Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Bab II 7


__ADS_3


Bagas menghentikan sejenak kegiatannya untuk melihat pesan masuk dari Ratih, ART di rumah nya.


[Mas ada bu Maria, istrinya pak Erlangga dirumah]


Bagas memijat keningnya, ia mendadak pusing.


'Ada apa sebenarnya yang terjadi?'


Tut


Tut


Tut


Bagas melakukan panggilan telepon ke nomor kontak Nina, inginnya berkonfrontasi tentang apa yang terjadi. Bagaimana bisa Maria bisa datang, Bagas agak trauma dengan kejadian yang dulu pernah terjadi di rumahnya juga. Dahulu Maria juga datang ke rumah dengan marah-marah dan emosi yang meluap-luap. Memaki, mencaci bahkan diselingi dengan tindakan penganiayaan. Maria menuduh Rheina sebagai pelakor, perebut suami nya. Padahal suaminya lah yang berbohong kepada Rheina. Bagas ingat bagaimana Maria membuat Ibunya sakit setelah kedatangan nya


"KELUAR KAU *******, WANITA G*TAL TIDAK TAHU DIRI. PELAKOR" Maria menerjang masuk ke dalam rumah berteriak-teriak memaki, mencaci


Ibunda nya saat itu sedang menyiram tanaman, karena saat itu hari sudah sore, kegiatan beliau setiap hari. Ibunda terkejut melihat sebuah mobil parkir sembarangan di depan halaman dan membunyikan klakson mobil tanpa henti. Lalu keluarlah Maria beserta teriakannya. Bersama Maria ada 2 orang wanita yang lebih tua darinya juga seorang laki-laki yang berusia tua. Belakang Bagas tahu mereka orang tua dan mertua Maria.


"Ada apa Sim?" Ibunda bertanya kepada Kosim supir sekaligus suami Ratih


Kosim yang sama dengan Ibunda tidak mengetahui apapun yang terjadi, berinisiatif untuk memanggil security


"Saya pamit panggil security di depan dulu nyonya"


Di dalam rumah masih terdengar teriakan-teriakan Maria, yang entah memanggil siapa. Karena keadaan rumah kosong, Ibunda masih bertahan di halaman depan, enggan masuk menunggu Kosim dan security.


Prang


Prang


Bunyi pecahan barang-barang terdengar dari dalam rumah. Ratih yang baru kembali dari minimarket mendengar nya


"Nyonya ada apa?" Ratih dengan tergopoh-gopoh menghampiri Ibunda Astuti


"Tidak tahu, tiba-tiba datang teriak-teriak begitu. Saya takut masuk jadi nunggu Kosim lagi panggil Security"

__ADS_1


"Bagaimana bisa di izinin masuk sama security itu orang ya. Harus di laporkan, gak becus jaga keamanan" Ratih geram, namun sama seperti Astuti takut untuk masuk ke dalam rumah


Berselang beberapa saat datang kemudian sebuah mobil yang di kenali Astuti dan Ratih, mobil milik Erlangga. Orang yang di kenalkan sebagai pacar Rheina, putri sulung Astuti.


"Ibunda" Erlangga menyapa dan mencium tangan Astuti


"DIA WANITA J*LANG ITU? KAU SELINGKUH DENGAN WANITA TUA!!!" Maria melihat kedatangan mobil Erlangga keluar dari rumah kediaman Astuti


"MARIA!!! JAGA UCAPAN MU!!!" Erlangga ikut naik pitam, meninggikan nada suaranya


"Mam, lihat kelakuan putramu. Dia berselingkuh dariku dengan wanita tua. Apa kurangnya aku Mam. Aku istri sah nya Mam" Maria mengadu kepada mertuanya


Astuti memeluk Ratih, ia agak takut akan bentakan Maria juga syok akan ucapannya yang mengatakan bahwa Maria adalah istri dari Erlangga, lelaki yang mengaku masih sendiri, walaupun sudah berstatus Duda cerai.


Tak berapa lama datanglah Kosim dengan security. Mereka melihat bagaimana Maria mencoba menjambak rambut Astuti, walaupun tubuhnya sudah di halangi oleh Erlangga dan seorang lelaki tua. Astuti mencoba menghindar dengan bantuan Ratih namun kalah kuat dengan kekuatan emosi Maria. Beberapa helai rambut Astuti berhasil tercabut dari kulit kepalanya. Astuti terhuyung-huyung akibatnya.


Akhirnya security membantu merelai. Kosim membantu membawa Nyonya nya, Astuti. Masuk ke dalam rumah bersama Ratih. Dengan gerakan cepat Kosim membawa masuk dan mengunci pintu rumah.


"Telpon Tuan dan Den Bagas Tih" Kosim memapah tubuh Nyonya nya, Astuti masuk ke dalam kamar tidurnya. Mendudukkan tubuhnya di atas kasur


"Nyonya diam disini saja, saya coba menghubungi polisi dulu" Kosim berlalu keluar kamar dengan cepat


Sementara di luar rumah karena keributan yang di perbuat Maria, membuat beberapa tetangga keluar karena terganggu. Menonton tanpa berani merelai. Erlangga masih berusaha menahan tubuh Maria yang mencoba masuk ke dalam rumah kediaman Astuti. cakaran, jambakan tidak dirasakannya.


"LEPASKAN AKU!!! WANITA J*LANG ITU HARUS MERASAKAN AKIBAT PERBUATAN NYA. PELAKOR, WANITA G*TAL, L*NTE, P*L@CUR"


Keributan itu terus berlangsung hingga polisi datang dan merelai keadaan. Walaupun dengan susah payah dan ancaman dari pihak Polisi


"SAYA TIDAK TAKUT!!! MEREKA YANG BERZINA, MEREKA YANG BERSALAH. HARUSNYA MEREKA YANG DI TANGKAP BUKAN SAYA!!!"


Bagas yang mendapat telepon dari Ratih pulang bersama Ayahnya, Regawa. Saat mereka baru sampai dekat rumah, mereka melihat bagaimana keributan yang terjadi di depan halaman rumah mereka. Bagaimana para tetangga menonton dan security bersama beberapa polisi datang membubarkan nya.


Bagas benar-benar ingat kejadian setelah Maria dan keluarganya pergi meninggalkan rumah. Betapa terpukul Ibundanya, menangis tanpa bisa menceritakan apa yang terjadi. Bagas dan Ayahnya hanya bisa mendengar kan cerita dari Ratih dan Kosim. Untung lah saat kejadian itu Rheina sedang ada pekerjaan di luar kota, begitu juga Khalima adik bungsu Bagas sedang kuliah. Entah apa yang akan terjadi jika mereka berdua ada di rumah. Astuti manangis tidak berhenti hingga pingsan, membuat Regawa memilih membawa ke Rumah Sakit dan merawatnya.


Malamnya Erlangga datang kembali ke rumah, berniat meminta maaf. Dan kebetulan Rheina pun pulang dari Bandung dengan segera setelah mendapat kabar tentang Ibunya yang harus di rawat di Rumah Sakit.


"Rheina sayang" panggil Erlangga saat melihat Rheina keluar dari mobilnya


Rheina yang mendengar cerita dari Ratih menjaga jarak, di rentangkan tangannya ke depan menghalau Erlangga mendekat

__ADS_1


"Kamu Br*ngsek. Jangan perlihatkan lagi wajah kamu di depan saya ataupun keluarga saya"


"Dengarkan dulu penjelasan saya Rhein Sayang" Erlangga merapat da menggenggam kedua tangan Rheina


"LEPAS BR*NGSEK!!!" Rheina otomatis berteriak


Bagas yang di dalam rumah keluar mendengar teriakan kakaknya. Dan bogeman mentah mendarat di wajah Erlangga.


"PERGI DARI SINI!!!" Bagas menyeret tubuh Erlangga masuk ke dalam mobilnya.


"Jangan pernah menunjukkan wajah mu di lingkungan kami lagi, atau aku tidak akan segan melaporkan ke Polisi kejaian hari ini"


Brak


Di banting nya pintu mobil Erlangga. Dengan isarat tangan Bagas mengusir Erlangga pergi.


Dan itu pertemuan terakhir Erlangga dengan Rheina.


*


Kembali ke masa sekarang, Bagas tidak mengerti apa mau Maria datang ke kediaman nya lagi. Ada keperluan apa hingga ia harus repot-repot datang.


'Kakak sudah mengalah pergi jauh sampai ke Belanda. Tapi orang-orang gila ini masih mengusiknya' Bagas memaki dalam hati


Ia terpaksa mempercepat proses pekerjaan nya agar dapat cepat pulang ke rumah. Niat awal setelah pekerjaan selesai ingin menengok Adik bungsunya, pupus sudah.




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️



Bersambung 😉

__ADS_1


__ADS_2