Mia mengeluarkan semua isi dalam tas tangannya


"Ada di tas baju mungkin" Bondan mencoba membongkar muatan tas di bagasi


"Saya ingat taruhannya di tas ini"


"pelan-pelan mencarinya" Karin membantu memilah-milah barang-barang Mia


"ini tas Mia mau coba dibongkar?" Dilla memegang tas Mia setelah diberikan oleh Bondan


"Dirumah Bekasi mungkin ketinggalan, atau salah masukin tas" Dara menyimpulkan


"Astaga!!!?" Mia berteriak lantang


Teman-teman yang lain terkejut dan refleks menutup telinga mereka


"Gimana ini" Mia mulai menangis


Ratih dan Karin menghibur Mia


"Jadi beneran ketinggalan itu kunci?" Dara syok


Tangis Mia makin menjadi.


*

__ADS_1


*



"Masuk sini Ma?" Agus bertanya sebelum memasuki area halaman


" Iya, parkir saja terserah pak Agus" Ima menunjuk-nunjukan area halaman yang luas


Agus terkejut melihat rumah nenek Ima yang luas dan cukup besar. Rasa tidak percaya karena melihat keseharian Ima yang sederhana tidak terlihat bahwa ia anak orang kaya.


Teman-teman yang lain pun ikut terkejut melihat rumah neneknya Ima. Terkecuali Dara yang sudah mengetahui bahwa Ima memang dari keluarga berada.


"Selamat datang semuanya, ayo masuk. maaf rumahnya kecil" sambut seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik


Ima menghampirinya dan mencium tangannya


"Malam Bulik Dayu, maaf tiba-tiba datang gak persiapan"


"Ini semua teman-teman kerja Ima" Ima pun memperkenalkan teman-teman satu-satu kepada Bibinya, adik dari mamanya.


"Ayo masuk-masuk, makan dulu baru nanti beres-beres barangnya. Semua dapat kamar masing-masing, tenang" Bulik Dayu menuntun masuk ke dalam rumah


"Ima kamu anak Sultan ya?" tanya Bondan


"Papa aku namanya Regawa bukan Sultan"




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️


__ADS_1


Bersambung 😉


__ADS_2